Seni Kriya | Pengertian Contoh, Fungsi, Macam Lengkap

Seni Kriya | Pengertian Contoh, Fungsi, Macam Lengkap

Seni Kriya – Hay sob, jumpa lagi dengan saya. Kali ini saya akan memberikan ulasan kepada kamu mengenai seni kriya. Mulai dari contoh, fungsi, macam, dan yang lainnya. Namun sebelum kita membahas mengenai dari semua itu apakah kamu sudah tahu apa itu pengertiannya?. Nah, tepat sekali kalau belum tahu, disini kami akan menjelaskan dahulu apa itu seni kriya. Langsung saja simak ulasannya di bawah ini mengenai pengertiannya

Pengertian Seni Kriya

Ialah sebuah karya seni yang dibuat dengan memakai ketrampilan tangan (Hand Skill). Namun tetap memperhatikan aspek fungsional dan juga nilai seni itu sendiri. Sehingga bisa dikategorikan sebagai sebuah karya seni rupa terapan nusantara.

Perlu untuk diketahui bahwa pembuatannya tidak hanya berdasar pada aspek fungsionalnya saja (kebutuhan fisik). Tetapi juga dipakai sebagai sebuah media pemenuhan kebutuhan akan keindahan (kebutuhan emosional).

Dan seiring dengan perkembangannya dari tahun ke tahun, pada umumnya identik dengan seni kerajinan. Kenapa demikian? Hal ini disebabkan dari cara pembuatan karya seni yang dilakukan dengan memakai tangan (hand made). Namun juga mempunyai aspek fungsional.

Tradisi di dalam membuat benda-benda telah ada sejak zaman prasejarah. Hal itu dapat dibuktikan dengan adanya beberapa penemuan benda prasejarah yang mengindikasikan jika manusia telah mulai tinggal secara menetap sejak zaman Batu Muda (Neolitikum).

Pada zaman itu mereka mulai membuat beberapa benda fungsional guna untuk menunjang segala aktifitas mereka sehari-harinya. Dan salah satu kerajinan itu ialah tembikar. Tembikar itu terbuat dari tanah liat dan umumnya dipakai sebagai wadah.

Pada zaman neolitikum tembikar ternyata telah terdapat hiasan yang berupa lambang-lambang. Atau simbol-simbol kehidupan spiritual yang mereka percayai.

Untuk periode selanjutnya, berkembang dengan sangat pesat. Perkembangan itu bukan hanya terjadi pada aspek fungsi saja, tetapi juga berimbas kepada peningkatan kualitas bahan dan bentuk serta corak hiasnya.

Awalnya benda-benda itu memiliki bentuk yang sederhana, tetapi kemudian berkembang menjadi bentuk yang beraneka ragam. Dan terkadang juga memiliki bentuk yang rumit, demikian juga dengan corak hiasnya yang semakin banyak, variasi dan juga detailnya.

Fungsi Seni Kriya

Fungsinya ialah sebagai salah satu karya seni rupa yang secara garis besar dibagi menjadi tiga golongan. Lalu apa sajakah fungsi dari seni kriya itu? mari lihat pembahasannya di bawah ini:

1. Hiasan (dekorasi)

Sangat banyak hasil ataupun produk yang dipakai sebagai benda pajangan. Untuk jenis ini lebih mengutamakan segi rupa dari pada segi fungsinya. Oleh karena itu beberapa bentuknya juga mengalami pengembangan. Contohnya hiasan dinding, patung, karya seni ukir, cidera mata, dan yang lainnya.

2. Benda terapan (siap pakai)

Fungsi yang kedua ialah sebagai benda terapan atau siap pakai. Jenis ini lebih mengutamakan akan fungsinya. Dan pada umumnya berfungsi sebagai benda yang siap pakai, nyaman, tetapi tidak menghilangkan unsur keindahaannya. Contohnya furnitur, senjata, keramik, dan yang lainnya.

3. Benda mainan

Di lingkungan sekitar kita, pasti sering kita temukan hasil dari yang dipakai sebagai alat permainan.

Jenis yang seperti ini pada umumnya mempunyai bentuk yang sederhana. Bahan yang dipakai pun juga relatif gampang untuk diperoleh dan dikerjakan. Sedangkan untuk harganya pasti relatif lebih murah. Contohnya kipas kertas, boneka, dan congkak.

Perkembangan Di Nusantara

Perkembangan-seni-kriya-di-nusantara
https://sahabatnesia.com

Dalam perkembangan di Nusantara, dibagi menjadi tiga kelompok. Di bawah ini penjelasannya yang sudah kami sajikan untuk kamu:

  1. Seni kriya tradisional klasik (terjadi pada zaman hindu-budha).
  2. Seni kriya tradisional rakyat (yang terjadi pada daerah-daerah).
  3. Seni kriya Indonesia baru (pada masa kolonial).

Itulah tiga fase perkembangan yang terdapat di Nusantara. Untuk lebih jelasnya, kita dapat mengenali dari ciri-ciri yang terdapat pada zaman tersebut. Di bawah ini penjelasan lengkapnya:

1.  Seni kriya tradisional klasik (hindu-budha)

Di zaman ini kaidah seni telah di bakukan di dalam sebuah pedoman seni oleh seorang seniman atau empu di zaman tersebut.

Kualitas seni yang memiliki sifat estetik ataupun teknik selalu di dasari dengan pemikiran falsafah hidup juga pandangan agama Islam, Hindu, dan Budha).

Salah satu contoh dari seni kriya pada zaman ini ialah keris, ukiran kayu, wayang kulit, pandai perak dan emas, kerajinan topeng, dan yang lainnya.

2. Seni kriya tradisonal rakyat

Salah satu ciri dari kebudayaan etnik yang menghasilkan corak kesenian tradisional ialah mengikuti watak serta abad kehidupan di dalam masyarakat. Serta mengikuti lingkungan alam tempat masyarakat tersebut tinggal.

Jenis serta pembuatan karya tradisional ini ditentukan berdasarkan bahan juga alat yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggal masyarakatnya.

3. Seni kriya indonesia baru (kolonial)

Untuk yang ini zaman kolonial pendidikan ini lebih menekankan pada nilai-nilai yang rasional serta kehidupan jasmaniah.

Tingkat kesadaran nilai luhur kepada nilai-nilai tradisional menjadi sangat lemah. Baik itu seni kriya klasik maupun rakyat yang asalnya dari daerah-daerah.

Beberapa yang baru bisa dikombinasikan dengan seni tradisi juga memakai bahan-bahan industri. Kormelialisasi yang melanda para seniman sehingga mereka tidak bisa mewariskan keahlian yang mereka miliki.

Macam-macam atau Jenis-jenis Seni Kriya

Pasti kita sudah tahu kan jika bentuk karya seni kriya Nusantara sangat beragam dan juga bahan alam yang dipakai. Nah, dari berbagai karya itu ada yang masih mempertahankan keanekaragaman hiasan tradisional dan juga ada yang sudah mengembangkannya sebab tuntutan pasar. Mari langsung saja simak ulasan di bawah ini macam-macamnya berdasarkan benda yang dipakai dan macam-macamnya berdasarkan teknik pembuatannya:

A. Macam-macam Berdasarkan Bahan Yang Dipakai

1. Seni kriya keramik

contoh-seni-keramik-dan-pengertianya-lengkap
https://hamparan.net

Ialah benda yang terbuat dari tanah liat yang dibakar. Pembuatan seni kriya keramik ialah dengan teknik slab/lempeng, putar/throwing, pilin/pinching, dan cetak tuang. Daerah-daerah penghasil seni kriya keramik ialah Jepara, Bandung, Malang, Cirebon, Banjarnegara, Purworejo, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.

2. Seni kriya kayu

ukir-kayu-jepara-terbaik
http://ahmadefendi1.blogspot.com

Kriya kayu ialah suatu jenis di dalam pekerjaannya membuat benda selalu menggabungkan antara nilai fungsi sekaligus hias dengan memakai bahan kayu. Di dalam seni kriya kayu, ada pekerjaan dengan tingkat dasar atau disebut dengan tingkat permulaan. Kayu memang sangat banyak digunakan di dalam berbagai benda kerajinan seperti, topeng, patung, wayang golek, furnitur, dan hiasan ukir-ukiran.

3. Seni kriya tekstil

seni-kriya-tekstil
http://harajukushina.blogspot.com

Ialah kriya dengan bahan dasar kain. Istilah tekstil mempunyai lingkup yang luas dan mencakup dengan macam aneka jenis kain yang mana cara pembuatannya. Baik dengan cara ditenun dipres, diikat, dan masih banyak lagi cara teknik pembuatan kain. Biasanya kain terbuat dari serat yang dipintar atau dipilin untuk mengasilkan benang yang panjang dan setelah itu ditenun atau dirajut supaya memperoleh kain berupa barang jadi. Jenis seni kriya tekstil nusantara dikelompokkan menjadi dua macam yakni karya tenun dan karya batik.

4. Seni kriya logam

Kerajinan-Bahan-Keras-dari-Logam-yang-menarik
https://kreasiofindo.blogspot.com

Ialah seni kriya yang mengolah logam menjadi berbagai macam benda kerajinan yang unik, apik, dan indah serta menilai nilai jual tinggi. Teknik pembuatan seni kriya logam terdiri dari dua macam yakni tekni a cire perdue/cetak lilin, dan teknik bivale.

Baca: Seni Lukis Beserta Pengertian, Teknik, Unsur, Contoh Lengkap

5. Seni kriya kulit

seni-kriya-kulit
Kerajinan-Bahan-Keras-dari-Logam-yang-menarik

Ialah karya seni yang memakai kulit sebagai bahan bakumya. Kulit yang biasanya dipakai dalam seni kriya kulit ialah kulit sapi, kulit kambing, kulit buaya, kulit kerbau, dan kulit ulat. Kulit itu menjalani serangkaian proses pengolahan yang panjang.

Yang mana dimulai dari pemisahan dari daging hewan, pencucian memakai cairan tertentu, pembersihan, peredaman dengan memakai zat kimia tertentu (penyamakan). Pewarnaan, perentangan kulit supaya tidak mengkerut, pengeringan dan penghalusan, sesudah itu barulah dipotong-potong supaya sesuai dengan ukuran dari benda yang akan dibuat. Contoh hasil dari seni kriya kulit ialah sepatu, tas, ikat pinggang, wayang kulit, dompet, pakaian (jaket), alat musik rebana, tipung, dan tempat HP. Daerah-daerah penghasil seni kriya kulit ialah Yogyakarta, Jawa timur, Garut, dan Bali.

6. Seni kriya batu

seni-kriya-batu
http://logobatu.blogspot.com

Ialah dengan bahan dasar batu yang dibentuk sedemikian rupa agar terlihat indah dan menarik. Batu dengan tekstur keras, dan kaku ternyata bisa diolah. Contoh di daerah Sukami dan Sukaraja. Daerah itu sering ditemukan hiasan-hiasan dan dekorasi rumah dari batu. Misalnya batu akik, jesper, fosil, batu permata, dan masih banyak lagi yang lainnya.

B. Macam-macam Seni Kriya Berdasarkan Teknik Pembuatannya

1. Seni kriya batik

Pengrajin Batik Cantik-sekali
http://batikdan.blogspot.com

Proses pembuatan batik dapat dilakukan dengan berbagai macam teknik diantaranya ialah teknik tulis, teknik cap, dan teknik lukis. Teknik batik tulis ialah salah satu teknik membatik yang paling banyak dipakai di Indonesia, disamping di pulau Jawa, batik juga ada di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan Bali. Corak kain batik dari setiap daerah juga beraneka ragam. Corak batik Jawa biasanya bergaya naturalis dengan sentuhan warna yang beragam.

2. Seni kriya tenun

seni-kriya-tenun
https://carajuki.com

Indonesia adalah salah satu negara penghasil kain tenun terbesar di Dunia terutama di dalam hal keragaman corak hiasnya. Tenun terdiri dari dua jenis yakni tenun ikat dan tenun songket. Perbedaanya terletak pada teknik pembuatan dan bahan yang dipakai. Tenun songket berupa benang perak, emas, atau benang sutra.

Daerah-daerah di Indonesia yang terkenal dengan penghasil tenun ikat ialah Sulawesi Tengah, Aceh, Bali, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Lombok, Palembang, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku. Sedangkan daerah penghasil tenun songket ialah Flores, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat. Dan untuk daerah penghasil tenun songket ialah Aceh, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Lombok, Palembang, Nusa Tenggara dan Maluku.

3. Seni kriya pahat atau ukir

seni-kriya-ukir
http://ikatianingsih11ia3.blogspot.com

Bahan, bentuk, jenis, dan teknik dalam seni pahat sangatlah beragam, mulai dari jenis patung, ukiran, dan kerajinan yang lainnya. Disamping memakai kayu, seni pahat juga memakai aneka logam, batu, juga tulang dan kulit hewan sebagai bahan dasarnya. Bali ialah salah satu daerah yang paling banyak menghasilkan seni pahat yang berupa patung, ukiran, sampai berbagai macam barang kerajinan yang lainnya. Salah satu hasil pahat yang berasal dari Bali ialah patung arca dengan bahan baku batu andesit.

4. Seni kriya bordir

seni-kriya-bordir
https://carajuki.com

Ialah kriya yang menempatkan hiasan dari benang yang dijaitkan pada kain yang berfungsi untuk menghias dan mempercantik tampilan kain. Aplikasi kriya bordir dipakai pada baju, kerudung, tas, taplak, dan mukena. Daerah penghasil bordir atau sulam ialah di Jawa Barat tepatnya di Tasikmalaya.

5. Seni kriya anyaman

seni-rupa
https://foramazingindonesia.blogspot.com

Ialah teknik membuat dengan mengatur bahan-bahan dasarnya di dalam bentuk yang tindih-menindih, silang-menyilang, dan lipat melipat, pakan dan lungsen dengan pola tertentu. Bahan-bahan yang dipakai dalam seni kriya anyaman ialah bambu, rotan, pandan, mendong, enceng gondok, p;astik, kertas, dan tali. Pusat kerajinan anyaman yakni di Sulawesi, Tasikmalaya, Bali, Papua, dan Kalimantan.

Itulah informasi yang kami sampaikan tentang seni kriya mulai dari pengertian, fungsi, macam-macam atau jenis-jenis, dan yang lainnya. Semoga apa yang kami sampaikan kali ini menambah ilmu dan wawasan kamu. Terimakasih.

Kunjungi artikel menarik lainnya disini: https://organicvolunteers.com

Tinggalkan komentar