Majas | Macam, Pengertian & Contoh Kalimatnya Lengkap

Majas | Macam, Pengertian & Contoh Kalimatnya Lengkap

Majas – Hallo sobat, kali ini saya akan memberikan informasi kepada kamu mengenai macam-macam majas lengkap dengan contohnya. Namun sebelum kita masuk ke macam-macam beserta contohnya disini saya akan menjelaskan apa itu yang dimaksud dengan majas, ini bertujuan agar kamu tidak penasaran lagi dengan apa yang dimaksud dengan majas. Yuk, simak informasi selengkapnya.

Pengertian Majas

macam-macam-majas-dmy
https://santaidamai.com

Yang dimaksud dengan majas ialah gaya bahasa yang dipakai penulis untuk mengungkapkan sebuah pesan secara imajinatif dan kias. Hal ini memiliki tujuan untuk membuat pembaca memperoleh efek tertentu dari gaya bahasa itu yang cenderung ke arah emosional. Pada umumnya majas bersifat tidak sebenarnya alias kias maupun konotasi.

Macam-macam

macam-macam-majas-dan-contohnya-lengkap
https://santaidamai.com

Tentang macam-macamnya, secara umum majas bisa dibagi menjadi empat kelompok besar, yakni majas perbandingan, pertentangan, sindiran, dan penegasan. Di bawah ini akan dibahas tentang macam-macam dan contohnya satu persatu. Langsung saja simak informasi selengkapnya di bawah ini:

1. Majas Perbandingan

Majas perbandingan ini sesuai dengan namanya, majas perbandingan ini menyatakan tentang perbandingan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pendengar dan pembaca. Di bawah ini merupakan macam-macam dan contoh majas perbandingan.

1. Majas Asosiasi (Perumpamaan) Beserta Contoh Kalimatnya

Atau perumpamaan ialah majas yang membandingkan sesuatu dengan keadaan yang lainnya di sebabkan persamaan sifat. Atau untuk lebih sederhananya majas yang membandingkan dua hal yang berbeda akan tetapi dianggap sama.

Ciri-ciri dari majas asosiasi atau perumpamaan ini ialah adanya kata penghubung: bagai, laksana, ibarat, bagaikan, seumpama, bak, dan yang lain sejenisnya. Majas yang kerap disebut sebagai majas asosiasi ini kerapkali dipakai dalam obrolan, ataupun dalam penulisan.

Di bawah ini adalah contoh kalimat majas asosiasi (perumpamaan):

  1. Sangat keras suaranya seperti gelegar petir
  2. Bak mesin, dirinya tidak pernah merasa lelah
  3. Rambutnya bak mayang yang terurai
  4. Kecepatan menghitungnya seperti kalkulator
  5. Kemana-mana selalu berdua seperti perangko
  6. Larinya sangat luar biasa laksana busur lepas dari panah
  7. Semangatnya begitu keras bagaikan batu
  8. Tangisan anak itu bagai suara kaset rusak
  9. Senyumnya manis sekali bagai gula jawa
  10. Matamu bagai bintang kejora yang indah
  11. Muka kakaknya bagai pinang dibelah dua
  12. Bicaranya seperti tong kosong
  13. Otak anak itu encer seperti air yang mengalir

2. Majas Personifikasi Beserta Contoh Kalimatnya

Ialah majas yang membandingkan benda-benda mati seperti seolah-olah mempunyai sifat manusia. Majas personifikasi ini membuat benda mati seperti bisa melakukan sesuatu seperti apa yang dilakukan oleh makhluk hidup. Di bawah ini contoh kalimat majas personifikasi:

  1. Sepatu ini selalu menemani aku kemanapun aku pergi
  2. Terlihat di langit yang biru layangan terbang bebas
  3. Pepohonan bambu itu saling berbisik menambah suasana seram pada waktu malam hari
  4. Nyanyian handphone yang ada di dekatku mengagetkanku
  5. Rumput sintetis itu masih terus bergoyang walau bola yang mengenainya telah lama lewat
  6. Suasana senja membawaku kepada lamunan masa laluku
  7. Laptop yang aku pegang ini menjadi saksi bisu jalanku menuju kesuksesan
  8. Tanaman rambat itu menghalangi lari para rampok
  9. Lampu jalanan selalu mengawasi setiap langkahku
  10. Panas matahari mulai membakar kulit para penonton
  11. Suara sirine ambulan itu meraung-raung membangunkan warga yang sedang tidur
  12. Dedaunan ini melambai-lambai tertiup angin
  13. Peluit sang wasit menjerit panjang menandakan berakhirnya pertandingan

3. Majas Metafora Beserta Contoh Kalimatnya

Adalah majas yang mengungkapkan perbandingan analogis antara dua hal yang berbeda. Dapat juga diartikan sebagai suatu majas yang dibuat dengan frasa secara Implisit tidak berarti tetapi secara eksplisit bisa mewakili suatu maksud yang lain berdasarkan pada persamaan maupun perbandingan. Atau lebih gampangnya majas ini dipakai sebagai bentuk kata kiasa untuk mengungkapkan suatu. Langsung saja di bawah ini contoh kalimat majas metafora:

  1. Dirinya ialah lelaki terkutuk
  2. Perasaanku saat ini sejernih embuh pagi
  3. Di desa ini sangat bersih dari sampah masyarakat
  4. Pada umumnya akhir tahun harga bahan pokok melambung sangat tinggi
  5. Dewi malam menampakkan sinar cerahnya malam ini
  6. Doni tengah melihat video Raja Hutan bertarung dengan buaya besar
  7. Sejak kelas dua dirinya menjadi bintang kelas yang tidak terkalahkan
  8. Pada hari yang sama, satu tahun lalu pasar pon dilalap habis oleh si jago merah
  9. Dirinya menjadi anak emas di kelas kami
  10. Tikus berdasi itu mulai kebakaran jenggot sebab kroninya ada yang ditangkap
  11. Jangan pernah kita berurusan dengan para lintah darat
  12. Tiyas bersahabat karib dengan si kutu buku tersebut
  13. Buah hati kami lahir 3 minggu yang lalu
  14. wahai para pelajar, jangan pernah sekalipun kamu menyentuh pil setan apalagi mengkonsumsinya
  15. Politikus sekarang ini menjadi kutu loncat mencari dukungan partai
  16. Hati seorang wanita itu memang selembut sutera
  17. Mata hatiku selalu bersuara jika kamu memang baik hati
  18. Kerbau itu menghilang dimangsa si raja hutan

4. Majas Simbolik Beserta Contoh Kalimatnya

Majas simbolik berarti majas yang dipakai untuk melukiskan sesuatu dengan memakai binatang, tumbuhan, atau benda sebagai simbol. Biasanya simbol yang digunakan di dalam majas simbolik ini sudah dengan gampang dimengerti banyak orang. Di bawah ini contoh kalimat majas simbolik:

  1. Pada saat hari H, massa memburunya, namun sang tersangka seperti kancil, cerdas, licik, dan susah untuk ditangkap.
  2. Penyebab utama dari demo 5 Desember tidak dimeja hijaukan oleh pemerintah.
  3. Perbuatan dan perkataannya menyerupai dengan iblis.
  4. Pemerintah tidak sudi dijadikan kambing hitam atas aksi demo 5 November kemarin.
  5. berpura-pura untuk meminta maaf seperti bunglon mencari celah melakukan kamuflase.
  6. Ingatlah, jaga baik-baik perkataanmu! mulutmu adalah harimaumu!
  7. Memang kelakukan hidung belang yang pintar melintir kata untuk memperdaya.

5. Majas Alegori Beserta Contoh Kalimatnya

Ialah yang dipakai untuk menjelaskan maksud tertentu secara tidak langsung (non harfiah) akan tetapi masih saling berhubungan. Majas alegori ini menjelaskan suatu hal tersirat memakai perbandingan hal yang lainnya. Mirip dengan majas metafora namun membandingkan secara keseluruhan atau secara utuh. Di bawah ini majas alegori beserta contoh kalimatnya:

  1. Dunia ini bagaikan tumbuhan hijau yang bisa menyihir mata setiap orang yang memandangnya. Sangat indah dan begitu menakjubkan. Namun lambat laun dia akan menguning kering dan pada akhirnya musnah.
  2. Berumah tangga itu diumpamakan seperti sedang mengarungi samudra dengan bahtera, terkadang ditemui indahnya panorama yang begitu sangat mempesona namun juga tidak jarang terkena hantaman badai dan ombak menerpa, membuat guncangan yang sangat dasyat untuk kita.
  3. Otak manusia bagai mata pisau, semakin digunakan semakin tajam dan membuatnya semakin disegani manusia. Tetapi kalau dibiarkan tergeletak begitu saja, lambat laun pasti akan tumpul, mengarat, dan tidak lagi menyilaukan.

6. Majas Simile Beserta Contoh Kalimatnya

Ialah yang membandingkan secara eksplisit (jelas) antara dua hal dengan memakai kata penghubung ibarat, layaknya, umpama, bagai, bak, dan yang lainnya. jika dilihat sekilas majas ini mirip dengan majas asosiasi / perumpamaan. Di bawah ini adalah contoh kalimat majas simile.

  1. Mereka bagaikan keyboard dan mouse yang tidak dapat dipisahkan
  2. Kamu dan aku laksana minyak dan air, kita tidak mungkin dapat bersatu
  3. Memberi nasihat untuk anak kecil tidak ubahnya seperti mengukir diatas batu, akan selalu diingat untuk selamanya
  4. Sejuknya perkataan ibu bagaikan embun di waktu pagi
  5. Wanita itu begitu cantik bak bidadari yang baru turun dari langit
  6. Pendengaran anak itu sangat tajam seperti pendengaran gajah
  7. Senyumanmu sungguh indah bagaikan bunga-bunga yang sedang bermekaran
  8. Kata-katamu begitu kasar ibarat pisau yang menusuk dadaku
  9. Wanita itu sangat baik dan dermawan ibarat malaikat yang turun dari langit
  10. Es cincau ini sangat segar menyembuhkan dahaga ibarat hujan yang membahasi ladang pasir

7. Majas Metonimia Beserta Contoh Kalimatnya

Adalah majas yang dipakai untuk menyebutkan suatu kata dengan kalimat yang lainnya yang masih berkaitan erat. Untuk penjelasan lebih gampangnya seperti memkai merk atau nama khusus suatu benda untuk pengganti benda yang lain yang lebih umum. Untuk lebih gampangnya kita lihat sama-sama contoh kalimat majas metonimia di bawah ini:

  1. Rojele semakin hari semakin mahal padahal upah buruh tidak kunjung naik (beras)
  2. Perjalanan Solo menuju Jakarta memakai garuda akan terasa lebih cepat (pesawat terbang)
  3. Abang OB membawakan 6 gelas aqua untuk para tamu yang sedang menunggu (air minum)

8. Majas Sinekdoke Beserta Contoh Kalimatnya

Aalah gaya bahasa yang menyebutkan bagian untuk menggantikan keseluruhan atau sebaliknya menyebutkan keseluruhan untuk suatu bagian. Ada dua jenis majas ini, yakni majas sinekdoke pars pro toto dan majas sinekdoke totem pro tarte. Di bawah ini penjelasan beserta contoh kalimatnya:

Majas Sinekdo pars pro toto, atau dapat diartikan majas yang menyatakan suatu bagian untuk keseluruhan. Contoh kalimatnya yakni:

  1. Sampai detik ini belum terlihat batang hidung anak itu.
  2. Perkepala diwajibkan untuk membayar Rp 30.000 untuk dapat masuk ke bioskop itu.

Majas Sinekdoke totem pro tarte, majas ini adalah kebalikan dari majas yang sebelumnya. Menggambarkan keseluruhan untuk suatu bagian hal. Di bawah ini adalah contoh kalimatnya:

2. Majas Pertentangan

buku-adalah-jendela-dunia
https://edukasi.kompas.com

Majas pertentangan ialah majas yang biasa dipakai untuk menyatakan suatu hal yang sebenarnya dengan istilah yang berlawanan. Pemakaian majas pertentangan ini ditujukan untuk memperoleh kesan yang diterima oleh pembaca atau pendengar mengenai hal yang sedang disampaikan. Di bawah ini macam-macam majas pertentangan.

1. Majas Paradoks Beserta Contoh Kalimatnya

Majas paradoks yakni gaya bahasa yang menyajikan pertentangan antara pernyataan dengan fakta yang ada. Diantara sekian majas, majas paradoks sangat sering ditemui di dalam sebuah roman atau novel. Di bawah ini beberapa contoh kalimat majas paradoks:

  1. Soal ujian ini terlalu gampang sampai tidak ada satupun yang dapat mengerjakannya.
  2. Tubuh tua kakek ku selalu dipenuhi dengan semangat jiwa muda yang terus membara.
  3. Saking tampannya anak ini, sampai tak ada satupun gadis yang menyukainya.
  4. Ketegangan membuat semua orang kepanasan di ruang yang ber AC ini.
  5. Di tengah keributan yang ditimbulkan provokator selalu terdapat orang yang tetap tenang berkepala dingin.
  6. Entahlah dirinya selalu merasa sendirian ditengah kebisingan kota Surabaya ini.
  7. Meskipun banyak yang bilang masakanku sudah pas tetap saja ini kurang asin bagiku.
  8. Aku merasakan hangatnya suasa minum teh ditengah malam yang dingin menggigit.

2. Majas Antitesis Beserta Contoh kalimatnya

Majas antitesis ialah majas yang menyajikan pasangan kata berlawanan makna. Pasangan kata ini disuguhkan secara berurutan. Di bawah ini contoh majas antitesis:

  1. Jaminan untuk masuk surga bukan karena kaya miskin
  2. Besar kecil penghasilan kita jangan sampai lupa untuk tetap bersedekah
  3. Malam ini baik tua muda, orang tua ataupun anak-anak semuanya larut di dalam suasana gembira menyambut 17 agustus
  4. Ganteng atau jelek kita tetap beryukur dengan segala pemberianNya
  5. Manis pahit cerita di hidupku akan membuatku lebih memahami arti kehidupan
  6. Kental atau encer santan tersebut tergantung banyak sedikitnya kelapa
  7. Tinggi pendek kamu sangat menentukan kalau ingin masuk akademi militer
  8. Luas sempitnya tanah akan menentukan harga jualnya pada pasaran properti
  9. Asam manis kehidupan tergantung pada jalan pikiranmu
  10. Besar kecil yang aku berikan harus kamu terima dengan senang hati
  11. Kaya miskin bukan alasan untuk bermalas-malasan

3. Majas Litores Beserta Contoh kalimatnya

Majas litores ialah gaya bahasa dengan ungkapa yang dikecilkan atau direndahkan daripada kenyataan yang sebenarnya. Tujuan memakai majas ini ialah cara untuk merendahkan diri dihadapan para pembaca atau pendengarnya. Di bawah ini contoh kalimat dengan majas litores:

  1. Kalau dia mempunyai harta yang melimpah, apalah dayaku yang hanya punya cinta dan kasih sayang.
  2. kenapa kamu bertanya kepada orang dungu seperti aku?
  3. Makanlah seadanya, sekedar untuk penghilang rasa lapar
  4. Mampirlah sebentar saja di gubuk kami ini
  5. Tolong terimalah pemberianku yang tidak berharga ini
  6. tubuh renta ini tidak pantas memperoleh penghargaan untuk orang terkuat.
  7. Kami tinggal di sebuah rumah yang hanya beralaskan tanah dan beratapkan langit
  8. kami hidup dari usaha kecil-kecilan yang dijalankan oleh satu keluarga
  9. Ayahku akan mengadakan perayaan kecil-kecilan untuk memperingati kelahiran adik tercintaku
  10. Diriku hanyalah perla kecil dengan impian dan harapan yang besar
  11. Aku merasa cukup dengan uang saku seadanya
  12. Janganlah kamu bertanya kepada orang bodoh seperti saya ini
  13. Saya hanyalah orang biasa rasanya tidak pantas dilebih-lebihkan seperti itu

4. Majas Hiperbola Beserta contoh Kalimatnya

Majas hiperbola ialah gaya bahasa dengan ungkapa yang melebih-lebihkan dari kenyataan yang sebenarnya. Hiperbola ini membuat akan meninggalkan kesan yang kuat untuk pembaca dan pendengarnya sehingga bisa menarik perhatian. Di bawah ini adalah contoh kalimat majas hiperbola:

  1. Jeritan hatiku ini terdengar sampai langit ke tujuh
  2. Akhirnya sesudah setengah mati berjuang, soal fisika ini selesai juga
  3. Puluhan bahkan ratusan juta miliar pun tidak akan sanggup untuk membeli kebahagiaan yang sederhana ini
  4. Luasnya samudera akan ku selami demi untuk mencari kebahagiaan dirimu
  5. Di Inggris gedung-gedung dibangun sampai mencapai langit tertinggi
  6. Ini ialah daftar karya-karya anak negeri yang dapat mengguncang dunia
  7. Bayu berlari pulang secepat kilat saat mendengar kabar ibunya pulang dari Singapura
  8. Perasaanku teriris-iris oleh sembilu saat ayahku bekerja keras demi sesuap nasi untuk kami
  9. Suara deru langkah para prajurit mengalahkan kebisingan suara kereta api itu.
  10. Otak Nisa secemerlang berlian
  11. Suaramu yang sangat merdu bisa menggemparkan dunia

3. Majas Penegasan

Buku-dan-kopi
https://medium.com

Majas penegasan ialah yang dipakai untuk menyatakan suatu hal secara tegas guna untuk meningkatkan pemahaman dan juga kesan untuk para pembaca dan pendengar. Di bawah ini adalah macam-macam penegasan beserta contoh kalimatnya:

1. Majas Pleonasme Beserta Contoh Kalimatnya

Majas pleonasme ialah yang dipakai dengan menyatakan suatu hal yang sudah jelas namun tetap di beri tambahan kata yang lain untuk mempertegas maksudnya. Di bawah ini adalah contoh kalimat majas pleonasme:

  1. Aku menyaksian kejadian tersebut dengan mata kepalaku sendiri
  2. Para pelajar yang sedang melakukan tawuran langsung mundur kebelakang saat polisi datang (mundur kebelakang)
  3. Desi riang gembira saat kekasihnya datang untuk melamar dirinya
  4. Cepat turun ke bawah, kalau kamu masih ingin memperoleh jatah makan (turun ke bawah)
  5. Desi berkunjung ke tempat wisata di Solo, seperti Keraton Kasunanan, Kampung batik, Pasar Klewer, Masjid Agung Solo, dan masih banyak lagi yang lain.
  6. Kakek tiba dari desa membawa beraneka ragam macam buah
  7. Naiklah ke atas untuk memperoleh jatah uang saku untuk wisata besuk
  8. Saat guru itu datang, mendadak kelas kami menjadi sunyi senyap
  9. Aku telah ikhlas lahir batin dengan segala ujian ini
  10. Senyummu sangat manis mempesona sehingga membuat jantungku berdegup kencang
  11. Suara kamu sungguh cetar membahana terdengar dari kamarku.

Read: Metode Pembelajaran, Diskusi, Konvensional, Discovery

2. Majas Repetisi Beserta Contoh Kalimatnya

Majas repetisi ialah pengulangan suatu kata di dalam beberapa frasa dengan tujuan menegaskan suatu maksud. Di bawah ini adalah contoh kalimat majas repetisi:

  1. Dia, dia, dan dia saja yang ada di dalam pikiranku saat ini
  2. Anggi terus belajar, belajar, dan belajar hanya untuk mengejar beasiswa bagi siswa berprestasi
  3. Cinta itu asik, cinta itu seru, cinta itu rumit namun cinta juga dapat memabukkan jadi berhati-hatilah kalau sudah mengenal cinta
  4. Dalah satu-satunya yang ku nanti, satu-satunya yang aku tunggu, satu-satunya yang kuharap datang untuk menghiburku
  5. Main game, main game, main game hanya itu saja yang kau lalukan sehari-hari. Sana cari angin biar kau sehat.
  6. perjuangan itu proses, perjuangan itu sulit, perjuangan itu indah

3. Majas Tautologi Beserta Contoh Kalimatnya

Ialah gaya bahasa dengan mengulang kata di dalam sebuah kalimat untuk beberapa kali dengan tujuan sebagai penegasan maksud. Di bawah ini contoh kalimat yang memakai majas tatuologi:

  1. Betapa sepi malam ini, betapa sunyi pengharapan ini
  2. Hancur luluh hatik, ketika kamu putuskan semua jalinan cinta kita
  3. Tetap bersamamu di dalam suka di dalam duka, waktu merana, waktu bahagia, masa kecewa masa tertawa
  4. Kamu memang kuat. Kamu memang kuasa. Kamu memang kekar
  5. Melihat kamu bersamanya membuat hatiku hancur lebur

4. Majas Retorik Beserta Contoh Kalimatnya

Majas rerotik ialah gaya bahasa yang berupa kalimat tanya namun sebenarnya tidak perlu untuk dijawab. Majas retorik ini berfungsi untuk penegasan sekaligus untuk sindiran. Di bawah ini contoh kalimat memakai majas retorik:

  1. Waktu kamu kemarin jatuh dari atap apakah kamu sakit?
  2. Sholat jum’at dilakukan hari apa ya?
  3. Apakah ini orang yang selalu kamu sebut-sebut itu?
  4. Benar demikian? kamu tidak butuh uang padahal kebutuhanmu masih banyak?
  5. Siapa yang bilang cita-cita dapat digapai cukup dengan sekolah saja?

5. Majas Parelelisme Beserta Contoh Kalimatnya

Majas pararelisme ialah bentuk majas perulangan yang biasanya hanya dipakai untuk penegasan makna frase di dalam sebuah puisi. Di bawah ini contoh kalimat majas paralelisme

  1. Sungguh aku melihat
  2. Sungguh aku merasakan
  3. Sungguh aku mendengar
  4. Sungguh aku mencintaimu
  5. Sungguh aku menyayangimu
  6. Jujur aku menyukaimu
  7. Sungguh aku membutuhkanmu
  8. Sungguh aku memikirkanmu selalu
  9. Sungguh aku memujamu
  10. Sungguh aku membencimu

6. Majas Klimaks Beserta Contohnya

Majas klimaks ialah gaya bahasa yang menyatakan lebih dari dua hal secara berurutan dengan tingkatan semakin lama semakin meningkat. Di bawah ini contoh kalimat memakai majas klimaks:

  1. Di toko tersebut tersedia barang dengan harga bervariasi mulai dari Rp. 15.000 hingga yang harga 1.500.000
  2. Dari mulai rakyat jelata, orang biasa, tentara, polisi, tokoh masyarakat hingga para ulama memberikan pernyataan atas apa yang dikatakan sang gubernur
  3. Hari itu semua orang mulai dari anak-anak, bayi, remaja, orang dewasa sampai orang tua ikut turun ke jalan melakukan aksi demo menuntut seorang penista agama yang notabene seorang gubernur
  4. Kepala desa, camat, bupati, walikota, gubernur hingga presiden harusnya dipilih berdasar kemampuannya

7. Majas Antiklimaks Beserta Contohnya

Majas antiklimaks ialah gaya bahasa yang menyatakan lebih dari dua hal secara berturut-turut dengan tingkatan yang semakin lama semakin menurun. Di bawah ini adalah contoh kalimat majas antiklimaks

  1. Tidak peduli kamu tua, muda, ataupun masih anak-anak, merokok itu sangat tidak baik bagi kesehatan
  2. Setiap selasa, kepala sekolah, guru, staf dan para siswa di SMK N 2 Jakarta rutin melakukan upacara bendera di pagi hari
  3. Segenap jajaran yang paling atas, kepala sekolah, guru, wali murid, siswa hadir di perpisahan minggu yang lalu.
  4. Tersedia ukuran baju Mulai XXL. XL, L, M hingga yang terkecil S

4. Majas Sindiran

buku-kopi
https://santaidamai.com

Majas Sindiran ialah majas yang ditujukan untuk menyatakan sindira untuk pendengar atau pembacanya. Majas sindiran ini bertujuan untuk merubah perilaku seseorang. Majas sindiran ini dibagi menjadi tiga. Di bawah ini macam-macam majas sindiran beserta contoh kalimatnya.

1. Majas Ironi Beserta Contoh Kalimatnya

Majas ironi yakni majas yang dipakai dengan menyatakan sesuatu hal secara bertentangan dengan kenyataan. Majas ini saat diungkapkan terdengar seperti pujaan namun sebenarnya bermakna negatif/sindiran. Di bawah ini contoh kalimat majas ironi

  1. Bau badanmu harum sekali, hingga sampai aku tak tahan
  2. Dia memang anak yang rajin, tugas dari guru menggunung tidak tersentuh
  3. Wah tulisanmu terlalu indah sampai tak ada seorangpun dapat membacanya kecuali dia
  4. Ini baru namanya siswa teladan, jarang masuk, sekali masuk selalu terlambat
  5. Bagus sekali kata-katamu. sampai-sampai siapapun yang mendengarnya merasa sakit hati
  6. Kamu memang anak yang beruntung setiap hari kedua orangtuamu menghajar dirimu
  7. Dirimu memang hebat, sungguh keren layak diagungkan, kamu dapat menipu semua rakyatmu dan menganggapmu sebagai dewa
  8. Kamu memang anak yang beruntung setiap hari kedua orangtuamu menghajar dirimu
  9. Rapi sekali kamar kau sampai terlihat seperti kapal pecah
  10. Kulitmu mulus sekali hingga terasa seperti jalan belum diaspal
  11. Bajumu mewah sekali belinya pasti di pasar loak ya

2. Majas Sarkasme Beserta Contoh Kalimatnya

Majas sarkasme ialah majas sindiran yang disampaikan dengan konotasi paling kasar. Majas ini lazimnya hanya diucapkan oleh orang yang tengah marah besar. Di bawah ini contoh kalimat bermajas sarkasme:

  1. Dasar bodoh! Kerja beginian saja kamu tidak becus!
  2. Sikapmu membuatku muntah. Pergi kamu!
  3. Kamu pria kere! menyesal aku pernah mengenalmu!
  4. Melihat muka kau saja aku sudah jijik!
  5. Pergi sana jadi gembel di jalanan!
  6. Jangan kau bertingkah seperti orang kere!
  7. Melihatmu seperti melihat kotorang anjing!
  8. Kamu memang pantas menjadi sampah jalanan!
  9. Biasakan hemat dasar kambing!
  10. Sepertinya kamu perlu berkaca!
  11. Dasar pembantu tidak berguna sama sekali!

3. Majas Sinisme Beserta Contoh Kalimatnya

Majas sinisme ialah majas yang digunakan dengan menyatakan sindiran secara tidak langsung atau implisit. Di bawah ini contoh kalimat bermajas implisit:

  1. Kan telah aku bilang jangan mencari hanya dari kecantikan saja, sekarang baru ketahuan kan yang kamu pilih itu transgender
  2. Sungguh tak pantas kata-kata seperti itu diucapkan oleh orang terpelajar seperti kamu
  3. Aku bangga memperoleh nilah 8 dari jerih payah sendiri daripada kamu memperoleh nilai sempurna dengan cara yang curang
  4. Kama kelamaan aku dapat gila jika terus melihat tingkah lakumu yang memuakkan itu

Macam-macam Majas (Gaya Bahasa)

Di bawah ini 63 Majas secara keseluruhan maksud beserta contoh untuk memperjelasnya

1. Klimaks

Ialah semacam gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal yang dituntuk semakin lama semakin meningkat.

Contoh: Kesengsaraan akan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman harapan.

2. Antiklimaks

Ilalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lama akan semakin menurun.

Contoh: Ketua pengadilan negeri itu ialah orang yang kaya, pendiam, dan juga tidak terkenal namanya.

3. Pararelisme

Ialah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris ataupun kalimat

Contoh: Kalau kamu minta, aku akan datang

4. Antitesis

Ialah gaya bahasa yang memakai pasangan kata yang berlawanan maknanya.

Contoh: kaya miskin, tua muda, besar kecil, semuanya memiliki kewajiban kepada keamanan bangsa.

Reptisi ialah perulangan bunyi, suku kata, ataupun bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan di dalam sebuah konteks yang sesuai.

5. Epizeuksis

Ialah repetisi yang bersifat langsung, artinya kata yang dipentingkan diulang beberapa kali berturut-turut.

Contoh: Kita harus bekerja, bekerja, dan bekerja untuk mengajar seluruh ketinggalan kita.

6. Tautotes

Ialah repetisi atas sebuah kata berulang-ulang di dalam sebuah kontruksi.

Contoh: Kamu menunding aku, aku menunding kamu, kamu dan aku menjadi seteru.

7. Anafora

Ialah repetisi yang berupa perulangan pertama pada setiap garis.

Contoh: Apatah tidak bersalin rupa, apatah boga sepanjang masa.

8. Epistofora

Ialah repetisi yang berwujud perulangan kata ataupun frasa di akhir kalimat berurutan.

Contoh: Bumi yang kamu diami, laut yang kamu layari adalah puisi,

Udara yang kamu hirupi, air yang kamu teguki adalah puisi

9. Simploke

Ialah repetisi di awal dan di akhir beberapa baris atau kalimat berturut-turut.

Contoh: Kamu bilang aku ini orangnya egois, aku bilang terserah aku lah. Kamu bilang aku ini orangnya judes, aku bilang terserah aku lah.

10. Mesodiplosis

Ialah repetisi di tengah-tengah baris atau beberapa kalimat berurutan.

Contoh: Para pembesar jangan kau mencuri bensin. Para gadis jangan kau mencari perawannya sendiri.

11. Epanalepsis

Ialah pengulangan yang berwujud kata terakhir dari baris, klausa, atau kalimat, mengulang pertama.

Contoh: Kita pakai pikiran dan perasaan kita

12. Anadiplosis

Ialah kata atau frasa terakhir dari klausa atau kalimat menjadi kata atau frasa pertama dari klausa selanjutnya.

Contoh: Di dalam baju ada aku, Di dalam aku ada hati. Dalam hati : ah tidak apa juga yang ada.

13. Aliterasi

Ialah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama.

Contoh: keras-keras kena air akan lembut juga.

14. Asonansi

Ialah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama.

Contoh: Ini luka penuh dengan luka siapa yang punya

15. Anastrof atau Inversi

Ialah gaya bahasa yang dalam pengungkapannya predikat kalimat mendahului subjeknya sebab lebih diutamakan

Contoh: Pergilah dia meninggalkan kita, keheranan kita melihat peranginya.

16. Aposafis atau Preterisio

Ialah gaya bahasa yang mana penulis atau pengarang menegaskan sesuatu, namun tampaknya menyangkal.

17. Apostof

Ialah gaya bahasa yang berbentuk pengalihan amanat dari para hadirin untuk sesuatu yang tak hadir.

Contoh: Hallo kamu semua yang sudah menumpahkan darahmu untuk tanah air tercinta ini berilah supaya kami bisa megenyam keadilan dan kemerdekaan seperti yang pernah kamu perjuangkan.

18. Asindeton

Ialah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut tanpa memakai kata penghubung supaya perhatian pembaca beralih pada hal yang disebutkan.

Contoh: Dan kesesakan, kesakitan, kesedihan, seribu derita detik-detik penghabisan orang melepaskan nyawa.

19. polisindeton

Ialah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut dengan memakai kata penghubung.

Contoh: Kemanakah burung-burung yang gelisah dan tidak berumah dan tidak menyerah dalam gelap dan dingin yang merontokkan bulu-bulunya?

20. Kiasmus

Ialah gaya bahasa yang terdiri dari dua bagian, yang bersifat berimbang, dan juga dipertetangkan satu sama yang lain, namun susunan frasa dan klausanya itu terbalik jika dibandingkan dengan frasa atau klausa yang lainnya.

Contoh: Seluruh kesabaran kami telah hilang, lenyap sudah ketekunan kami untuk melanjutkan usaha tersebut.

21. Elipsis

Ialah gaya bahasa yang berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan gampang bisa diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca.

Contoh: Risalah derita yang sedang menimpa ini.

22. Eufimisme

Ialah gaya bahasa penghalus untuk menjaga kesopanan atau untuk menghindari timbulnya kesan yang menyenangkan.

Contoh: Anak bapak lamban menerima pelajaran.

23. Litores

Ialah gaya bahasa yang digunakan untuk menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri.

Contoh: Mampirlah ke gubukku ini!

24. Historen Proteron

Ialah gaya bahasa yang merupakan kebalikan dari sesuatu yang logis atau kebalikan dari sesuatu yang wajar.

Contoh: Jika dia telah berhasil mendaki karang terjal tersebut, sampailah dia di tepi pantai yang luas dengan pasir putihnya.

25. Pleonasme

Ialah gaya bahasa yang memberikan keterangan dengan kata-kata yang maknanya telah tercakup di dalam kata yang diterangkan.

Contoh: Darah merah itu membasahi baju dan tubuhnya.

26. Tautologi

Ialah gaya bahasa yang mengulang sebuah kata di dalam kalimat atau mempergunakan kata-kata yang diterangkan atau mendahului.

27. Parifrasis

Ialah gaya bahasa yang menggantikan sebuah kata dengan frase atau serangkaian kata-kata yang sama.

Contoh: Ketiga orang itu bersama dengan calon pembunuhnya segera meninggalkan tempat tersebut.

28. Prolepsis atau Antisipasi

Ialah gaya bahasa yang mana orang mempergunakan lebih dahulu kata-kata sebuah kata sebelum peristiwa atau gagasan yang sebarnya sedang terjadi.

29. Erotesi atau Pernyataan Retoris

lalah pernyataan yang dipergunakan di dalam pidato atau tulisan dengan tujuan untuk mencapai efek yang lebih mendalam lagi dan penekanan yang wajar, dan juga sama sekali tidak menghendaki adanya suatu jawaban.

Contoh: Inikah yang kamu namakan bekerja?

30. Silepsis dan Zeugma

Ialah gaya yang mana orang mempergunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata yang lainnnya sebenarnya hanya salah satunya memiliki hubungan sebuah kata dengan dua kata lain sebenarnya hanya salah satunya memiliki hubungan dengan kata pertama.

31. Koreksio atau Epanortosis

Ialah gaya bahasa yang mula-mula menegaskan sesuatu, namun setelah itu memperbaikinya.

Contoh: Silahkan pulang saudara-saudara, eh maaf, silahkan minum.

32. Hiperbola

Ialah gaya bahasa yang memberikan pernyataan yang berlebih-lebihan.

Contoh: Kita harus berjuang sampai titik darah penghabisan.

33. Paradoks

Ialah gaya bahasa yang mengemukakan hal yang seolah-olah bertentangan, tetapi sebenarnya tidak sebab objek yang dikemukakan berbeda.

Contoh: Ia besar namun nyalinya kecil

34. Oksimoron

Ialah gaya bahasa yang mengandung pertentangan dengan mempergunakan kata-kata yang berlawanan di dalam frasa yang sama.

Contoh: Keramah-tamahan yang sangat bengis.

35. Asosiasi atau Simile

Ialah gaya bahasa yang membandingkan suatu dengan keadaan yang lain yang sesuai dengan keadaan yang sedang dilukiskannya.

36Metafora

Ialah gaya bahasa yang membandingkan suatu benda tertentu dengan benda yang lainnya yang memiliki sifat sama.

Contoh: Jantung hatinya hilang tidak ada berita

37. Alegori

Ialah gaya bahasa yang membandingkan kehidupan manusia dengan alam.

38. Parabel

Ialah gaya bahasa parabel yang terkandung di dalam seluruh karangan dengan  secara halus tersimpul dalam karangan itu pedoman hidup, falsafah hidup yang harus ditimba di dalamnya.

Contoh: Cerita Ramayana melukiskan maksud jika yang benar tetap benar.

39. Personifikasi

Ialah gaya bahasa yang mengumpamakan benda mati sebagai makhluk hidup.

Contoh: Hujan itu sedang menari-nari di atas genting

40. Alusi

Ialah gaya bahasa yang menghubungkan sesuatu dengan orang, peristiwa atau tempat.

Contoh: Kartini kecil tersebut turut memperjuangkan haknya

41. Epinom

Ialah gaya yang mana seseorang namanya begitu sering dihubungkan dengan sifat tertentu, sehingga nama tersebut digunakan untuk menyatakan suatu sifat tertentu sehingga nama tersebut digunakan untuk menyatan sifat tersebut.

Contoh: Hellen dari troya untun menyatakan sebuah kecantikan.

42. Epitet

Ialah gaya bahasa yang menyatakan suatu sifat atau ciri yang khusus dari seseorang atau sesuatu hal.

Contoh: Lonceng pagi untuk si ayam jantan.

43. Sinekdoke

  • Pars Pro tato

Ialah gaya bahasa yang menyebutkan sebagian hal untuk menyatakan seseluruhan. Contoh: Saya dari tadi belum melihat batang hidungnya.

  • Totem Pro Parte

Ialah gaya bahasa yang menyebutkan seluruh hal untuk menyatakan sebagian. Contoh: Thailand memboyong piala kemerdekaan sesudah menggulung PSSI Harimau.

44. Metominia

Ialah gaya bahasa yang memakai nama ciri tubuh, gelar, ataupun jabatan seseorang untuk pengganti nama diri. Contoh: dia memakai Vario kalau pergi ke sekolah.

45. Anotomasia

Ialah gaya bahasa yang menyebutkan sifat atau ciri tubuh, gelar, ataupun jabatan seseorang untuk pengganti nama diri. Contoh: Yang mulia tidak bisa menghadiri pertemuan ini.

46. Hipalase

Ialah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan. Contoh: Dia masih menuntut almarhum maskawin dari Ani puterinya (maksudnya adalah menuntut maskawin dari almarhum).

47. Ironi

Ialah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan. Contoh: Manis sekali teh ini, gula mahal ya?

48. Sinisme

Ialah gaya bahasa sindiran yang lebih kasar dari ironi atau sindiran yang tajam.

Contoh: Harum sekali bau kamu hari ini.

49. Sarkasme

Ialah gaya bahasa yang paling kasar, bahkan kadang-kadang adalah kutukan.

Contoh: Mampuspun diriku tak peduli, diberi nasihat aku tidak peduli, diberi nasihat masuk ketelinga.

50. Satire

Ialah ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu.

Contoh: Ya, Ampun! Soal gampang seperti ini, kamu tidak dapat mengerjakannya.

51. Inuendo

Ialah gaya bahasa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.

Contoh: Dia menjadi kaya raya sebab mengadakan kemoersialisasi.

52. Antifrasis

Ialah gaya bahasa ironi yang berwujud pemakaian sebuah kata dengan makna sebaliknya, yang dapat saja dianggap untuk ironi sendiri, atau kata-kata yang digunakan untuk menangkal roh jahat, kejahatan, dan yang lainnya.

Contoh: Kamu memang orang yang mulia dan terhormat.

53. Pun atau Paronomasia

Ialah kiasan dengan memakai kemiripan bunyi.

Contoh: Tanggal satu gigi saya dan tinggal satu

54. Simbolik

Ialah gaya bahasa yang melukiskan suatu dengan mempergunakan benda-benda yang lain untuk contoh ataupun perlambang.

Contoh: Keduanya hanyalah cinta monyet saja.

55. Tropen

Ialah gaya bahasa yang memakai kiasan dengan kata atau istilah yang lain kepada pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang.

Contoh: Untuk menghilangkan keruwetan pikirannya dia menyelam diantara botol minuman.

56. Aluso

Ialah gaya bahasa yang memakai peribahasa atau ungkapan.

Contoh: Apakah peristiwa Turang Jaya tersebut akan terulang lagi?

57. Interupsi

Ialah gaya bahasa yang memakai kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan di dalam kalimat pokok untuk lebih mejelaskan sesuatu di dalam kalimat.

Contoh: Tiba-tiba dia-suami tersebut disebut oleh perempuan yang lain.

58. Eksklmasio

Ialah gaya bahasa yang memakai kata-kata seru atau tiruan bunyi.

Contoh: Wah, biar ku peluk, dengan tangan yang menggigil.

59. Enumerasio

Ialah beberapa peristiwa yang membentuk satu kesatuan, dilukiskan satu persatu suoaya tiap peristiwa di dalam keseluruhan tampak dengan jelas.

Contoh: Laut tenang, Di atas permadani biru itu tampak satu-satunya perahu kecil nelayan meluncur perlahan-lahan. Anginnya berhembus sepoi-sepoi. Bulan bersinar sangat terang. Di sana-sini bintang-bintang gemerlapan indah. Semuanya berpadu membentuk sebuah lukisan yang harmonis. Itulah keindahan yang sejati.

60. Kontradiksio Interminis

Ialah gaya bahasa yang memperlihatkan sesuatu tang bertentangan dengan apa yang sudah dikemukakan sebelumnya.

Contoh: Semuanya sudah diundang, kecuali Jesi.

61. Anakronisme

Ialah gaya bahasa yang menunjukkan adanya ketidak sesuaian uraian di dalam karya sastra dalam sejarah, sedangkan sesuatu yang disebutkan itu belum ada pada saat itu.

Contoh: Di dalam tulisan cesar, Shakespeare menuliskan jam berbunyi dua kali (pada saat itu jam belum ada).

62. Okupasi

Ialah gaya bahasa yang menyatakan tentang bantahan atau keberatann kepada sesuatu yang oleh orang banyak dianggap betul.

Contoh: Minuman keras bisa merusak jaringan sistem syaraf, namun banyak manusia yang mengkonsumsinya.

63. Resentia

Ialah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu yang tidak mengatakan tegas untuk bagian tertentu dari kalimat yang dihilangkan.

Contoh: “Apakah Adik mau….?”

Itulah tadi macam-macam majas yang disampaikan lengkap dengan contohnya. Semoga apa yang disampaikan kali ini menambah ilmu dan wawasan anda. Terima Kasih

Kunjungi artikel menarik lainnya disini: https://organicvolunteers.com

 

Tinggalkan komentar