Perdagangan Internasional, Pengertian, Bentuk, Faktor Pendorong

Perdagangan Internasional, Pengertian, Bentuk, Faktor Pendorong

Perdagangan Internasional – Hallo para pembaca, apa kabar kalian? pasti semuanya baik-baik saja kan? Kali ini saya akan menyajikan sebuah informasi mengenai perdagangan internasional. Mulai dari pengertian perdagangan internasional, bentuk, faktor, pendorong, manfaat, dampak, dan yang lainnya. Namun sebelum kita masuk ke bentuk, faktor, dampak, dan yang lainnya apakah kamu tahu apa itu yang dimaksud dengan perdagangan Internasional? Nah, tepat sekali artikel ini akan menjawab rasa penasaran kamu mengenai apa itu yang dimaksud dengan perdagangan internasional? Mari langsung saja simak pengertiannya di bawah ini.

Pengertian Perdagangan Internasional

Yang dimaksud dengan perdagangan internasional ialah suatu kegiatan transaksi jual beli yang dilakukan oleh dua orang individu antar negara, atau seorang individu dengan pemerintah atau negara, atau transaksi jual beli yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara yang lain.

Umumnya perdagangan internasional meliputi ekspor dan impor barang. Kegiatan transaksi yang dilakukan bisa berupa transaksi jual beli jasa atau barang. Kalau dibandingkan dengan perdagangan yang terdapat di dalam negeri, perdagangan internasional jauh lebih kompleks. Perdagangan yang sedang terjadi masih di dalam suatu negara yang sama jauh akan lebih gampang kalau dibandingkan dengan perdagangan yang dilakukan antar negara.

Perdagangan internasional harus melewati batas-batas negara yang mempunyai aturan yang berbeda-beda. Di samping itu perbedaan mata uang, bahasa, timbangan dan taksiran harga, hokum perdagangan yang berbeda juga membuat perdagangan antar negara ini menjadi lebih sulit. Terjadinya perdagangan internasional adalah salah satu bentuk interaksi social yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya ialah sebab suatu negara tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan negaranya sendiri tanpa bantuan negara lain. Baik itu kebutuhan sumber daya manusianya ataupun sumber daya alam yang dimiliki. Di samping itu, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perdagangan itu. Di bawah ini faktor-faktor yang mendorong terjadinya perdagangan antar negara tersebut.

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

1. Perbedaan kekayaan sumber daya alam

Kondisi alam suatu negara dengan negara yang lain pasti mempunyai kekayaan alam yang berbeda-beda. Hal inilah yang membuat suatu negara untuk melakukan sebuah interaksi dengan negara yang lainnya supaya dapat memenuhi segala kebutuhan negaranya dengan melakukan kerjasama internasional dalam bentuk perdagangan internasional.

Suatu negara akan sangat jarang jika mempunyai sumber daya alam yang lengkap. Oleh sebab itu, negara-negara itu tidak dapat untuk memenuhi kebutuhan negarabta sendiri. Contohnya seperti Jepang untuk memenuhi kebutuhan timahnya mengimpor timah dari Indonesia, sedangkan untuk Indonesia mengimpor motor dari Jepang, sebab indonesia belum mampu memproduksi motor sendiri maka hal ini dianggap lebih hemat dan lebih efisien.

2. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi informasi dan digital, akan mendorong setiap negaranya untuk selalu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) yang dimiliknya untuk dapat bersaing di kancah internasional dengn saling melakukan ekspor atau impor barang dari suatu negara ke negara yang lain.

Salah satu contoh yang mendorong terjadinya perdagangan internasional ini ialah dengan kemampuan penguasaan teknologi yang berbeda bidang tertentu. Seperti Indonesia yang mengimpor minyak dari negara bagian timur tengah padahal Indonesia sendiri merupakan negara penghasil minyak. Namun karena keterbatasan kemampuan mengolah minyak yang tidak dimiliki, membuat Indonesia harus mengekspor minyak mentahnya dan mengimpornya kembali dalam bentuk bahan bakar yang sudah siap untuk dipakai.

3. Kebebasan ekonomi

Terdapatnya kebebasan ekonomi membuat sebuah peluang untuk menambah kekayaan negara. Terdapatnya transaksi jual beli antar negara satu dengan negara lain akan meningkatkan devisa negara. Liberalisme ekonomi atau kebebasan ekonomi mendorong seluruh produen untuk meningkatkan kualitas barangnya supaya bersaing di dalam pasar internasional tanpa terdapatnya aturan yang mengekang. Sebab, setiap negara mempunyai aturan perdagangan masing-masing namun dengan terdapatnya kebebasan ekonomi membuat interaksi antar negara akan semakin gampang dan mendorong perdagangan internasional.

4. Perbedaan selera

Perlu untuk diketahui jika selera ternyata bisa menimbulkan perdagangan internasional. Terjadinya perbedaan sistem politik, perbedaan kebudayaan, pandangan hidup, dan tatanan sosial menyebabkan terjadinya selera kepada berbagai jenis komoditas.

5. Perbedaan iklim

Perbedaan iklim di setiap negara menyebabkan terbatasnya potensi sumber daya alam. Akibatnya, tidak semua barang untuk memenuhi kebutuhan bisa dipenuhi sendiri oleh negara itu. Oleh sebab itu, negara akan mengimpor dari negara lain.

6. Keinginan memperluas pasar dan menambah keuntungan

Ada kalanya para produsen menjalankan produksinya dengan tidak maksimal sebab takut mengakibatkan kelebihan produksi sehingga menyebabkan kerugaian. Tetapi, beberapa produsen sengaja melakukan produksi besar-besran untuk menambah keuntungan sehingga akan mendorong mereka untuk melakukan perdagangan internasional.

7. Kelebihan atau kekurangan produk dalam suatu negara

Kelebihan produk dalam suatu negara (surplus) dan kekurangan kas di dalam suatu negara (defisit) ialah suatu hal yang terjadi sebab terdapatnya perbedaan sumber daya alam dan kemajuan antara negara satu dengan negara yang lainnya. Terjadinya surplus menyebabkan negara yang bersangkutan akan menjual hasil produknya ke negara lain. Sedangkan untuk negara yang mengalami defisit akan membeli barang dari luar negeri melewati perdagangan internasional.

8. Keinginan mendapatkan keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara

Perdagangan internasional bisa meningkatkan pendapatan suatu negara. Hal ini akan mendorong setiap negara melakukan perdagangan internasional baik impor ataupun ekspor. Keuntungan itu diperoleh dari pajak aktivitas impor dan ekspor, juga hasil ekspor barang produksi itu sendiri.

9. Adanya kelebihan produk dalam negeri

Terkadang suatu negara melakukan produksi secara besar-besaran sehingga hal tersebut menimbulkan kelebihan produk. Untuk menghindari kerugian, mereka harus menjualnya ke pasar yang lebih luas. Oleh sebab itu, kelebihan barang produksi bisa mendorong perdagangan internasional.

10. Keinginan membuka kerjasama, hubungan politik dan dukungan dari negara lain

Perdagangan internasional bisa menimbulkan rasa persahabatan untuk kedua negara. Oleh sebab itu, perdagangan internasional bisa dijadikan alasan untuk melakukan hubungan internasional bagi suatu negara.

11. Terjadinya era globalisasi

Era globalisasi mengakibatkan suatu negara tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, sehingga barang atau jasa bebas untuk masuk ke negara lain.

Berdasarkan ulasan di atas bisa disimpulkan jika faktor pendorong terjadinya internasional ialah adanya rasa saling membutuhkan. Di samping itu karena terpaksa dengan adanya era globalisasi dunia, sehingga mau tidak mau setiap negara harus terlibat di dalamnya.

Bentuk Perdagangan Internasional

Secara umum bentuk perdagangan internasional ada tiga, berikut ini ulasannya:

1. Perdagangan bilateral

Perdaagangan bilateral ialah perdagangan yang dilakukan antar dua negara.

2. Perdagangan regional

Perdagangan regional ialah perdagangan yang dilakukan oleh negara-negara yang berada pada lingkup kawasan tertentu, Contohnya ASEAN, negara uni Eropa.

3. Perdagangan multirateral

Perdagangan multirateral ialah perdagangan antar negara tanpa dibatasi kawasan tertentu.

Manfaat Perdagangan Internasional

Perdagangan-Internasional-
https://perpustakaan.id

Terdapak banyak manfaat perdagangan internasional, baik itu untuk pemerintah ataupun untuk masyarakat yang berperan dalam perdagangan. Manfaat pedagangan internasional diantaranya ialah:

1. Meningkatkan devisa negara

Dengan melakukan transaksi jual beli antar negara, pasti akan menaikkan devisa pendapatan negara. Keluar masuknya barang perdagangan akan membayar pajak yang dikenakkan di tiap-tiap negara. Negara akan memperoleh dan meingkatkan nilai devisa yang pasti akan menguntungkan untuk kedua belah negara.

2. Keuntungan spesialisasi

Keuntungan spesialisasi yang dimaksud disini ialah kekhususan produksi suatu negara terhadap barang tertentu. Walaupun satu negara dengan yang lain bisa memproduksi barang yang sama, namun akan bersaing untuk membuat barang yang lebih bagus dan lebih murah.

Maka otomatis negara yang lain akan lebih memilih negara itu untuk mengimpor barang produksinya. Contohnya saja negara Jepang yang mempunyai kekhususan di dalam memproduksi kendaraan bermotor sehingga Indonesia jauh lebih efisien dan jauh lebih hemat kalau melakukan impor motor dari negara Jepang.

3. Memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan

Dengan perbedaan daerah yang lebih jauh kalau dibandingkan dengan perdagangan dalam negeri, hal ini akan memperluas jangkauan pasar perdagangan. Perdagangan internasional mendorong untuk melakukan proses produksi secara optimal sehingga seorang pengusaha akan menajalankan mesin-mesin produksinya dengan maksimal. Dengan tinginya tingkat produktivitas pastinya hal ini akan mempengaruhi meningkatnya pendapatan yang diperoleh.

4. Mempermudah memenuhi kebutuhan hidup

Sebab kondisi alam setiap negara mempunyai sumber daya yang berbeda-beda, baik dari segi geografis, iklim, tingkat ilmu penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologinya, dan sebagainya membuat suatu negara tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri-sendiri. Dengan melakukan kerjasama internasional berupa perdagangan internasional akan mempergampang suatu negara untuk memperoleh pemenuhan kebutuhan hidupnya yang tidak di produksi di dalam negaranya.

5. Peningkatan teknologi

Terjadinya interaksi antar negara membuat suatu negara terdorong untuk mempelajari ilmu-ilmu dan teknologi yang baru di dalam meningkatkan alat-alat produksi negaranya. Bertambahnya ilmu pengetahuan itu otomatis akan meningkatkan kualitas alat-alat yang lebih gampang, lebih praktis, dan lebih efisien dan pastinya lebih menekan biaya produksi. Sehingga hal itu akan meningkatkan pendapatan dari negara itu.

6. Menstabilkan harga

Dengan melakukan jual beli antar negara, hal ini akan membantu menekan biaya produk tertentu yang dianggap kurang stabil pada negara itu. Contohnya Indonesia dengan mengimpor daging sapi dianggap bisa menurunkan harga daging sapi yang terdapat di dalam negeri sedang melambung tinggi sehingga dapat mengembalikan harga kembali menjadi harga yang normal.

Read: Pasar Oligopoli|Pengertian, Contoh, Jenis, Lengkap

7. Memperluas kesempatan kerja

Terdapatnya transaksi perekonomian yang lebih luas akan membuka lapangan kerja yang baru yang jauh lebih luas. Perdagangan internasional meningkatkan ketersediaan lapangan kerja untuk para pekerja yang sedang memerlukan sehingga akan dapat mengurangi angka pengangguran.

8. Meningkatkan kemakmuran suatu negara

Perdagangan yang dilakukan antar negara sangat mempengaruhi tingkat pendapatan sebuah negara. Dengan terdapatnya kegiatan transaksi jual beli ini akan meningkatkan pemenuhan keperluan kehidupan suatu negara. Dengan demikian akan meningkatkan pendapatan negara dan bisa meningkatkan kemakmuran juga kesejahteraan rakyatnya.

Jenis Perdagangan Internasional

Terdapat beberapa jenis perdagangan internasional yang dilakukan antar negara atau seelompok negara. Sesuai dengan pengertian perdagangan internasioanl, di bawah ini ialah beberapa jenis perdagangan internasional.

1. Ekspor dan Impor

Ekspor dan impor merupakan bentuk perdagangan internasional yang paling sering dilakukan. Terdapat dua cara untuk melakukan ekspor, yakni ekspor biasa (melalui ketentuan yang berlaku) dan ekspor tanpa L/C (barang boleh dikirim melalui izin departemen perdagangan).

2. Konsinyasi

Konsinyasi ialah penjualan dengan pengiriman barang ke luar negeri yang mana belum ada pembeli tertentu di luar negeri. Penjualannya bisa dilakukan melalui pasar bebas atau bursa dagang dengan cara lelang.

3. Barter

Sekarang ini, barter atau pertukaran barang dengan cara barter masih sering dilakukan di dalam perdgangan internasional. Jenisnya meliputi, switch barter, direct barter, counter purchase, dan bay back barter.

4. Package deal

Perdagangan yang dilakukan melewati perjanjian dagang (trade agremeent) dengan negara lain.

5. Border crossing

Perdagangan yang muncul dari dua negara yang saling berdekatan untuk mempergampang penduduknya saling melakukan transaksi.

Perdagangan internasional menjadi agenda penting dari suatu negara bukan hanya sekedar keuntungan komersial semata, tetapi juga dari segi kerjasama antar bangsa.

Teori Perdagangan Internasional

teori-perdagangan-internasional-
https://pengusahadunia.com

Secara umum ada dua teori yang mendasarinya, yakni:

1. Teori keunggulan mutlak

Teori keunggulan mutlak ini menyatakan jika perdagangan internasional akan memberikan keunggulan pada negara yang bisa memproduksi dengan harga yang jauh lebih renda jika dibandingkan dengan harga yang ditetapkan di negara lain. Ilustrasi akan diberikan pada tabel berikut ini:

keunggulan-mutlak-komparatif-
https://www.studiobelajar.com

Karena negara A mempunyai efisiensi di dalam memproduksi buku sementara untuk negara B mempunyai efisiensi di dalam memproduksi pensil, maka perdagangan antara negara A dan B memberikan keuntungan kalau A menjual buku dan B menjual pensil.

2. Teori keunggulan komparatif

Berdasarkan teori ini, walaupun suatu negara tidak mempunyai keunggulan mutlak di dalam memproduksi barang, negara itu bisa melakukan perdagangan internasional pada barng yang paling produktif dan efisien untuk diproduksi. Ilustrasinya akan dibhasa pada tabel di bawah ini:

teori-keunggulan-komparatif
https://www.studiobelajar.com

Kalau kita lihat pada dasarnya negara A mempunyai keunggulan baik di dalam produksi pensil ataupun produksi buku. Walaupun demikian, biaya relatif pensil yang diproduksi di negara A lebih besar jika dibandingkan negara B (1 pensil di negara A = 2 buku di negara A, Sementara 1 pensil di negara B bisa melakukan perdagangan, dengan A memproduksi buku dan B memproduksi pensil.

Contoh-contoh Perdagangan Internasional Paling Populer

Berikut ini ulasan contoh-contoh perdagangan internasional paling populer:

1. AFTA ( ASEAN Free Trade Area)

AFTA atau Asan Free Trade Area ialah sebuah kerjasama yang dihasilkan dari kesepakatan dan persetujuan antara negara-negara di Asia Tenggara dalam sektor perdagangan produk lokal. Indonesia ialah termasuk negara dari anggota AFTA. Bukan hanya Indonesia saja, negara yang lainnya seperti Brunai, Malaysia, Thailand, Vietnam, Philipina, Singapura, dan Negara Asia Tenggara yang lainnnya.

AFTA resmi didirikan pada tanggal 1995 dengan tujuan mengembangkan daya saing dalam proses produksi untuk perdagangan internasional. Oleh sebab itu, admin mencantumkan AFTA sebagai salah satu contoh dari perdagangan internasional yang paling gampang untuk dimengerti.

2. APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation)

Asia-Pacific Economic Cooperation atau kalau dalam bahasa Indonesia berarti kerja sama Ekonomi Asia Pasifik ini adalah sebuah organisasi kerjasama yang dibentuk oleh negara-negara Asia-Pasifik. APEC dibentuk pada tahun 1989.

APEC adalah organisasi antar negara Asia-Pasifik di dalam sektor ekonomi dengan tujuan meningkatkan kerjasama dan perdagangan bebas dalam wilayah Internasional.

3. NAFTA (North Free Trade Area)

NAFTA ialah singkatan dari North America Free Trade Asia atau dalam bahasa Indonesia yang artinya Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara. NAFTA adalah organisasi ekonomi dalam sektor perdagangan internasional.

NAFTA dibentuk pada tahun 1994 dengan tiga negara anggota yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. NAFTA bertujuan untuk mengontrol kegiatan ekonomi di wilayah Amerika Utara.

4. Ekspor dan Impor

Seperti yang sudah kita ketahui jika perdagangan internasional memang sudah menjadi hal yang tidak asing lagi bagi kita. Kegiatan perdagangan internasional telah dilakukan sejak zaman dahulu. Tidak sedikit bukti sejarah yang menjelaskan jika perdagangan internasional memang telah terjadi sejak dahulu kala. Di dalam perdagangan internasional, terkenal dengan dua istilah yang dilakukan antar negara dan sangat sederhana yakni ekspor dan impor.

Ekspor adalah suatu kegiatan menjual barang atau jasa ke negara lain atau kegiatan pengeluaran barang dari area kepabeanan suatu negara, sedangkan impor ialah kegiatan membeli barang atau jasa dari negara lain atau suatu kegiatan memasukkan barang dari luar area kepabenanan suatu negara kedalam negeri.

5. E- commerce

E-commerce ini berbasis online trading juga mengandalkan sistem elektronik dan akses melalui internet. Di samping itu, E-commerce bertujuan untuk mempergampang para pemakainya untuk membeli sebuah produk ataupun jasa dengan cara yang efisien dan efektif.

Dengan E-commerce kamu tidak perlu keluar rumah hanya untuk sekedar membeli sebuah barang, semua dapat dilakukan di rumah dengan mengakses E-commerce yang ada. Sungguh gampang bukan?

Dampak Negatif Perdagangan Internasional

dampak-positif-dan-negatife-perdagangan-internasional
http://www.kakapintar.com

Berikut ini dampak Negatif perdagangan internasional yang sudah kami sajikan untuk kamu:

1. Menimbulkan persaingan yang tidak sehat.

Di dalam perdagangan internasional sangat banyak para pesaing yang saling berlomba-lomba memperoleh keuntungan, sehingga terkadang banyak menimbulkan persaingan yang tidak sehat.

2. Merugikan industri kecil

Induatri-induatri di dalam negeri yang kurang bersaing akan gulung tikar sebab tidak mampu bersaing dengan barang-barang impor. Biasanya, barang-barang impor dijual dengan harga yang terjangkau, sehingga hal ini akan merugikan mereka. Akibatnya, industri itu akan gulung tikar.

3. Menyebabkan ketergantungan suatu negara terhadap negara lain

Negara yang terus membeli barang dari negara lain akan mengalami ketergantungan, sehingga perekonomian mereka bisa dipengaruhi oleh negara lain. Misalnya adalah negara-negara Eropa sangat bergantung dengan negara-negara Timur Tengah penghasil minyak bumi, sehingga apabila pasokan minyak berkurang akan menyebabkan kenaikan harga di negara tersebut.

4. Menimbulkan perilaku konsumtif

Banyaknya produk yang masuk kedalam negeri menyebabkan penduduk suatu negara itu menjadi komsumtif. Akibatnya adalah penduduk cenderung hidup dalam keborosan.

5. Timbulnya penjajahan ekonomi oleh negara yang lebih maju

Negara-negara yang mempunyai kekuatan yang besar bisa menjajah perekonomian suatu negara. Akibatnya adalah negara-negara kecil tidak bisa melakukan perdagangan secara bebas. Kemungkinan mereka hanya bisa menerima barang-barang dari negara maju atau mereka bisa menjual produk mereka ke negara maju dengan harga yang tidak sesuai.

Itulah sedikit ulasan yang kami sampaikan mengenai perdagangan internasional. Mulai dari pengertian perdagangan internasional, bentuk perdagangan internasional, faktor pendorong perdagangan internasional dan masih banyak lagi yang lainnya. Semoga apa yang kami sampaikan kali ini menambah ilmu dan wawasan bagi kamu. Terima Kasih.

Kunjungi artikel menarik lainnya disini: https://organicvolunteers.com

Tinggalkan komentar