Rantai Makanan Beserta Jaring-jaring Makanan dan Contohnya

Rantai Makanan Beserta Jaring-jaring Makanan dan Contohnya

Rantai Makanan – Interaksi antar makhluk hidup yang sedang terjadi di dalam satu ekosistem terdapat sangat banyak jenisnya. Dan salah satu yang sering terjadi ialah interaksi makan dan juga di makan antar makhluk hidup yang namanya lebih kita kenal dengan rantai makanan. Di dalam proses peristiwa makan dan juga di makan itu, sesungguhnya sudah terjadi suatu proses perpindahan energi yaitu antara jenjang organisme dari tingkat trofik yang lebih rendah ke tingkat trofik yang lebih tinggi.

Seperti yang sudah kita semua ketahui, bahwa kita sebagai manusia yang hidup di bumi ini bukanlah menjadi makhluk hidup yang menempati satu-satunya di bumi ini, namun masih banyak makhluk hidup yang lainnya yang hidup berseberangan bahkan dapat dikatakan berdampingan dengan kita. Setiap makhluk hidup yang terdapat di bumi ini menjalani aktivitasnya tersendiri dengan cara mereka masing-masing guna untuk memenuhi semua kebutuhannya. Seluruh makhluk hidup bertempat pada tempatnya dan masing-masing saling berinteraksi untuk memberikan pengaruh.

Pengertian Rantai Makanan

jaring-jaring-makanan
https://www.galena.co.id

Rantai makanan ialah sehubungan proses makan dan dimakan antara makhluk hidup berdasarkan dengan urutan tertentu dengan ada yang berperan sebagai konsumen, produsen, dan dekomposer guna untuk kelangsungan hidupnya.

Perlu anda ketahui bahwa antara makhluk hidup dan juga lingkungannya, kedua hal tersebut tidak akan dapat di pisahkan, kedua hal tersebut saling mempengaruhi dan juga bergantung antara satu dengan yang lainnya. Setiap makhluk hidup pastinya menempati suatu tempat tersendiri yang mana tempat tersebut lebih di kenal dengan habitat. Interaksi antara makhluk hidup tersebut dengan lingkungan yang di tempatinya baik itu secara langsung maupun tidak langsung terjadi pada suatu tingkat organisme.

Dalam pembahasan kali ini, di sini kami akan lebih menjelaskan materi tentang rantai makanan, tetapi sebelum kita masuk lebih lanjut tentang pembahasan rantai makanan, alangkah lebih baiknya lagi kalau kita awali dengan pembahasan singkat mengenai tentang hal apa saja yang sangat berpengaruh dengan rantai makanan.

Di dalam suatu tempat, pastinya tidak mungkin kalau tempat tersebut hanya di huni oleh satu macam populasi saja. Namun terdapat banyak sekali populasi yang hidup di dalam satu tempat yang sama. Perkumpulan dari beberapa populasi yang saling berinteraksi itu di namai dengan komunitas. Pada umumnya komunitas tersebut bisa terdiri dari kompetisi, predasi, dan simbiosis.

Interaksi yang sedang berlangsung antar populasi Pada Rantai Makanan

Interaksi yang sedang berlangsung antar populasi akan sangat mempengaruhi kerapatan dan juga distribusi populasi di antara dua populasi. Pengaruh yang besar terhadap dua populasi itu pada akhirnya akan berpengaruh kepada struktur dan komposisi komunitas. Suatu ekosistem akan terbentuk dari ekosistem dan lingkungannya.

Komunitas yang asalnya dari satu ekosistem dipastikan akan berinteraksi erat antara satu dengan yang lainnya dan juga akan berinteraksi secara langsung dengan lingkungan abiotik. Interaksi yang sedang di lakukan oleh suatu organisme dengan lingkungannya tersebut tujuannya adalah untuk kelangsungan hidupnya. Kelangsungan hidup suatu organisme akan memerlukan energi yang banyak.

Energi untuk kelangsungan hidup tersebut di dapat dari bahan organik. Energi dari bahan organik tersebut di namakan sumber energi kimia. Bahan organik yang sudah mengandung energi serta unsur-unsur kimia penting yang lainnya selanjutnya akan di kirim dari satu organisme ke organisme yang lain. Perpindahan langsung energi kimia dan unsur hara tersebut akan berlangsung melewati proses makan memakan.

Menurut Charles Elton, seorang biologi ternama dari Universitas Oxford pada tahun 1920- an menyadari bahwa sebuah rantai makanan memang bukanlah suatu unit-unit yang terisolasi, namun saling bertautan langsung dalam proses jejaring makanan.

Seorang ahli Ekologi bisa merangkum tentang adanya hubungan teotritik suatu ekosistem yaitu dengan cara membuat diagram jejaring makanan dengan anak panah dan langsung menautkan spesies berdasarkan apa sedang memakan apa.

Pengertian Jaring-jaring Makanan

contoh-jaring-jaring-makanan
https://informazone.com

Jaring-jaring makanan ialah gabungan dari rantai-rantai makanan yang saling berhubungan dan di gabungkan saling tumpang tindih pada suatu ekosistem.

Terus apa yang membedakan rantai makanan dengan jaring-jaring makanan? Yang membedakannya ialah organisme yang terkumpul pada jaring-jaring makanan memiliki beberapa jenis organisme yang bisa di pilih menjadi makanannya.

Sedangkan untuk rantai makanan, organisme yang sedang menjadi konsumen hanya mempunyai satu pilihan makanan saja. Walaupun sudah tersedia beberapa makanan, namun jumlahnya lebih sedikit kalau dibandingkan dengan organisme yang terdapat pada jaring-jaring makanan.

Struktur Trofik

Peristiwa langsung yang terjadi antara makan dan dimakan antar organisme dalam sebuah ekosistem akan membentuk suatu struktur tfofik. Struktur trofik ini terdiri dari berbagai tingkat trofik. Setiap tingkat dari trofik adalah kumpulan dari berbagai organisme yang sumbernya adalah makanan tertentu.

Struktur dan dinamika sebuah komunitas bergantung pada hunungan makan dan di makan antara organisme- struktur trofik (trophic structure) komunitas itu sendiri. Transfer energi makanan ke tiingkat atas trofik langsung dari sumbernya pada tumbuhan dan organisme autotrof lain (produsen primer) melewati herbivora, karnivora (konsumen sekunder, tersier, dan kuantener) dan akhirnya letak dekomposer itu disebut dengan rantai makanan.

Tingkat trofik yang paling utama di sini ialah kelompok organisme bagian autotrof. Yang di maksud dengan organisme autotrof di sini ialah suatu organisme yang bisa membuat makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari langsung, yakni fitoplankton dan tumbuhan.

Tetapi, juga ada beberapa jenis autotrof yang sama sekali tidak memakai energi sinar matahari secara langsung untuk menghasilkan bahan organik. Organisme seperti ini dinamakan kemoautotrof. Organisme tersebut memakai energi panas bumi, misalnya hidrogen sulfat. Contoh energi autotrof ialah bakteri sulfur.

Produsen

Dalam struktur trofik, organisme autotrof dinamakan dengan produsen. Seperti yang sudah di jelaskan sebelumnya, produsen (organisme autotrof) ialah makhluk hidup yang bisa membuat makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari secara langsung. Proses pembuatan makanan dengan bantuan sinar matahari ini pada umumnya dinamakan dengan proses fotosintesis.

Sebagai penyedia, biasanya produsen tidak akan memakan makhluk hidup yang lain, namun di makan. Produsen makanan ekosistem darat ialah berupa tumbuhan hijau. Untuk produsen pada ekosistem perairan danau atau laut biasanya berupa ganggang hijau biru, dan juga bakteri berklorofil. Kedua kelompok organisme itu membentuk fitoplankton. Di samping fitoplankton, produsen yang ada pada ekosistem air dapat berupa ganggang atau tumbuhan hijau.

Konsumen

Tingkat trofik yang kedua dari struktur trofik sebuah ekosistem yakni di tempati oleh berbagai jenis organisme yang tidak bisa membuat bahan organik sendiri. Organisme yang tidak bisa membuat bahan organik sendiri dinamakan dengan heterotrof.

Bahan organik tersebut di peroleh dengan cara memakan organisme atau sisa-sisa organisme yang lain sehingga organisme heterotrof itu di namakan dengan konsumen. Konsumen itu sendiri umumnya terdiri dari konsumen primer pada tingkat trofik kedua, konsumen sekunder pada tingkat trofik yang ke tiga, dan konsumen tersier pada tingkat trofik yang ke empat atau tingkat yang terakhir.

Konsumen tingkat 1 (konsumen primer) yakni, suatu organisme yang langsung memakan produsen. Organisme tersebut dinamakan dengan herbivora. Contoh konsumen yang terdapat di darat adalah serangga, siput, burung pemakan buah-buahan atau biji-bijian, dan berbagai jenis mamalia.

Konsumen tingkat 2 (konsumen sekunder) yakni, suatu organisme yang langsung memakan konsumen primer (herbivora). Konsumen sekunder itu di namakan dengan karnivora karena memakan hewan. Hewan yang tergolong ke dalam konsumen sekunder ini pada umumnya memiliki bentuk tubuh yang kecil. Jadi pada umumnya di sebut juga dengan nama karnivora kecil. Contoh hewan yang tergolong konsumen sekunder di darat ialah katak, burung, ayam, laba-laba, dan lain-lain.

Konsumen tingkat 3 (konsumen tersier) yakni, konsumen yang memakan langsung konsumen sekunder. Konsumen tersier tersebut pada umumnya di namakan dengan karnivora besar. Contoh beberapa konsumen tersier ialah burung elang, harimau, burung hantu, paus, hiu, dan lain-lain.

Dekomposer

Apakah yang di maksud dengan dekomposer itu? Dekomposer ialah organisme yang tugasnya untuk mengurai bangkai-bangkai makhluk hidup. Dekomposer tersebut memakan semua makhluk hidup pada semua trofik. Organisme tersebut tugasnya mengubah zat organik menjadi zat anorganik.

Jalur makan dan juga di makan pada organisme pada suatu tingkat trofik ke tingkat trofik berikutnya yang membentuk urutan suatu arah tertentu tersebut ialah suatu rantai makanan. Rantai makanan yang awalnya dari produsen di sebut rantai makanan rerumput. Misalnya : Rumput → belalang → burung kecil → burung elang.

Rantai makanan ini bisa dimulai bukan dari produsen. Namun bisa juga di mulai dari detritus. Yang di maksud dengan detitrus di sini ialah partikel-partikel organik hasil dari penguraian berbagai organisme mati dan juga sisa dari organisme. Sisa organisme seperti runtuhan ranting maupun dedaunan yang diraikan langsung oleh dekomposer, kotoran hewan.

Detritus adalah makanan utama bagi suatu organisme misalnya seperti cacing, rayap, kecoa, dan keluwing. Detritus bisa membentuk rantai makanan yang di namakan dengan detrivitor. Contoh makanan dari detrivitor ialah : hancurnya kotoran hewan → nematoda → kutu acarina → kalajengking. Contoh yang lainnya ialah : daun yang telah diuraikan → cacing tanah → ayam → manusia.

Read: Hewan Vertebrata Beserta Pengertian, Ciri-ciri, Dan Contohnya Lengkap

Alur dari rantai makanan pada biasanya seperti di bawah berikut ini:

Rantai Parasit

Tipe rantai ini adalah tipe rantai makanan yang mana organisme yang berukuran kecil memakan organisme yang berukuran lebih besar.

Contoh : Sapi → Kutu → Burung Jalak → Elang

Rantai Perumput

Tipe ini adalah rantai makanan yang awalnya dari mata rantai dimulai dari tumbuhan atau produsen. Jadi urutannya ialah tumbuhan sebagai tingkat 1 lalu hewan herbivora ialah tingkat 2 lalu untuk tingkat yang ke 3 dan selanjutnya ialah hewan karnivora.

contoh : Padi → Burung Pipit → Ular → Elang

Rantai Detritus

Dan untuk tipe rantai ini, awalnya mulai dari mata rantai nya dimulai dari organisme pengurai. Hasil remukan atau hasil busukan dari bahan-bahan yang telah terurai setelah itu dimakan oleh rayap, cacing dan yang lainnya.

Contoh : Sampah Kayu → Rayap → Ayam → Ular

Rantai Makanan Di Laut

Fitoplankton (produsen pimer)

Zooplankton (konsumen primer)

Karnivor (konsumen sekunder)

Karnovor (konsumen tersier)

Karnovor (konsumen kuantener)

dekomposer (pengurai)

Rantai Makanan Di Darat

Tumbuhan (produsen primer)

Herbivor (konsumen primer

Karnivor (konsumen sekunder)

Karnovor (konsumen tersier)

Karnivor (konsumen kuartener)

Dekomposer (pengurai)

Anak panah tersebut menandakan bahwa energi dan nutrien yang melalui tingkat-tingkat trofik di dalam sebuah komunitas pada organisme saling memakan. Jalur trofik tersebut juga bisa menentukan daur unsur-unsur kimia yang terdapat di alam karena di dalam sebuah makanan pastinya memiliki energi dan materi.

Walaupun di dalam keterangan yang disebutkan di atas jumlah organismenya berjumlah lima, tetapi pada aplikasinya jumlah organismenya ialah menyesuaikan dapat kurang dapat lebih.

Dalam sebuah ekosistem, tidak akan mungkin hanya terjadi satu ekosistem saja. Suatu detrius atau suatu jenis produsen bisa dimakan oleh berbagai konsumen primer. Suatu konsumen primer tersebut juga bisa dimakan oleh berbagai produsen atau detrius.

Pencabangan rantai makanan terdapat di setiap tingkat trofik. Contohnya, tanaman air di samping di makan oleh bebek, ternyata juga dimakan oleh kelompok molusca misalnya seperti bekicot. Beberapa konsumen lain memangsa organisme ada beberapa tingkat trofik. Contohnya seperti bangau bisa langsung memangsa konsumen primer (contoh ikan tawes), namun selain itu juga memangsa konsumen tingkat tinggi contohnya ikan gurame.

Organisme pemakan segalanya, yakni pemakan konsumen dan produsen dari berbagai trofik. Organisme yang memakan segalanya tersebut di namakan dengan omnivora. Contohnya saja seperti manusia. Dengan begitu, di dalam suatu ekosistem hubungan makan dan juga di makan sangat kompleks, saling berkaitan antara satu dengan yang lain dan bercabang sehingga terbentuklah jaring-jaring makanan.

Aliran Energi

aliran-energi-rantai-makanan
http://rizkiyapedrovalenzwa.blogspot.com

Cahaya matahari adalah sumber terpenting bagi kehidupan makhluk yang ada di muka bumi ini baik itu hewan, tumbuhan, atau manusia. Cahaya matahari tersebut masuk pada komponen biotik melewati produsen. Oleh produsen, energi dari cahaya matahari tersebut diubah menjadi energi kimia. Energi kimia tersebut berupa tanah maupun air. Air sebagai pelarut unsur-unsur kimia ialah merupakan komponen terbesar penyusun tubuh suatu organisme.

Air disini juga mengalami daur ulang di alam. Daun ulang air dan unsur-unsur kimia yang lainnya melibatkan makhluk hidup dan batuan (geofisik) sehingga disebut daur ulang biogekimia. Di bawah berikut ulasan mengenai daun air, karbon, nitrogen, dan sulfur.

Daun Air

Air di atmosfer berada dalam bentuk berupa uap air. Uap air disini asalnya dari daratan dan laut yang sudah menguap karena panas dari cahaya matahari. Sebagian besar air yang terdapat di atmosfer berasal dari lautan karena tiga per empat bagian bumi ini adalah laut. Uap air di atmosfer langsung terkondensasi menjadi sebuah awan yang turun ke daratan dan laut dalam bentuk hujan. Air hujan di daratan langsung masuk ke dalam tanah yang membentuk air permukaan dan air tanah.

Tumbuhan darat menyerap air langsung yang berada di dalam tanah. Di dalam tubuh tumbuhan air tersebut mengalir melewati tumbuhan. Setelah itu melewati transpirasi uap air yang langsung dilepaskan oleh tumbuhan ke atmosfer.

Hewan langsung memperoleh air dari permukaan serta di peroleh dari tumbuhan dan hewan yang dimakan langsung, sedangkan untuk manusia memakai sekitar seperempat air yang berada di tanah, sebagian air tersebut keluar dari dalam tubuh manusia dan sebagian besar lagi sebagai keringat dan urin. Air permukaan dan air tanah tersebut langsung mengalir ke danau, sungai, lalu ke laut.

Daun Karbon

Unsur karbon yang terdapat di atmosfer ialah berbentuk karbondioksida (CO2). Karbondioksida tersebut masuk ke dalam komponen biotik melewati produsen. Pemakaian karbondioksida oleh produsen ialah untuk membentuk suatu karbon yang merupakan glukosa yang dihasilkan langsung melewati proses fotosintesis. Bahkan organik itu langsung di salurkan kepada hewan ataupun manusia melewati rantai makanan.

Respirasi oleh organisme heterotrof atau organisme autotrof menghasilkan karbondioksida secara langsung. Kebutuhan tumbuhan akan karbondioksida di sini hampir sepenuhnya seimbang dengan pengeluaran karbondioksida oleh respirasi organisme.

Kalau pada bagian tumbuhan, bagian yang banyak mengandung karbon ialah kayu dan batang. Kalau pada manusia dan hewan, yang banyak mengandung karbon ialah terdapat ada tulang yakni berupa bahan organik. Manusia, tumbuhan, dan hewan yang sudah mati akan langsung diuraikan langsung menjadi karbondioksida.

Dalam kerak bumi, bisa langsung ditemukan karbon dalam bentuk batu bara dan dalam bentuk minyak bumi yang mana keduanya merupakan bahan bakar fosil. Yang menyebabkan terjadinya tidak keseimbangan bisa di sebabkan dengan jumlah karbon yang berada di atmosfer dan juga bahan bakar yang di pakai oleh manusia.

Daun Sulfur

Tumbuhan menyerap sulfur dalam bentuk sulfat (S04). Perpindahan suatu sulfat tersebut langsung melewati proses rantai makanan. Bakteri langsung bertugas menguraikan komponen organik dari suatu makhluk hidup yang sudah mati. Desulfobio dan Desulfomaculumi adalah bakteri yang terliat langsung dalam daun sulfur.

Fungsi dari bakteri itu ialah mereduksi sulfat menjadi sulfida dan langsung dijadikan ke dalam bentuk hidrogen sulfida (H25). Sulfur tersebut di oksidasi menjadi sulfat oleh bakteri kemolitorof seperti Thiobacillus.

Batas Panjang rantai Makanan

Setiap rantai makanan dan setiap jaring-jaring makanan dalam sebuah jaring makanan pada umumnya hanya terdapat beberapa mata rantai. Di dalam jejaring antartik, sangat jarang terdapat lebih dari tujuh mata rantai dari produsen sampai predator dalam tingkat puncak apapun, dan juga sebagian besar rantai mempunyai rantai yang panjangnya lima mata rantai atau bahkan bisa kurang.

Di sini menerangkan kenapa rantai makanan tersebut cenderung pendek. ini terjadi karena ada dua hipotesis, yang pertama adalah hipotesis energi (energetyc hypotesis), yang menyarankan bahwa panjang dari rantai makanan tersebut di batasi oleh ketidak efisienan transfer energi di sepanjang rantai makanan.

Hipotesis energi tersebut memprediksi bahwa rantai makanan akan relatif jauh lebih panjang pada habitat-habitat dengan produksi fotosintetik yang jauh lebih tinggi. Karena, energi awal dari rantai cenderung lebih besar dibandingkan di habitat-habitat dengan produksi fotosintetik yang lebih rendah.

Hipotesis yang kedua ialah hipotesis stabilitas dinamus (dynamic stability hypothesis) menunjukkan bahwa rantai makanan yang lebih panjang akan kalah dibandingkan rantai makanan yang lebih pendek. Fluktuasi di tingkat trofuk yang lebih besar tersebut di lipat gandakan oleh tingkat-tingkat yang lebih tinggi lagi, sehingga hal tersebut berpotensi akan menyebabkan kepunahan lokal predator puncak.

Di dalam suatu lingkungan yang berubah-ubah, predator yang paling atas atau predator puncak harus mampu pulih dari kejaran lingkungan (contohnya musim dingin yang sangat ekstrem) yang bisa mengurangi suplai makanan sampai ke puncak rantai makanan. Semakin panjang rantai makanan, maka akan semakin lambat predator puncak pulih dari perubahan lingkungan. Hipoteses tersebut memprediksi bahwa rantai makanan akan lebih pendek di lingkungan yang berubah-ubah secara tidak terduga.

Sebagian besar data yang ada, sangat mendukung hipoteses energi. Contohnya, para ahli ekologi sudah memakai komunitas lubang-lubang pohon di hutan tropis sebagai model-model percobaan untuk menguji hipoteses energi.

Banyak pohon mempunyai parut cabang kecil yang membusuk, sehingga langsung membentuk lubang pada bagian pohon. Lubang pohon menampung air dan menjadi habitat bagi komunitas kecil yang terdiri atas mikroorganisme dan serangga pemakan daun yang sudah mati.

Contoh-contoh Rantai Makanan

contoh rantai makanan-yang-lengkap
http://www.ebiologi.net

♦Ekosistem hutan

Rumput → kelinci → ular belang → ular piton → burung elang → dekomposer

 

Rumput → rusa → harimau → singa

♦Ekosistem sawah

Padi → belalang → burung cicit → burung elang → dekomposer

 

Padi → tikus → ular → burung gagak → dekomposer

♦ Ekosistem laut

Rumput laut → cumi-cumi → anjing laut → paus besar

♦ Ekosistem sungai

Lumut → ikan kecil → ikan besar → burung → pengurai

 

Tumbuhan air →  ikan kecil → burung bangau → dekomposer

Itulah penjelasan lengap yang dapat kami sampaikan mengenai rantai makanan. Semoga penjelasan dari kami memberikan pemahaman, menambah wawasan dan menambah ilmu anda. Terima kasih.

Kunjungi artikel lainnya disini: https://organicvolunteers.com

Tinggalkan komentar