contoh laporan study tour

Contoh Laporan Study Tour Lengkap dengan Contohnya

Laporan Study Tour – Saat berkunjung ke suatu destinasi wisata, biasanya Anda diwajibkan untuk membuat laporan, bukan?

Laporan perjalanan wisata atau laporan study tour ini sebagai bukti bahwa Anda benar-benar sudah melakukan kegiatan perjalanan atau kunjungan ke suatu destinasi wisata dengan tujuan tertentu.

Dalam laporan yang Anda buat juga harus memuat beberapa poin penting.

Inti dari poin laporan perjalanan wisata yang telah Anda lakukan ini berisi tentang pemberitahuan dan penjelasan mengenai kegiatan apa saja yang dilakukan dan lokasi mana saja yang dikunjungi secara lengkap dan berurutan.

Berikut ini merupakan contoh laporan study tour ke Yogyakarta dengan sistematika penyusunan yang benar dan tepat.

Baca Juga : Contoh Laporan PKL

Contoh Laporan Study Tour ke Yogyakarta

contoh laporan study tour

LAPORAN STUDY TOUR
SMA Citra Bangsa Bandung

Disusun Oleh:
Ayudisa Kenesya
Mavendra Radika W.
Oza Paramayoga
Retna Odiza Wira

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan perjalanan wisata (study tour) ke Daerah Istimewa Yogyakarta telah disahkan dan disetujui pada:

Hari                  : Senin
Tanggal : 19 Januari 2020

 

Disetujui,
Pembimbing,                                                                                        Wali Kelas,

 

Nur Rohayati                                                                                         Sudiro Husodo
NIP.197010293019273                                                                            NIP. 1971027396936182

Mengetahui,
Kepala SMA Citra Bangsa Bandung

 

Tri Susilo

NIP.19680273927254190

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkat, kasih, dan hidayah-Nya kepada kita, sehingga memberikan kemudahan, kelancaran, dan kemampuan kepada kami untuk menyelesaikan laporan perjalanan wisata ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Laporan ini kami susun sebagai syarat mengikuti Ujian Nasional Berstandar Komputer (UNBK).

Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Tri Susilo selaku Kepala SMA Citra Bangsa Bandung, Ibu Nur Rohayati selaku pembimbing, dan Bapak Sudiro Husodo selaku wali kelas yang telah memberi semangat dan motivasi kepada kami. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua yang telah membantu secara finansial, sehingga study tour ini dapat  berjalan dengan lancar.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan perjalanan wisata ini masih jauh dari kata sempurna dan keterbatasan pengetahuan mengenai Yogyakarta. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan saran, kritik, dan masukan dari semua pihak yang bersifat membangun demi tercapainya kesempurnaan karya tulis ini.

Kami berharap karya tulis kami dapat bermanfaat bagi banyak pihak untuk memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai budaya dan sosial dari objek wisata yang ada Daerah Istimewa Yogyakarta.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan dan penyusunan laporan ini, terutama rekan satu kelompok yang telah bekerja sama dan kontribusinya.

Bandung, 19 Januari 2020

 

Penyusun

 

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN………………………………………………………………………………………..

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………………………..

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………………………………..

  1. Latar Belakang…………………………………………………………………………………………..
  2. Rumusan Masalah………………………………….………………………………………………….
  3. Tujuan…………………………………………………………………………………………………….
  4. Manfaat…………………………………………………………………………………………………..
  5. Waktu dan Tempat Pelaksanaan….…………………………………………………………………
  6. Pembiayaan……………………………………………………………………………………………..

BAB II OBJEK KUNJUNGAN

  1. Merapi Volcano Museum………………………………………………………………………………
  2. Keraton Yogyakarta……………………………………………………………………………………
  3. Taman Pintar………..……………………………………………………………………………………
  4. Malioboro……………………………………………………………………………………………..…

BAB III PENUTUP

  1. Kesimpulan…………………………………………………………………………………………
  2. Saran…………………………………………………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Perjalanan wisata atau study tour merupakan kegiatan penelitian dengan mengunjungi tempat-tempat wisata tertentu secara langsung dengan tujuan memberikan pengetahuan dan wawasan. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai sejarah, budaya, dan keadaan sosial yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, maka dilaksanakan perjalanan wisata ini ke beberapa objek wisata.

Yogyakarta merupakan pusat kerajaan Mataram, sehingga menyimpan banyak peninggalan dan situs bersejarah. Di Yogyakarta juga masih terdapat keraton yang masih berfungsi dalam arti sesungguhnya dengan tatanan pemerintahan pada masa kerajaan di zaman dahulu. Tidak hanya sejarah dan budaya yang sangat kental, masyarakat Yogyakarta juga dikenal dengan keramahan dan kehangatannya.

Yogyakarta juga menawarkan sejumlah destinasi wisata alam yang masih asri dengan panorama yang memukau, sehingga tidak heran jika dikenal dengan julukan “kota istimewa”. Tidak hanya wisatawan lokal saja, banyak pula wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Yogyakarta untuk mengenal secara lebih jauh mengenai sejarah, budaya, dan sosial masyarakatnya yang ramah dan hangat.

Dalam karya ilmiah ini, kami telah merangkum informasi dan data penelitian mengenai sejarah, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat Yogyakarta yang khas.

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana sejarah berdirinya Merapi Volcano Museum?
  2. Bagaimana sejarah mengenai Keraton Yogyakarta?
  3. Bagaimana sejarah dan wahana apa saja yang ada di Taman Pintar?
  4. Bagaimana kondisi sosial masyarakat sekitar Malioboro?

Tujuan

  1. Untuk menambah pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.
  2. Untuk mengenal dan mengetahui secara lebih jauh mengenai sejarah berdirinya Merapi Volcano Museum.
  3. Untuk mengenal dan mengetahui secara lebih jauh dan jelas mengenai sejarah Keraton Yogyakarta.
  4. Untuk mengenal dan mengetahui secara lebih jauh dan jelas mengenai sejarah dan wahana yang terdapat di Taman Pintar.
  5. Untuk mengetahui secara langsung mengenai keadaan dan kondisi sosial masyarakat sekitar Malioboro.

Manfaat

  1. Memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan kepada siswa mengenai objek wisata di Yogyakarta yang mengandung nilai sejarah dan budaya, serta pengetahuan umum.
  2. Sarana pengenalan keragaman budaya.
  3. Memberikan kesempatan untuk belajar secara langsung dengan sumber ajar atau narasumber.
  4. Memberikan pengalaman dan sarana rekreasi bagi siswa sebelum melaksanakan UAS.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan perjalanan wisata (study tour) yang diikuti oleh siswa kelas XII SMA Citra Bangsa Bandung ini dilaksakan pada:

Hari, Tanggal                 : Senin, 5 Januari 2020 – Rabu, 8 Januari 2020

Lokasi                          : Objek wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta

Pembiayaan

Dalam pelaksanaan study tour, biaya yang dikeluarkan yaitu Rp700.000,00 per orang dengan rincian sebagai berikut.

  1. Transportasi : Rp250.000,00
  2. Penginapan : Rp200.000,00
  3. Tiket masuk objek wisata : Rp150.000,00
  4. Makan dan Minum : Rp100.000,00

Dana tersebut bersumber dari iuran mandiri masing-masing siswa dan potongan sebesar 25% yang diambil dari tabungan siswa.

BAB II

OBJEK KUNJUNGAN

 1. Merapi Volcano Museum

Objek wisata yang terletak di daerah Hargobinangun, Sleman, merupakan salah satu destinasi wisata edukatif yang menarik untuk dikunjungi. Museum yang berdiri sejak tahun 2010 silam ini berisi display tipe letusan gunung api, batu-batuan yang berasal dari Gunung Merapi, dan berbagai koleksi benda sisa letusan gunung pada tahun 2006 silam.

Di museum ini terdapat panel-panel ilustrasi dalam bentuk gambar kartun, sehingga lebih menarik bagi pengunjung usia anak-anak. Salah satu koleksi Merapi Volcano Museum yang cukup menarik perhatian adalah volcanic bomb atau batu bom. Meski terlihat biasa saja dan seperti batuan pada umumnya, batu ini merupakan bentuk lain dari lava pijar yang bersuhu sangat tinggi, yaitu 700 – 1.200 derajat Celsius.

Di lantai dua terdapat berbagai macam koleksi dan alat peraga, seperti alat peraga simulasi gempa, tsunami, lorong peraga simulasi LCD, dan beberapa alat peraga lainnya. Pengunjung juga akan diajak menyaksikan simulasi peragaan tsunami dan gempa bumi yang dahsyat. Selain itu, ada pula pemutaran film pendek berjudul “Mahaguru Merapi” dengan durasi 24 menit.

2. Keraton Yogyakarta

Keraton yang terletak di Yogyakarta, tepatnya di Kota Gede ini merupakan salah satu bukti peninggalan sejarah dari masa kerajaan Islam, yaitu Kerajaan Mataram. Ada pemandu atau tour guide yang memberikan penjelasan mengenai sejarah keraton yang sudah berdiri sejak beberapa abad yang lalu, sambil menunjukkan beberapa benda-benda peninggalan sejarah yang terdapat di dalam keraton.

Pada awal perjalanan menyusuri keraton, pengunjung akan diajak melihat beberapa lukisan yang menggambarkan tentang sejarah berdirinya keraton Yogyakarya. Pada pemerintahan Belanda, pusat kerajaan ini berpindah beberapa kali, mulai dari Plered, Kartasura, hingga Surakarta, sehingga melatarbelakangi munculnya gerakan anti Belanda.

Gerakan yang dipimpin oleh Pangeran Mangkubumi ini yang akhirnya berujung tercetusnya perjanjian Palihan Nagari atau perjanjian Giyanti pada hari Kemis Kliwon 12 Rabiulakir 1680 menurut penanggalan Jawa atau tanggal 13 Februari 1755 menurut kalender Masehi. Perjanjian yang dipelopori oleh Belanda ini mendapatkan bantuan dan dukungan tokoh lokal yaitu Patih Pringgalaya.

Dari perjanjian Giyanti tersebut dinyatakan bahwa Kerajaan Mataram dibagi menjadi dua bagian, yaitu Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang dipimpin Pangeran Mangkubumi dengan gelar Hamengku Buwono I dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat dipimpin oleh Susuhunan Paku Buwono III. Tidak hanya mengenai pembagian wilayah saja, di dalam perjanjian tersebut juga mengatur beberapa aspek.

Tata cara berpakaian, bahasa, adat istiadat, tarian, dan gamelan menjadi perbedaan yang diatur di dalam perjanjian Giyanti. Perbedaan beberapa aspek tersebut dirundingkan dan dibahas saat Sultan Hamengku Buwono I dan Susuhunan Paku Buwono III melakukan pertemuan di Lebak, Jatisari pada tanggal 15 Februari 1755.

Pada tanggal 9 Oktober 1755, keraton ini mulai dibangun atas inisiatif Sultan Hamengku Buwono I. Dalam perjalanan sejarah, keraton ini juga pernah mengalami serangan militer yang membuat sebagian bangunannya terbakar dan rubuh. Bangunan keraton yang masih berdiri hingga saat ini merupakan hasil dari pembangunan yang dilakukan oleh Sultan Hamengku Buwono VIII pada tahun 1921 – 1939.

Bangunan keraton Yogyakarta ini menggunakan arsitektur gaya Jawa tradisional dengan sentuhan budaya asing, seperti Belanda, Portugis, dan Cina. Bentuk bangunan didominasi dengan konstruksi Joglo. Joglo sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu bangsal dan gedhong. Bangsal merupakan bangunan joglo tanpa dinding, sedangkan gedhong merupakan bangunan joglo yang ditutupi dinding.

Permukaan atap joglo memiliki bentuk bangun datar trapesium dan terbuat dari genting tanah liat, sirap, atau seng berwarna merah atau kelabu. Atap bangunan ditopang dengan tiang utama yang biasa dikenal dengan sebutan Soko Guru dengan warna hijau gelap atau hitam dan kombinasi warna kuning, merah, emas, atau hijau muda.

Tiap bangunan yang ada di dalam keraton memiliki kelas-kelas tersendiri tergantung fungsi dan kedekatan dengan jabatan para penggunanya. Bangunan kelas utama yang biasa digunakan oleh Sultan dalam kapasitas jabatannya memiliki ornamen yang berdetail rumit dan indah dibanding dengan ruangan kelas bawah yang lebih sederhana.

3. Taman Pintar

Taman Pintar menjadi salah satu destinasi wisata yang menawarkan wisata edukasi dengan wahana yang berteknologi tinggi dan bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan umum. Di sini, terdapat banyak wahana yang bisa dijadikan sebagai sarana belajar sambil berekreasi, sehingga sangat cocok untuk pengunjung usia anak-anak, mulai usia pra sekolah hingga tingkat menengah.

Objek wisata yang dibangun pada tahun 2006 atas gagasan dari Herry Zudianto, Walikota Yogyakarta yang menjabat pada saat itu terinspirasi dari pusat peragaan iptek yang sudah ada sebelumnya yang berada di kawasan wisata Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Objek wisata ini menawarkan wisata dengan wahana edukatif dan mengasyikkan yang memanfaatkan inovasi dan teknologi.

Bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 12.000 m2 ini menawarkan model pembelajaran melalui permainan yang menarik dan mengasyikkan untuk membantu mengasah kreativitas dan merangsang rasa ingin tahu pada anak. Konsep pembelajaran yang diterapkan di Taman Pintar bertujuan untuk membantu meningkatkan mutu pembelajaran dan penguasaan materi pendidikan.

Untuk pengenalan materi terbagi menjadi dua yaitu berdasarkan kelompok usia dan penekanan materi. Untuk pembagian berdasarkan kelompok usia yaitu tingkat pra sekolah, taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga sekolah menengah. Untuk penekanan materi disampaikan melalui anjungan, seperti anjungan pengenalan, anjungan permainan, dan anjungan penerapan iptek.

Dengan menggunakan beberapa model alat peraga, siswa akan lebih tertarik untuk mengembangkan kemampuan, sehingga mampu memecahkan beberapa masalah dengan pola pikirnya sendiri. Beberapa wahana yang menarik untuk dikunjungi dan dicoba, yaitu Indonesiaku, Penjelajah Kecil, Titian Penemuan, Titian Sains, Petualangan Lingkungan, Jembatan Sains, dan Taman Bermain.

Di wahana Taman Bermain juga disediakan berbagai macam alat peraga yang edukatif. Anak-anak dapat belajar tentang cakram warna, permainan air, dan dinding berdendang untuk memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan tentang sains.

4. Malioboro

Sebagai penutup dari rangkaian perjalanan, Malioboro menjadi tujuan akhirnya. Malioboro merupakan kawasan perbelanjaan yang sangat legendaris dan populer di Yogyakarta. Nama Malioboro sendiri diambil dari nama salah satu anggota kolonial Inggris yang saat itu menduduki Yogyakarta dan ikut dalam pembangunan kawasan tersebut pada tahun 1811 – 1816 silam.

Sekitar abad ke-19, kawasan ini dijadikan sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan, serta menjadi simbol untuk menandingi kekuasaan dan kemegahan keraton yang mendominasi kawasan tersebut kala itu. Di sepanjang kawasan Malioboro, para pelancong dan pengunjung akan disuguhkan dengan beberapa bangunan yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah di kota Yogyakarta.

Sepanjang jalan Malioboro banyak pedagang kaki lima dan kios yang berjajar menjajakan berbagai suvenir dan cendera mata khas Yogyakarta, seperti batik dan berbagai kerajinan dari kulit, perak, dan kayu. Hal yang menarik adalah cara tawar-menawar antara penjual dan pembeli. Di sini, pengunjung bisa melihat kondisi sosial dan cara interaksi masyarakat Yogyakarta yang hangat dan ramah.

Baca Juga : Contoh Laporan Magang

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Dari perjalanan wisata yang dilakukan di beberapa objek wisata yang ada di Yogyakarta dapat disimpulkan bahwa Yogyakarta memiliki banyak objek wisata yang memiliki nilai historis dan edukatif. Tidak hanya wisatawan lokal saja yang tertarik berkunjung ke Yogyakarta, namun wisatawan mancanegara.

Objek wisata di Yogyakarta juga memiliki ciri khas tersendiri yang filosofis, mengandung nilai-nilai budaya yang sangat kental, dan edukatif. Dengan kunjungan wisata (study tour) peserta didik diajak untuk mengenal sejarah dan pengetahuan seputar Merapi Volcano Museum, Keraton Yogyakarta, Taman Pintar, dan Malioboro secara langsung.

Tidak hanya unsur budaya dan sejarah saja dari berbagai bangunan saja, peserta study tour juga diajak melihat secara langsung tentang kondisi sosial masyarakat setempat. Peserta study tour juga bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat Yogyakarta yang dikenal sebagai masyarakat yang ramah dan hangat.

2. Saran

Perjalanan wisata atau study tour ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan peserta didik. Oleh karena itu, kegiatan ini harus didukung dan dilaksanakan secara rutin untuk memberikan pembelajaran dan praktek secara langsung tentang berbagai objek wisata di berbagai tempat di Indonesia yang mengandung nilai sejarah, budaya, dan efektif memberi edukasi peserta didik.

Contoh laporan study tour di atas bisa menjadi referensi dan tambahan pengetahuan Anda. Anda juga bisa menerapkannya untuk menghasilkan karya tulis dengan sistematika penyusunan yang benar dan tepat.

Baca Juga : Contoh Laporan Pertanggungjawaban

Leave a Comment