Lambang Burung Garuda Pancasila

Lambang Burung Garuda Pancasila, Gambar, Arti, Makna Lengkap

Lambang Burung Garuda Pancasila – Salam sehat selalu untuk kita semua. Pada kesempatan kali ini kami akan menyajikan mengenai lambang burung garuda pancasila beserta dengan gambar, arti, dan maknanya lengkap. Kenapa saya menyajikan mengenai ini? Karena garuda pancasila ini adalah simbol negara Indonesia yang wajib untuk kita ketahui dengan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang mana mempunyai arti berbeda-beda tetapi tetap satu”.

Pastinya kamu sudah tau kan jika lambang negara Indonesia ini berbentuk burung garuda?. Burung garuda dengan posisi kepala menghadap ke arah kanan dan ada perisai yang mempunyai bentuk seperti jantung yang tergantung memakai rantai di leher garuda?

Semboyan Bhineka Tunggal Ika yang mempunyai arti “Meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu” tertulis tepat di atas pita yang dicengkeram Garuda.

Mungkin dari kamu belum mengetahui siapa yang merancang lambang negara kita ini. Perlu untuk kamu ketahui pada awalnya lambang garuda ini di rancang oleh Sultan Hamid II setelah itu disempurnakan oleh Presiden Indonesia pertama yaitu Ir. Soekarno.

Sesudah proses penyempurnaan itu selesai dilakukan lalu diresmikan pemakaiannya sebagai lambang negara pertama kali. Yaitu di tanggal 11 Februari 1950 pada Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat.

Sebelum kita membahas mengenai makna burung garuda sebagai lambang pancasila. Ada baiknya jika kamu mengetahui sejarah burung garuda sebagai lambang pancasila. Ini bertujuan agar kamu lebih mengerti lagi tentang sejarah yang sangat penting ini dan tidak boleh untuk di lewatkan begitu saja. Mari simak pembahasannya di bawah ini yang sudah kami sajikan untuk kamu.

Sejarah Burung Garuda

Di dalam PP No. 43/1968 itu terdiri dari 15 pasal, Di dalam pasal 12 ada peraturan yang melarang menambahkan gambar, angka, atau apapun pada lambang negara Garuda Pancasila. Dan Garuda pancasila pun dilarang dijadikan cap dagang. Oleh sebab itu harus berhati-hati dalam pemakaiannya. Sebab kalau kedapatan melanggar dapat denda atau sanksi. Kecintaan kepada Indonesia harus disertai dengan menjaga setiap ciri khas bangsa ini, termasuk juga lambang negaranya. Banyak sekali kisah menarik tentang sejarah burung garuda dari awal sampai burung garuda dijadikan sebagai lambang negara Indonesia.

Filosofi Burung Garuda dalam Pewayangan

mitologi-garuda-pancasila
https://www.melihatmisteri.com

Di dalam metodologi pewayangan, garuda adalah salah satu dari kendaraan Dewa Wisnu. Gambar garuda itu muncul pada relief dan patung arca dibeberapa candi kuno yang ada di Indonesia. Seperti Sukuh, Prambanan, Cheto, dan Mendut.

Di salah satu komplek Candi Prambanan ada sebuah candi Siwa yang mempunyai relief mengenai Ramayana dimana menggambarkan salah satu keponakan Garuda. Keponakan garuda itu ialah bangsa dewa burung jatayu yang mencoba menyelamatkan Sinta dari Cengkeraman Rahwana.

Arca Anumenta Airlangga yang ditokohkan sebagai Whisnu sedang mengendarai seekor Garuda dari arah Candi Belahan. Ialah salah satu arca Garuda Jawa Kuno yang sangat terkenal, saat ini arca itu di simpan di Museum Trowulan.

Garuda sangat banyak muncul, bahkan hampir di semua kisah di Jawa dan di Bali. Di semua kisah yang menceritakan jika garuda ialah sebuah simbol kekuatan, kebijakan, pengetahuan, keberanian, kedisiplinan, dan kesetiaan.

Karena garuda dijadikan sebagai kendaraan Whisnu, maka garuda mempunyai sifat seperti Dewa Wishnu di mana sebagai pemelihara juga penjaga tatanan dan berlen gan manusia.

Kalau menurut tradisi Bali, burung Garuda merupakan seekor hewan yang sangat dimulyakan sebagai Tuan dari segala makhluk yang dapat terbang dan Raja Agung para burung. Dalam tradisi Bali Burung Garuda umumnya digambarkan sebagai makhluk yang memiliki kepala, sayap, paruh, dan cakar, tetapi tidak bertubuh dan berlengan manusia.

Arca atau patung burung Garuda digambarkan dalam sebuah ukiran halus dan rumit berwarna cerah keemasan. Serta digambarkan sebagai kendaraan Whisnu dan sebagai kendaraan tempur di dalam pertempuran yang sangat hebat melawan naga.

Garuda memang memiliki posisi yang mulia di dalam tradisi di Indonesia. Sejak zaman kuno Garuda sudah dijadikan sebagai simbol nasional Indonesia. n dijadikan sebuah perwujudan ideologi Pancasila. Garuda juga dipakai sebagai nama sebuah maskapai penerbangan nasional yaitu Garuda Indonesia. Bukan hanya di Indonesia saja, negara tetangga seperti negara Thailand juga memakai Garuda sebagai lambang negaranya.

Burung Garuda Sebagai Lambang Pancasila

Lambang Burung Garuda Pancasila
https://en.wikipedia.org

Sesudah kita menyimak mengenai sejarah burung garuda, kini yang akan di ulas selanjutnya adalah mengenai burung garuda sebagai lambang negara. Mari simak ulasannya di bawah ini yang sudah kami sajikan untuk kamu.

Sesudah kemerdekaan Indonesia 1945 sampai 1949 lalu disusul oleh pengakuan kedaulatan Indonesia bagi belanda di dalam Konferensi Meja Bundar pada tahun 1049. Sehingga Indonesia sepertinya membutuhkan lambang negara.

Pada tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negar di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Follo Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis di pegang oleh Muhammad Yamin sebagai Ketuanya.

Para anggotanya adalah Ki Harjar Dewantoro, M A Pellaupesy, Moh Natsir, dan RM Ng Poerbatjaraka dimana tugas untuk menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk memilih dan diajukan kepada pemerintah.

Jika menurut rujukan Bung Hatta yang tertera pada buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan sebuah keputusan Sidang Kabinet itu Menteri Priyono melakukan sayembara. lalu terpilihlah dua rancangan dua lambang negara yang terbaik, yakni karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin.

Untuk proses yang berikutnya ditemima langsung oleh Presiden dan DPR ialah hasil karya dari Sultan Hamid II. Kenapa karya M. Yamin di tolak? Karena rancangan M. Yamin menyertakan sinar-sinar matahari dimana salah satu pengaruh jepang.

Sesudah rancangan Sultan Hamid II dipilih, lalu terjadilah dialog secara intensif antara perancang dengan Presiden Indomesia Serikat Ir. Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta. Hal itu terus dilakukan demi kepentingan penyempurnaan rancangan.

Mereka bertiga sudah bersepakat untuk mengganti pita yang dicengkeram Garuda itu awalnya hanyalah pita merah putih tetapi kemudian ditambahkan dengan semboyan “Bhine Tunggal Ika”

presiden RI pertama menyerahkan rancangan itu kepada kabinet RIS melalui Moh Hatta. Kalau menurut Pringgodigdo dirinya mengatakan jika rancangan lambang negara dari hasil karya Sultan Hamid II sudah diresmikan sebagai lambang negara pada sidang Kabinet RIS tanggal 11 Februari 1950.

Makna Burung Garuda

Burung Garuda

  • Garuda pancasila ialah burung yang dikenal sebagai simbol negara untuk menggambarkan negara Indonesia yakni bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat, besar, disegani, dan tidak dapat diremehkan oleh pihak manapun.
  • Warna keemasan yang terdapat pada burung garuda ialah gambaran sebuah keagungan juga sebuah kejayaan.
  • Burung garuda ini memiliki paruh, cakar, sayap, juga ekor yang dijadikan sebagai lambang kekuatan pembangunan dan tenaga yang sangat besar.
  • Jumlah bulu yang ada di burung garuda pancasila ini menggambarkan mengenai hari dan proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia yakni pada tanggal 17 Agustus 1945. Yang sudah dijelaskan bahwa jumlah bulu pada masing-masing sayap mempunyai jumlah 17, jumlah bulu pada ekornya ada 8, jumlah bulu dibawah perisainya ada 19 dan jumlah bulu di lehernya ada 45.

Perisai Burung Garuda

  • Yang dimaksud perisai ialah tameng yang telah lama dikenal di dalam budaya dan beradaban Nusantara sebagai senjata ampuh di mana melambangkan pertahanan, perlindungan, perjuangan diri untuk mencapai suatu tujuan yang positif.
  • Ada garis hitam tebal tepat ditengah perisai dimana hal itu menggambarkan garis khatulistiwa. Gambaran itu adalah sebuah cerminan dari letak Indonesia sebagai negara tropis yang dilintasi oleh garis khatulistiwa.
  • Ruang perisai mempunyai warna dasar bendera Indonesia dan bagian tengahnya ada warna dasar hitam.
  • Ada lima buah ruang di dalam perisai yang mewujudkan dasar negara Pancasila.

Makna Lambang Pancasila Dan Penjelasannya

makna-lambang-pancasila
http://www.lampost.co

1. Makna Sila Pertama Bintang Tunggal

bintang-tunggal
http://www.markijar.com

Ketuhanan Yang maha Esa, Sila yang pertama ini dilambangkan memakai perisai hitam dengan bintang emas berkepala lima. Maksud dari lima kepala dalam bintang emas itu ialah menggambarkan 5 agama besar yang terdapat di Indonesia, yakni Islam, Hindu, Budha, Kristen, dan ideologi Sekuler Sosialisme.

2. Makna Sila Kedua Rantai Emas

Rantai-Emas
http://www.markijar.com

Kemanusiaan Yang Adil dan Beradap, Sila yang kedua dilambangkan dengan rantai yang tersusun atas gelang kecil ini menandakan hubungan sesama manusia antara satu dengan yang lainnya saling bahu-membahu. Gelang persegi yang terdapat pada lambang pancasila itu juga menggambarkan gelang seperti laki-laki dan lingkarannya menggambarkan perempuan.

3. Makna Sila Ketiga Pohon Beringin

Pohon-Beringin
http://www.markijar.com

Persatuan Indoneia, Sila ketiga yang dilambangkan dengan pohon beringin yang mana dalam bahasa ilmiahnya adalah ficus benjamina. Dalam bagian kiri atas perisai memiliki warna putih, pohon beringin ialah pohon yang berakar tunjang. Akar tunjang yang dimaksud ialag akar tunggal panjang yang menunjang pohon yang besar itu kedalam tanah.

Hal tersebut menggambarkan atau memberikan contoh kesatuan dan persatuan Indonesia. Pohon beringin ini sendiri mempunyai banyak akar yang bergelantungan dari rantingnya. hal tersebut menggambarkan jika Indonsia ialah negara kesatuan tetapi memiliki bermacam-macam latar belakang budaya mulai sabang hingga merauke.

4. Makna Sila Keempat Kepala Banteng

Kepala-Banteng
http://www.markijar.com

Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan, Sila keempat dilambangkan dengan kepala banteng, makna dari simbol kepala banteng di bagian atas perisai berlatar merah ialah menggambarkan jika banteng merupakan binatang sosial yang sama dengan manusia.

Hal itu dikatakan oleh Presiden pertama Indonesia Bung Karno yang mana keputusan itu di ambil dan dilakukan secara musyawarah, kekeluargaan, dan bergotong royong ialah nilai yang dijadikan sebagai ciri bangsa Indonesia.

Makna Sila Kelima Padi dan Kapas

Padi-dan-Kapas
http://www.markijar.com

Keadilan Sosial Bagi Seluruh rakyat Indonesia, Sila kelima dilambangkan dengan padi dan kapas, kapas dibagian bawah perisai mempunyai latar belakang putih. Kapas dan padi ialah sebuah gambaran sandang pangan dimana hal tersebut merupakan kebutuhan pokok semua masyarakat Indonesia tanpa melihat status apapun kedudukannya.

Padi dan kapas ini mencerminkan persamaan sosial yang tidak adanya kesenjangan sosial antara yang satu dengan yang lainnya, tetapi hal itu bukan berarti jika Indonesia memakai Ideologi Komunisme.

Makna Pita Bhineka Tunggal Ika

Bhineka Tunggal Ika yang dituliskan berwarna hitam di pita putih kemudian dicengkeram oleh kedua cakar garuda pancasila.

Bhineka Tunggal Ika ialah sebuah kutipan dari kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular kata “Bhineka” memiliki arti beraneka ragam atau berbeda-beda, kata “Tunggal” memiliki arti satu, dan kata “Ika” mempunyai makna itu.

Makna itu meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya tetap satu kesatuan. Semboyan itu juga dipakai untuk melambangkan kesatuan dan persatuan Bangsa Indonesia yang terdiri dari beberapa budaya, ragam ras, bahasa daerah, suku bangsa, agama, dan kepercayaan.

Letak Warna

Warna yang dipakai dalam lambang garuda Pancasila tidak dapat ditetapkan secara asal, tetapi warna-warna itu sudah ditentukan untuk diletakkan di bagian yang ada pada kambang garuda Indonesia.

  • Warna kuning digunakan sebagai warna dasar garuda pancasila, seperti warna rantai, warna bintang, warna kapas, dan warna padi.
  • Warna putih dipakai untuk warna perisai kiri bawah dan kanan atas. Warna putih juga diberikan pada pita yang dicengkeram oleh burung garuda pancasila.
  • Warna hitam dipakai sebagai warna kepala banteng yang ada dalam lambang garuda pancasila. Bukan hanya itu saja, warna hitam itu dipakai juga untuk warna perisai tengah latar belakang bintang. dalam garis dasar tengah perisai dan tulisan semboyan Bhineka Tunggal Ika juga memakai warna hitam.
  • Warna merah dipakai sebagai warna perisai kiri atas dan kanan bawah yang berada dalam lambang garuda pancasila.
  • Warna hijau dipakai sebagai warna pada pohon beringin.

Arti Makna Warna

Ada beberapa warna yang terdapat pada lambang burung garuda pancasila. Warna yang dipakai dijadikan sebagai warna pada lambang garuda pancasila itu memiliki makna dan arti sebagai berikut ini:

  • Putih artinya sebuah kesucian, kemurnian, dan kebenaran
  • merah, artinya keberanian
  • Hijau artinya kemakmuran dan kesuburan
  • Hitam artinya makna keabadian
  • Kuning artinya keluhuran, kemegahan, dan kesabaran.

Itulah yang dapat kami sampaikan mengenai lambang burung garuda pancasila. Sebagai warga negara yang baik tentunya kita harus mengetahui arti dan makna lambang garuda pancasila, juga harus hafal dengan sila-sila pancasila. semoga artikel ini menambah ilmu dan bermanfaat bagi kamu. Terima Kasih

Kunjungi artikel menarik lainnya disini: https://organicvolunteers.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.