Wali-songo

Sejarah Wali Songo Beserta Nama-Nama Asli Sunan Lengkap

 

Sejarah Wali Songo – Hallo para pembaca, kali ini saya akan memberikan informasi kepada kamu mengenai Wali Songo. Disini saya akan menjelaskan mengenai sejarah wali songo beserta nama-nama asli sunan. Mari langsung saja simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Sejarah Wali Songo

sejarah-Wali-Songo
https://pintasilmu.com

Mungkin dari kita semua sudah tidak asing lagi jika mendengar kata Wali Songo. Wali Songo sudah biasa kita dengar di dalam kehidupan masyarakat muslim di Nusantara. Untuk julukan Wali Songo ini sendiri diberikan untuk 9 orang yang sudah berjasa besar di dalam penyebaran ajaran agama Islam di Nusantara pada zaman dahulu.

Kata Wali Songo terdiri dari dua kata yakni Wali dan Songo. Kata Wali mempunyai arti wakil atau kalau menurut agama Islam terdapat istilah Waliyullah yang mana artinya adalah Wali Allah juga memiliki makna sahabat Allah atau kekasih Allah. Sedangkan untuk Songo mempunyai arti sembilan. Sehingga bahasa Wali Songo artinya adalah sembilan wali Allah.

Untuk sembilan orang yang termasuk di dalam Wali Songo ini dijuluki sebagai Sunan. Sebenarnya sangat banyak Sunan yang sudah berjasa besar menyebarkan ajaran Islam di Indonesia ini, tetapi hanya ada sembilan Sunan Wali Songo saja yang terkenal di masyarakat Indonesia saat ini.

Para Wali Allah ini berdakwah di seluruh Nusantara dengan cara mengajak masyarakat untuk masuk di dalam agama Islam dengan tanpa adanya unsur paksaan. Selama dakwahnya, setiap Sunan pasti mempunyai wilayah dakwahnya masing-masing dan ada beberapa peninggalan yang mana telah menjadi bukti kepada perannya di dalam tersebarnya Islam di Negeri Indonesia Tercinta Ini.

Biasanya Wali Songo ini berdakwah dan juga menyebarkan agama Islam di tanah Jawa pada abad ke 14. Terdapat tiga wilayah yang menjadi lokasi para Wali untuk menyebarkan dakwahnya di Pulau Jawa tersebut, yaitu di Lamongan, Gresik, Surabaya, Tuban untuk daerah Jawa timur, Kudus, Demak, Muria untuk di Jawa Tengah,dan juga cirebon untuk di Jawa Barat.

Pada zaman Wali Songo ini menandakan berakhirnya dari dominasi agama Hindu dan agama Budha dalam kebudayaan Nusantara digantikan oleh kebudayaan Islam. Walaupun ada banyak tokoh lain yang berperan di dalam penyebaran agama Islam di Indonesia, khususnya untuk pulau Jawa, Wali Songo merupakan simbolnya.

Nama-nama dan Riwayat Para Wali Songo

Berikut ini adalah nama-nama para Wali Songo beserta riwayatnya:

1. Sunan Gresik – Maulana Malik Ibrahim

Sunan-Gresik
https://medium.com

Sunan Gresik atau Sunan Maulana Malik Ibrahim Adalah salah satu seorang Sunan dari sembilan nama-nama Wali Songo. Jika menurut sejarah Wali Songo inti pokok dari perjuangan Sunan Gresik ialah untuk menghapuskan sistem kasta yang terdapat di masyarakat. Sebab hal ini tidak sesuai dengan ajaran agama Islam yang mengatakan jika semua manusia itu sama di mata Allah SWT, yang membedakannya hanyalah amal ibadahnya.

  • Nama Asli Sunan Gresik: Maulana Malik Ibrahim.
  • Wilayah Dakwah Sunan Gresik: Gresik, Jawa Timur, Indonesia.
  • Peninggalan Sunan Gresik: Masjid Malik Ibrahim di Leran, Gresik, Jawa Timur, Indonesia.
  • Makam Sunan Gresik: Desa Gapura Wetan, Gresik, Jawa Timur, Indonesia.

Jika berdasarkan catatan sejarah Wali Songo, Sunan Gresik adalah keturunan Nabi Muhammad SAW yang ke 22. Dirinya pertama kali memulai menyebar luaskan agama Islam di Pulau Jawa pada akhir era kekuasaan Kerajaan Majapahit.

Sunan Gresik menarik hati masyarakat di saat itu dengan cara bertani dan juga menjadi seorang pedagang. Sehingga dapat merangkul dan meolong rakyat jelata yang menjadi korban dari perang saudara untuk dampak runtuhnya Kerajaan Majapahit. Sehingga samgat banyak rakyat jelata yang sangat terbantu dan secara pelan-pelan mereka tertarik untuk belajar agama Islam.

Karena terus bertambahnya masyarakat yang ingin mempelajari agama Islam, akhirnya Sunan Gresik mendirikan sebuah pondok pesantren di daerah Leran, Gresik, Jawa timur, Indonesia. Di tempat tersebutlah Sunan Gresik selama bertahun-tahun mengajarkan mengenai ilmu agama Islam sampai akhir hayatnya.

– Asal Usul Sunan Gresik

Ada yang menyebutkan kalau Sunan Gresik berasal dari negara Turki dan pernah mengembara di Gujarat sehingga beliau cukup berpengalaman untuk menghadapi orang-orang Hindu yang ada di Pulau Jawa. Gujarat ialah wilayah negara Hindia yang kebanyakan penduduknya beragama Hindu.

Pada zaman dahulu sebelum Syekh Maulana Malik Ibrahim tiba di Pulau Jawa, sebenarnya telah ada sebagaian masyarakat yang memeluk agama Islam di daerah sekitar pantai utara, termasuk di desa Leran. Hal ini bisa diketahui dengan terdapatnya bukti berupa makanan seseorang wanita yang bernama Fatimah Binti Maimun yang meninggal di tahun 1082 M atau pada tahun 475 Hijriah.

Jadi bisa disimpulkaan jika Islam Telah ada di Pulau Jawa sebelum zaman Wali Songo. Tepatnya di daerah sekitar Jepara dan di daerah Leran. Namun ajaran agama Islam yang terdapat saat itu masih belum berkembang secara luas.

– Sejarah Sunan Gresik

Syekh Maulana Malik Ibrahim atau yang akrab dikenal oleh penduduk setempat dengan nama Kakek Bantal tersebut diprediksi pertama kali datang ke Gresik Jawa Timur di tahun 1404 M. Sunan Gresik berdakwah di Gresik sampai akhir wafatnya yakni di tahun 1419 M.

Pada masa tersebut kerajaan yang berkuasa di tanah Jawa Timur ialah Majapahit. Raja dan juga rakyat Majapahit sebagian besar masih beragama Hindu atau masih beragama Budha. Tetapi juga ada beberapa rakyat Gresik yang beragama Islam, namun masih banyak yang beragama hindu atau bahkan mereka tidak mempunyai agama.

Pada makamnya ada sebuah tulisan yang berbunyi:

Inilah makam almarhum Almaghfur, yang mengharap rahmat Tuhan, kebanggaan para Pangeran, para Sultan, dan para Menteri, penolong para Fakir dan Miskin, yang berbahagia lagi syahid, cemerlangnya simbol negara dan simol agama, Malik Ibrahim yang terkenal dengan sebutan Kakek Bantal. Allah meliputinya dengan RahmatNya dan KeridhaanNya, dan dimasukkan ke dalam Surga. Telah Wafat pada hari Senin 12 Rabiul Awal tahun 822 H.

Selama berdakwah menyebarkan agama Islam Kakek Bantal ini menggunakan cara yang sangat bijaksana dan menggunakan strategi yang tepat sesuai dengan tuntunan Al Quran yakni:

“Hendaklah engkau ajak ke jalan Tuhan-Mu dengan hikmah (kebijaksanaan) dan dengan petunjuk-petunjuk yang baik serta ajaklah mereka berdialog (bertukar pilihan) dengan cara yang sebaik-baiknya (QS. An Nahl ; 125)”

Sifatnya yang lemah lembut, welas asih, dan juga ramah tama kepada seluruh manusia, baik orang muslim ataupun non muslim menjadikan beliau terkenal sebagai tokoh masyarakat yang disegani. Berkat akhlaknya yang sehingga menarik hati masyarakat untuk berbondong-bondong masuk ke agama Islam secara suka rela dan juga menjadi pengikutnya yang setia.

2. Sunan Ampel – Raden Rahmat

sunan_ampel
http://kisah-kisahwalisongo.blogspot.com

Sunan Ampel atau Raden Rahmat adalah termasuk Sunan dalam sembilan nama-nama Sunan Walisongo. Jika menurut sejarah wali Songo inti dari ajaran Sunan Ampel yang sangat terkenal pada saat itu yakni “Moh Limo”. Moh Limo adalah bahasa Jawa yang memiliki makna Moh yang artinya adalah tidak atau menolak, dan Limo artinya adalah Lima.

Yang dimaksud disini ialah pada inti ajaran beliau ada makna “Untuk menolak atau tidak mengerjakan lima perkara. Kelima perkara itu ialah Moh Main (Tidak Berjudi), Moh Ngombe (Tidak Minum Alkohol, Moh Madat (Tidak Menghisap Narkoba), Moh Madon (Tidak Berzina), Moh Maling (Tidak Mencuri).

  • Nama Asli Sunan Ampel: Raden Rahmat.
  • Wilayah Dakwah Sunan Ampel: Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.
  • Peninggalan Sunan Ampel: Masjid Ampel di Ampel Denta, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.
  • Tahun Wafat Sunan Ampel: 1481 M.
  • Makam Sunan Ampel: Sebelah barat Masjid ampel, Surabaya, Indonesia.

Menurut sejarah, Sunan Ampel adalah anak dari pasangan Sunan Gresik dan Dewi Condro Wulan. Sunan Ampel menyebarkan agama Islam di kalangan masyarakat di daerah pedesaan Ampel Denta di daerah Surabaya. Di tempat tersebut Sunan Ampel mendirikan pondok pesantren bagi masyarakat yang akan belajar mendalami ajaran agama Islam.

3. Sunan Bonang – Maulana Makdum Ibrahim

sunan-bonang
https://triyokobambang.wordpress.com

Sunan Bonang atau Maulana Makdum Ibrahim adalah salah seorang Sunan yang termasuk di dalam sembilan nama-nama sunan Wali Songo. Di dalam sejarah Wali Songo, Sunan Bonang adalah salah satu tokoh Wali Songo yang di dalam ajarannya beliau menyampaikan ” Jangan bertanya, Jangan memuja Nabi dan wali-wali, Jangan mengaku Tuhan, Jangan mengira tidak ada padahal ada, Sebaiknya diam, Jangan sampai di goncang kebingunan.

Nama Asli Sunan Bonang: Maulana Makdum Ibrahim.

Wilayah Dakwah Sunan Bonang: Tuban, Jawa Timur, Indonesia.

Peninggalan Sunan Bonang: Alat musik tradisional gamelan yang berisi Bonang, bende, dan kenong, Juga perkenalan gapura yang berarsitektur tema Islami.

Tahun Wafat Sunan Bonang: Berarsitektur tema Islami.

Makam Sunan Bonang: Tuban, Jawa Timur, Indonesia.

Jika menurut sejarah Wali Songo, Sunan Bonang yang mempunyai nama asli Maulana Makdum Ibrahim ialah putra dari pasangan Sunan Ampel dan Dewi Condrowati. Sesudah ayah Sunan Bonang wafat, Sunan Bonang mengambil keputusan untuk belajar agama di daerah Malaka yang tempatnya berada di wilayah Samudra Pasai.

Di tempat tersebut sunan Bonang berguru dan belajar dari Sunan Giri yang mempunyai ilmu khusus di dalam tata cara berdakwah untuk mengajarkan agama Islam yang bisa membuat masyarakat tertarik hatinya untuk masuk dan belajar agama Islam. Lalu setelah selesai menimba ilmu di sana Sunan Bonang kembali lagi ke Tuban.

Setelah tiba di Tuban beliau mendirikan sebuah pondok pesantren di tanah kelahiran Ibunya itu. Sebab karakteristik masyarakat Tuban yang sangat menyukai hiburan, oleh sebab itu Sunan Bonang memiliki ide untuk membuat alat musik gamelan untuk menarik minat masyarakat tuban.

Supaya banyak masyarakat yang tertarik untuk belajar agama Islam. Sehingga pada saat Sunan Bonang mengadakan pertunjukan gamelan, di sela-selanya beliau melakukan dakwah.

4. Sunan Drajat – Raden Qosim

sunan-drajat
https://takwilsantri.blogspot.com

Sunan Drajat atau Raden Qosim adalah salah seorang Sunan yang termasuk di dalam sembilan nama-nama Sunan Wali Songo. Jika menurut sejarah Walisongo ajaran yang sering disampaikan oleh Sunan Drajat untuk murid-mudridnya ialah “Suluk Petuah”. Di dalamnya ada beberapa buah pesan yang dapat ditanamkan di dalam diri setiap manusia.

  • Nama Asli Sunan Drajat: Raden Qosim
  • Wilayah Dakwah Sunan Drajat: Desa Jelog, Pesisir Banjarwati, Lamongan, Jawa Timur, Indonesia.
  • Peninggalan Sunan Drajat: Gamelan Singa Mangkok.
  • Tahun Wafat Sunan Drajat: 1522 M.
  • Makam Sunan drajat: Paciran, Lamongan.

Berdasarkan sejarah Wali Songo, Sunan Drajat ialah saudara seibu dengan Sunang Bonang. Sesudah ayahnya meninggal, Sunan Drajat belajar dan berguru mengenai ilmu agama Islam dari Sunan Muria. Lalu beliau kembali lagi ke Desa Jelog, Pesisir Banjarwati, Lamongan Jawa Timur.

Adapun beberapa kutipan pernyataan yang ada pada suluk petuah Sunan Drajat, ialah sebagai berikut ini:

  1. Wenehono busono marang wong kang wudo artinya adalah berilah pakaian kepada orang yang telanjang.
  2. Wenehono reken wong kang wuto artinya adalah berilah tongkat kepada orang yang buta.
  3. Wenehono ngiyup marang wong kang kudanan artinya adalah berilah tempat untuk berteduh pada orang yang kehujanan.
  4. Wenehono mangan marang wong kang luwe artinya adalah berilah makan pada orang yang lapar.

Sesudah Sunan Drajat sampai di Lamongan, Beliau menyampaikan pelajaran apa yang telah diperoleh dari Sunan Muria untuk masyarakat Lamongan. Semakin hari murid Sunan Drajat semakin bertambah dan semakin banyak, hingga pada akhirnya beliau memutuskan untuk mendirikan pondok pesantren yang ada di Daleman Duwur, Desa Drajat, Paciran Lamongan, Jawa Timur.

Baca Juga: Kerajaan Islam di Indonesia Beserta Sejarah Dan Peninggalannya

5. Sunan Kalijaga – Raden Said

Sunan-Kalijogo
http://jamaluddinab.blogspot.com

Sunan Kalijaga atau Raden Said adalah salah satu seorang Sunan dalam sembilan nama-nama Sunan Wali Songo. Jika menurut sejarah Wali Songo Sunan Kalijaga adalah salah seorang Wali yang mengajarkan agama Islam secara bertahap. Caranya ialah dengan menanamkan nilai-nilai agama di dalam budaya dan juga ideologi rakyat sekitar.

Hal ini dilakukan sebab Raden Said mempunyai keyakinan kalau agama Islam telah dikenali dan telah dimengerti oleh masyarakat, maka perilaku buruk manusia pasti akan hilang dengan sendirinya.

Nama Asli Sunan Kalijaga: Raden Said.

Wilayah Dakwah Sunan Kalijaga: Demak, Jawa Tengah dan wilayah sekitarnya.

Peninggalan Sunan Kalijaga: Wayang, Gamelan, Seni Ukir, dan Suluk,

Tahun Wafat Sunan Kalijaga: 1513 M.

Makam Sunan Kalijaga: Desa Kalidangu, Demak Bintara, Jawa Tengah, Indonesia.

Menurut sejarah Wali Songo, Sunan Kalijaga ialah orang penduduk asli yang lahir di Tuban, Jawa Timur, Indonesia. Sunan Kalijaga ialah anak laki-laki dari Arya Wilatika yang mana dirinya adalah seorang tokoh pemberontak pimpinan Ronggolawe pada masa Kerajaan Majapahit.

Untuk julukan Kalijaga sendiri yang disematkan kepada beliau berdasarkan sejumlah pendapat yang diambil dari nama sebuah dusun di Cirebon. Dusun itu mempunyai nama Kalijaga, Sebab pada zaman dahulu berdasarkan cerita sejarah Sunan Kalijaga mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan Sunan Gunung Jati.

6. Sunan Kudus – Ja’far Shadiq

sunan-kudus
https://www.walisembilan.com

Sunan Kudus atau Ja’far Shadiq adalah salah seorang sunan di dalam sembilan nama-nama Wali Songo. Menurut sejarahnya Sunan Kudus adalah seorang Wali yang mewariskan budaya toleransi atar umat beragama. Untuk contohnya ialah umat Islam diajarkan untuk menyembelih kerbau di saat hari raya Idhul Adha dengan tujuan untuk menghormati masyarakat Hindu yang ada di Kudus, Jawa Tengah.

  • Nama Asli Sunan Kudus: Ja’far Shadiq.
  • Wilayah Dakwah Sunan Kudus: Kudus, Jawa Tengah, Indonesia.
  • Peninggalan sunan Kudus: Masjid Menara Kudus, Indonesia.
  • Tahun Wafat Sunan Kudus: 1550 M.
  • Makam Sunan Kudus: Kudus, Jawa Tengah, Indonesia.

Jika menurut catatan sejarah, Sunan Kudus ialah cucu dari sunan Ampel dan Dewi Condrowati dari anaknya yang bernama Syarifah. Hal ini berarti Sunan Kudus adalah keponakan dari Sunang Bonang dan sunan Drajat. Julukan Sunan Kudus yang diberikan untuknya ialah berasal dari nama tempat beliau belajar yakni Al-Quds.

– Sejarah Sunan Kudus (Sunan Ja’far Shadiq)

Di samping menimba ilmu agama Islam di Al-Quds, Yerusalem, Palestina, Sunan Kudus juga belajar agama Islam dari kedua pamannya yakni Sunan Drajat dan sunan Bonang. Selama beliau belajar di Yerusalem, Sunan Kudus banyak memperoleh tentang ilmu agama dan memperoleh ilmu pengetahuan dari para ulama Arab.

Sesudah menuntaskan belajar di Yerusalem, Sunan Kudus kembali ke Nusantara dan memulai merintis sebuah pondok pesantren. Di pondok pesantren tersebut Sunan Kudus mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam dan juga berdakwah untuk mengajak masyarakat setempat supaya beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

Ilmu yang diperoleh pada saat Sunan Kudus menuntut ilmu di Jawa dan di Timur Tengah sangat banyak. Berkat keluasan ilmu pengetahuan dan juga ilmu agama yang dimilki beliau, akhirnya masyarakat setempat meminta dengan sangat supaya Sunan Kudus menjadi pemimpin daerah Kudus.

Beliau langsung mengambil tawaran itu, sebab beliau menilai jika ini bisa menjadi salah satu kesempatan untuk menyebarkan ajaran agama Islam lebih luas lagi dari pada yang diajarkan saat itu. Ditambah lagi Sunan Kudus mempunyai kesempatan untuk mengarkan agama Islam untuk kalangan Pejabat, Priyai, dan juga Bangsawan-bangsawan pada kerajaan Jawa.

Sunan kudus juga memperoleh gelar Wali Al-ilmi yng artinya adalah orang yang berilmu sebab keluasan ilmu yang dimiliki oleh Sunan Kudus. Pada saat dirinya berdakwah di masyarakat, Sunan Kudus memakai cara berdakwah dengan menyelipkan ajaran agama Islam pada kebiasaan atau budaya rakyat setempat.

7. Sunan Muria – Raden Umar Said

sunan-muria
http://www.kabarmakkah.com

Sunan Muria atau Raden Umar Said adalah salah seorang dalam sembilan nama-nama Sunan Wali Songo. Jika Berdasarkan sejarah Wali Songo, Sunan Muria ialah salah satu tokoh Wali songo yang mempunyai metode pembelajaran agama Islam yang sangat terkenal. Metode pengajaran Sunan Muria ialah memakai tembang sinom dan tembang kinanti di dalam menyampaikan ajaran agama Islam.

Di samping itu beliau juga mewariskan sebuah budaya yang bernama kenduri. Budaya kenduri ini ialah sebuah budaya untuk mendoakan orang yang telah meninggal setelah dimakamkan. Di dalam kenduri ini ada istilah nelung dinani yang artinya adalah tiga hari, mitung dinani yang artinya adalah tujuh hari, matang puluhi yang artinya adalah empat puluh hari, nyatus yang artinya adalah seratus hari, mendak pisan, mendak pindo, nyewu yang artinya adalah seribu hari.

  • Nama Asli Sunan Muria: Raden Umar Said.
  • Wilayah Dakwah Sunan Muria: Kudus dan Pati, Jawa Tengah, Indonesia.
  • Tahun Wafat Sunan Muria: 1551 M.
  • Makam Sunan Muria: Kudus, Jawa Tengah, Indonesia.

Sunan Muria adalah putra dari Sunan Kalijaga dan istrinya adalah bernama Saroh, adik kandung dari Sunan Giri. Di dalam melakukan dakwah di masyarakat Sunan Muria memakai cara syiar dengan menyisipan nilai-nilai Islam kedalam budaya dan kesenian masyarakat setempat.

Beliau lebih akrab dan lebih suka berdakwah kepada rakyat jelata sebab mempunyai jumlah yang paling banyak dan juga mereka sangat gampang untuk menerima ilmu-ilmu baru. Di samping menyampaikan ajaran agama Islam, Sunan Muria semasa hidupnya juga bertani, melaut, dan berdagang.

8. Sunan Gunung Jati – Syarif Hidayatullah

Sunan-Gunung-Jati-
http://5antri.blogspot.com

Sunan Gunung Jati atau Sunan Syarif Hidayatullah adalah termasuk seorang Sunan di dalam sembilan nama-nama Wali Songo. Jika berdasarkan sejarah Wali Songo, Beliau adalah salah seorang tokoh Wali Songo yang sangat populer akan pesan wasiatnya.

Pesan wasiat tersebut berbunyi “Sugih bli rerawat, mlarat bli gegulat” Artinya adalah menjadi kaya bukan untuk diri sendiri, menjadi miskin bukan untuk menjadi beban bagi orang lain.

  • Nama Asli Sunan Gunung Jati: Syarif Hidayatullah.
  • Wilayah Dakwah Sunan Gunung Jati: Cirebon, Banten, dan Demak, Indonesia.
  • Peninggalan Sunan Gunung Jati: Kumangan Pintu, Kereta untuk berdakwah, dan Masjid merah Panjuran.
  • Tahun Wafat Sunan Gunung Jati: Desa Astrana, Kecamatan Gunung Jati, Cirebon Jawa Barat.

Sunan Gunung Jati adalah seorang Wali keturunan bangsawan dari Timur Tengah yang bernama Sultan Syarif abdullah Maulana. Ayah Sunan Gunung Jati ialah keturunan dari Bani Hasyim yang berasal dari Negara Palestina dan jadi pembesar di Negara Mesir.

Semasa hidupnya, Sunan Gunung Jati menyampaikan ajaran agama Islam di wilayah sekitar daerah Cirebon, Jawa Barat. Di sana Sunan Gunung Jati juga membangun sebuah pondok pesantren untuk mengajarkan ilmu agama Islam untuk masyarakat yang tinggal di Cirebon.

9. Sunan Giri – Muhammad Ainul Yakin

Sunan-Giri
https://www.brilio.net

Sunan Giri atau Muhammad Ainul Yakin adalah salah seorang Sunan yang termasuk di dalam nama-nama Sunan Wali songo. Jika berdasarkan sejarah Wali Songo, Sunan Giri ialah seorang Wali yang sangat populer akan cara penyampaian berdakwahnya yang sangat ceria untuk masyarakat.

Di dalam penyampaian dakwah, Sunan Giri juga menyelipkan ke dalam hiburan lagu permainan misalnya jamuran, cublak-cublak suweng, dan ilir-ilir.

  • Nama Asli Sunan Giri: Muhammad Ainul Yakin.
  • Daerah Penyebaran Islam Sunan Giri: Madura, Gresik, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku, Indonesia.
  • Peninggalan Sunan Giri: Masjid Giri, Tembang Asmarandana, Tembang Pucung, Telogo Pegat, dan Giri Kedaton.
  • Tahun Wafatnya Sunan Giri: 1506 M.
  • Makam Sunan Giri: Kebomas, Gresik, Jawa Timur, Indonesia.

Sunan Giri adalah putra keturunan dari ulama Islam yang sedang melakukan syiar Islam di daerah Pasai, Malaka. Tetapi karena di saat itu timbul sebuah konflik, sehingga ayah Sunan Giri menitipkan Sunan giri kepada seorang nelayan agar dibawa pergi ke Jawa.

Itulah beberapa informasi yang kami sampaikan mengenai wali songo. Mulai dari Sejarah Wali Songo, Nama-nama Asli Wali Songo, Peninggalan Wali Songo, letak makam Wali Songo, dan yang lainnya. Semoga apa yang disampaikan kali ini menambah wawasan dan ilmu bagi kamu. Terima Kasih.

Kunjungi artikel sejarah lainnya disini: https://organicvolunteers.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.