klasifikasi makhluk hidup-dmy

Klasifikasi Makhluk Hidup Beserta Penjelasannya Lengkap

Klasifikasi Makhluk Hidup – Halo para pembaca, pada kesempatan kali ini saya akan memberikan informasi mengenai klasifikasi makhluk hidup beserta dengan gambar dan penjelasannya lengkap. Disini saya akan mengupas tuntas mengenai klasifikasi makhluk hidup mulai dari pengertian klasifikasi makhluk hidup, tujuan, gambar dan yang lainnya. Oh iya, apakah yang dimaksud dengan klasifikasi makhluk hidup itu?. Kalau kamu penasaran yuk langsung saja simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup

Yang dimaksud dengan klasifikasi makhluk hidup adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengelompokkan makhluk hidup. Pengelompokkan itu berdasarkan pada kesamaan ciri ataupun perbedaan yang ditemukan dalam setiap makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup dilakukan dengan cara melihat dari ciri-ciri makhluk hidup yang paling umum sampai yang paling spesifik dalam makhluk hidup.

Disamping pengelompokkan dan ciri-ciri makhluk hidup, pengelompokkan juga dilakukan dengan dasar ukuran, manfaat, dan habitat makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup ini dipelajari dalam ilmu taksonomi. Mulanya, ilmu taksonomi diprakarsai oleh ilmuwan ternama dari Swedia yang bernama C. Linnaeus. Oleh karena itu, kelompok makhluk hidup diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu animalia (hewan) dan vegetabilia (tumbuhan). Linneaeus memperkenalkan mengenai klasifikasi makhluk hidup dengan urutan sebagai berikut ini (tertinggi ke terendah): Kingdom – Filium (Hewan) / Divisio (Tumbuhan) – Klass -Ordo – Familia – Genus – Spesies.

Untuk pemberian nama ilmiha tersebut diambil dari makhluk hidup  diambil dari nama genus  dan spesies di dalam klasifikasi makhluk hidup. Di bawah ini aturan yang dipakai untuk pemberian nama ilmiah dalam makhluk hidup:

  • Nama ilmiah memakai bahasa latin.
  • Nama ilmiah terdiri dari dua kata, kata pertama ialah nama genus dan untuk kata kedua ialah nama spesies.
  • Penulisan huruf ilmiah harus ditulis dengan huruf cetak miring atau digaris bawah.
  • Huruf pertama dalam kalimat pertama (nama genus) harus memakai huruf kapital.
  • Semua huruf pada kata kedua (nama spesies) tidak memakai huruf kapital.

Untuk contoh, penulisan nama ilmiah untuk tanaman pisang ialah Musa paradisiaca

atau Musa paradisiaca. Musa dalam nama ilmiah itu ialah nama genus, sedangkan paradisiaca ialah nama spesies.

Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

Kenapa makhluk hidup yang terdapat di bumi ini perlu dikelompokkan? Dibawah ini akan kami jelaskan beberapa tujuan dilakukannya klasifikasi makhluk hidup.

1. Untuk mengetahui hubungan kekerabatan

Klasifikasi makhluk hidup terjadi disebabkan adanya pengelompokkan berdasarkan ciri. Tingkat takson yang diperkenalkan oleh Linneaeus bisa membantu kita mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan makhluk hidup yang lainnya. Dengan mengetahui ciri-ciri makhluk hidup berdasarkan tingkatan takson, kita jadi lebih memahami mengenai hubungan kekerabatan pada makhluk hidup.

2. Untuk mempermudah proses mempelajari makhluk hidup

Klasifikasi makhluk hidup dilakukan dengan cara mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan dengan ciri-cirinya. Dengan mengetahui klhasifikasi makhluk hidup pastinya kita sekaligus akan mengetahui makhluk hidup apa saja yang mempunyai ciri yang sama.

3. Untuk membedakan makhluk hidup yang satu dengan yang lainnya

Berdasarkan dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh makhluk hidup, kita dapat mengetahui sekaligus membedakan makhluk hidup satu dengan makhluk hidup yang lainnya. Contohnya antara monyet dan kera, walaupun mirip tetapi keduanya mempunyai nama ilmiah yang berbeda sebab terdapat ciri yang membedakan antara keduanya.

4. Untuk menyederhanakan objek studi

Perlu untuk diketahui bahwa makhluk hidup yang terdapat di bumi ini berjumlah jutaan. Untuk mempelajarinya pasti diperlukan waktu yang sangat lama. Oleh karena itu, perlu dilakukan klasifikasi ilmiah supaya objek studi menjadi lebih sederhana. Klasifikasi makhluk hidup akan membantu kita untuk mengenali dan mempelajari makhluk hidup sebab sudah dikelompokkan berdasarkan kesamaan ciri.

5. Untuk memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya

Seiring dengan perkembangan waktu, berbagai penemuan spesies barus terus terjadi. Spesies-spesies baru itu belum mempunyai nama, oleh sebab itu perlu dilakukan klasifikasi makhluk hidup. Dengan melihat ciri-ciri spesies yang ditemukan, spesies itu akan mempunyai nama ilmiah sesuai ciri-ciri yang ditunjukkan.

Dasar-dasar Untuk Melakukan Klasifikasi Makhluk Hidup

klasifikasi makhluk hidup-dmy
http://2.bp.blogspot.com

Untuk melakukan klasifikasi makhluk hidup ternyata bukan hanya didasarkan pada kesamaan ciri saja, namun masih terdapat beberapa kriteria yang dijadikan dasar untuk melakukan klasifikasi makhluk hidup, diantaranya ialah:

1. Berdasarkan kesamaan ciri

Dasar pertama yang dijadikan pedoman untuk mengklasifikasikan makhluk hidup ialah berdasarkan kesamaan cirinya. Sebagai contoh ayam dan elang akan masuk ke dalam jenis aves. Penggolongan itu didasarkan pada kesamaan ciri makhluk hidup yakni mempunyai sayap, paruh, dan bulu.

2. Berdasarkan perbedaan

Walaupun hewan satu dengan hewan yang lainnya dapat masuk ke dalam satu jenis yang sama tetapi dapat jadi dua makhluk hidup di dalam satu jenis itu mempunyai perbedaan. Contohnya antara ayam dan elang. Keduanya adalah pengelompokan hewan berjenis aves, tetapi keduanya mempunyai perbedaan dari segi jeis makanan yang dikonsumsinya. Ayam ialah jenis hewan herbivora karena mengkonsumsi tumbuhan, sedangkan untuk elang ialah hewan karnivora sebab mengkonsumsi binatang.

3. Berdasarkan pada ciri morfologi dan anotominya

Langkah pertama yang dilakukan untuk mengelompokkan makhluk hidup dilakukan dengan cara mengamati ciri morfologinya, seperti menggolongkan beberapa jenis tumbuhan berdasarkan bentuk pohon, bentuk daun, warna bunga, bentuk bunga, dan yang lainnya. Kalau ciri morfologi telah diamati dan diklasifikasikan, maka langkah untuk selanjutnya ialah mengetahui ciri anatominya seperti ada atau tidak adanya sel takrea, kambium, berkas pengangkut dan yang lainnya. Beberapa makhluk hidup mungkin mempunyai struktur morfologi yang sama namun mempunyai struktur anatomi yang berbeda, atau juga bisa sebaliknya.

4. Berdasarkan pada ciri biokimianya

Disamping berdasarkan ciri morfologi dan anatominya, pengelompokkan makhluk hidup juga dapat dilakukan dengan melihat struktur biokimianya, seperti kandungan enzim, jenis-jenis protein, dan jenis DNA yang dimiliki. Ciri biokimia itu akan memberikan bantuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan makhluk hidup yang lainnya.

Tahapan-tahapan Dalam Klasifikasi Makhluk Hidup

Linneaus yang dianggap sebagai bapak taksonomi dunia mengungkapkan beberapa tahapan yang bisa dilakukan dalam mengklasifikasikan makhluk hidup, diantaranya ialah:

1. Tahap pertama adalah identifikasi

Tahapan identifikasi ini dilakukan dengan mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup yang akan dilasifikasikan.

2. Tahap kedua adalah pengelompokan

Tahap pengelompokkan dilakukan dengan mengelompokkan makhluk hidup dengan dasar ciri-ciri yang dimiliki oleh makhluk hidup itu. Makhluk hidup dengan ciri-ciri yang sama akan masuk ke dalam satu kelompok yang sama atau dapat dikatakan akan masuk ke dalam satu takson.

3. Tahap ketiga adalah melakukan penanaman takson

Melakukan penanaman takson, kalau makhluk hidup telah dikelompokkan ke dalam takson-takson yang sejenis, setelah itu ialah pemberian nama takson. Pemberian nama takson itu dilakukan untuk mempergampang pengenalan ciri-ciri pada kelompok makhluk hidup tertentu.

Tingkatan Klasifikasi Makhluk Hidup

Tingkatan klasifikasi makhluk hidup terdiri atas tujuh tingkatan. Tingkatan klasifikasi makhluk hidup itu pertama kali dilakukan oleh Linneaus, tingkatan takson itu dimulai dari yang paling umum (tinggi hingga yang paling spesifik (rendah). Di bawah ini penjelasan mengenai tujuh tingkatan klasifikasi makhluk hidup:

1. Kingdom atau regnum

Kingdom ialah tingkatan tertinggi pada kklasifikasi makhluk hidup. Binatang akan diklasifikasikan sebagai kingdom Animalia, sedangkan untuk tumbuhan masuk ke dalam tumbuhan kingkdom plantae.

2. Filum atau divisio

Filum juga bisa disebut keluarga besar. Ciri-ciri umum pada satu kingdom akan dikelompokkan menjadi beberapa filum, tergantung dari ciri-ciri yang ditunjukkan. Beberapa contoh jenis filum pada hewan diantaranya ialah filum Arthropoda dengan ciri-ciri mempunyai ciri bertulang belakang dan bernetokorda. Contoh yang lainnya ialah filum pada tumbuhan, seperti filum Spermatophyta atau tumbuhan berbiji dan filum Basidiomycota atau disebut sebagai tumbuhan jamur berbasidium.

3. Kelas

Tingkatan dibawah filum atau diviso ialah kelas. Kalau tumbuhan atau hewan pada filum atau diviso mempunyai ciri yang sama maka akan dimasukkan ke dalam satu kelas. Pada tumbuhan dikenal terdapat dua macam kelas yakni tumbuhan dengan biji berkeping satu dan tumbuhan dengan biji berkeping dua. Jadi filum Spermatophyta terbagi menjadi dua kelas yakni Monocotyledonae (berkeping satu) dan Dicotyledonae (berkeping dua). Sedangkan pada hewan, hewan mempunyai beberapa kelas. Sebagai contoh kelas hewan mamalia seperti anjing, sapi, kuda, kambing dan yang lainnya.

4. Ordo

Tingkatan takson yang berada dibawah kelas ialah ordo. Pada tumbuhan, nama ordo umumnya berakhiran dengan –ales, sedangkan pada hewan tidak terdapat ciri khusus pada karakteristrik penanaman. Contoh penanaman ordo pada hewan misalnya ialah herbivora, carnivora, omnivora, dan lain-lain. Contoh: kelas mamalia terbagi atas beberapa ordo, misalnya ordo herbivora meliputi kambing, sapi, gajah, dan yang lainnya, ordo carnivora meliputi harimau, anjing, beruang, dan yang lainnya, lalu ordo omnivora contohnya ialah babi.

5. Famili atau keluarga

Famili adalah tingkatan takson di bawah ordo, biasanya ada suatu kelompok yang berkerabat serta mempunyai beberapa kesamaan ciri. Pada tumbuhan, nama famili akan berakhiran –aceae, sedangkan pada hewan nama famili akan berakhiran dengan –idae. Contohnya Rosaceae (keluarga mawar), Solanaceae (keluarga kentang), Falidae (keluarga kucing), dan Canidae (keluarga anjing).

6. Genus

Nama genus dari makhluk hidup bisa diambil dari berbagai kata, contohnya dari zat kandungannya, nama hewan, dan yang lainnya. nama genus diawali dengan huruf kapital, penulisannya dengan bercetak miring atau tegak tetapi dengan garis bawah.

7. Species atau jenis

Spesies menjadi satuan dasar untuk sistem klasifikasi. Spesies adalah tingkatan terendah di dalam sistem klasifikasi makhluk hidup. Spesies adalah makhluk hidup yang melakukan perkawinan dengan sesamanya dan menghasilkan keturunan yang fertil. penulisan spesies makhluk hidup umumnya digabung bersama nama genus makhluk hidup. Dua kata dalam penanaman ilmiah makhluk hidup menunjukkan nama genus dan jenisnya. kata pertama ialah nama genus, sedangkan untuk kata kedua ialah makhluk hidup.

Itulah penjelasan tentang tujuh tingkatan takson pada sistem klasifikasi makhluk hidup. Setelah ini akan dijelaskan tentang perkembangan klasifikasi makhluk hidup.

Perkembangan Klasifikasi Makhluk Hidup Dari Masa Ke Masa

klasifikasi-makhluk-hidup
https://arinagrande.wordpress.com

Klasifikasi makhluk hidup sudah sudah dikenal sejak zaman dahulu, Seorang ahli filsafat Yunani, Aristoteles (384-322 SM), sudah melakukan klasifikasi makhluk hidup dengan mengklasifikasikan tumbuhan dan hewan. Walaupun telah menglasifikasikan makhluk hidup menjadi tumbuhan dan hewan, pada masa tersebut manusia belum mengenal yang namanya mikroorganisme seperti bakteri atau makhluk bersel satu. Di dalam perkembangannya, sistem klasifikasi makhluk hidup sudah mengalami banyak perubahan dari masa ke massa. Semua itu tidak terlepas dari peranan penting para ilmuwan untuk terus melakukan penelitian. Di bawah ini beberapa sistem klasifikasi makhluk hidup dari masa ke masa.

1. Sistem klasifikasi makhluk hidup pra-Linneaus

Pada saat masa pra-Linneaus, sistem klasifikasi makhluk hidup dilakukan dengan dasar pengamatan ciri-ciri morfologis makhluk hidup. Pada saat masa ini, seorang ahli filsafat Yunani Aristoteles, mempunyai peranan besar di dalam perkembangan sistem klasifikasi makhuk hidup. Pada masa pra-Linneaus, makhluk hidup baru diklasifikasikan menjadi dua, yakni tumbuhan dan hewan. Sebetulnya pada masa tersebut klasifikasi sudah dilakukan secara merinci. Hewan-hewan yang diberi nama berdasarkan manfaat, ciri-ciri juga manfaat yang dimiliki. Hanya saja pada masa itu orang-orang belum menyadari sepenuhnya akan sistem klasifikasi makhluk hidup, di samping itu sistem klasifikasi juga dilakukan dalam waktu yang sangat singkat. Mereka mengelompokkan makhluk hidup sebagai hewan dan tumbuhan.

2. Sistem Klasifikasi 2 kingdom

Sistem klasifikasi 2 kingdom adalah awal mula majunya perkembangan sistem taksonomi. Pada masa ini dikenal dengan adanya 2 macam kingdom yakni kingdom animalia (hewan dan kingdom plantae (tumbuhan). Pada masa ini, seoranh ilmuwan yang berasal dari Swedia bernama C. Linneaus ialah tokoh yang berperan besar melakukan sistem klasifikasi makhluk hidup. Sistem klasifikasi 2 kingdom diterapkan pada tahun 1735. Sistem klasifikasi 2 kingdom dianggap belum sempurna dan masih mempunyai beberapa kekurangan, seperti penggolongan makhluk hidup yang masih terlalu umum serta kurang spesifiknya penggolongan itu. Akibatnya, terdapat beberapa jenis makhluk hidup yang tidak bisa digolongkan ke dalam dua kingdom itu. Walaupun masih belum sempurna dan masih mempunyai kekurangan, sistem klasifikasi 2 kingdom dianggap sebagai cikal bakal atau penagarah utama untuk menuju ke sistem kingdom yang selanjutnya.

3. Sistem klasifikasi 3 kingdom

Kalau sebelumnya Lineeaus mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 kingsom, setelah itu Ernst Haeckel pada tahun 1866 mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 3 kingdom. Sistem klasifikasi 3 kingdom ini terdiri dari kingdom animalia (hewan), kingdom plantae (tumbuhan), dan kingdom protista (organisme bersel satu dan organisme mutiseluler sederhana). Awal mula dimasukannya protista menjadi salah satu kingdom adalah saat makhluk hidup bersel satu mulai ditemukan. Makhluk hidup bersel satu itu dibagi menjadi 2 filum, filum yang pertama adalah filum Protozoa yakni untuk menyebutkan makhluk bersel satu yang bisa bergerak, filum yang kedua ialah Thallophyta atau Protophyta yakni filum yang menyatakan makhluk hidup bersel stu seperti alga dan bakteri. Kingdom protista dipakai untuk menyatakan organisme bersel satu. Kingdom ini mempunyai sifat hewan dan tumbuhan sekaligus.

namun sayangnya, sistem klasifikasi 3 kingdom ini masih belum sempurna. Bakteri yang termasuk kedalam makhluk hidup tidak bisa dimasukkan ke dalam kingdom manapun. Hal itu tidak lain karena bakteri adalah organisme mikroskopis yang tidak mempunyai inti sel. Terlepas dari hal itu semua, sistem klasifikasi 3 kingdom menunjukkan adanya kemajuan di dalam sistem klasifikasi. Organisme bersel satu atau multiseluer sederhana sudah mempunyai kingdom tersendiri, mengingat makhluk hidup itu mempunyai ciri yang berbeda dengan hewan dan tumbuhan.

4. Sistem klasifikasi 4 kingdom

Copeland dan Whittaker ialah dua tokoh yang sangat berperan penting di dalam penemuan sistem klasifikasi 4 kingdom. Dua ilmuwan ternama itu mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 4 kingdom. Walaupun sama-sama mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 4 kingdom, keduanya mempunyai sistem klasifikasi yang berbeda. Coopeland mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi kingdom Monera, kingdom Protoctista, kingdom Metaphyta, dan kingdom Metazoa. Tumbuhan kingdom monera adalah kumpulan organisme yang tidak mempunyai membran inti dan mempunyai sifat prokariotik. Berbeda dengan kingdom Protoctista (Protista) yang bersifat ekuarotik. Kingdom Metaphyta adalah kumpulan tumbuhan yang mengalami masa pertumbuhan embrio. Sedangkan kingdom Metazoa adalah kingdom dengan kumpulan hewan yang mengalami masa perkembangan embrio dan juga siklus hidupnya.

5. Sistem klasifikasi 5 kingdom

Kingdom ini dianggap sebagai penyempurna dari sistem klasifikasi yang sebelumnya, yaitu klasifikasi 4 kingdom. namun sayang klasifikasi ini ternyata masih dianggap mempunyai kelemahan. Sistem klasifikasi 5 kingdom ini belum mampu mengklasifikasikan kingdom monera secara tepat. Dalam kingdom monera masih ada banyak perbedaan yang signifikan, seperti dalam hal RNA polymerse, RNA sequences, Introns, membran, lipid, dan yang lainnya.

6. Sistem klasifikasi 6 kingdom

Sistem klasifikasi makhluk hidup menjadi 6 kingdom pertama kali diungkapkan oleh ilmuwan yang berasal dari Amerika yang bernama Carl Woese ialah kingdom Animalia, kingdom Plantae, dan kingdom Archaebacteria. Pertama kali dilakukannya klasifikasi 6 kingdom ini karena adanya penemuan monera archaebacteria di samudera. Ternyata monera archaebacteria lebih menyerupai sel eukarotik. Tetapi pada masa ini banyak ilmuwan yang pro dan kontra kepada pengklasifikasian kingdom monera. Para ilmuwan menganggap jika kingdom monera telah mencakup eubacteria dan juga archaebacteria sekaligus. Tetapi banyak juga ilmuwan yang setuju dengan sistem klasifikasi pada kingdom monera itu. Alasannya adalah, penjelasan mengenai kingdom monera menjadi lebih spesifik. Sehingga mempergampang proses penelitian lebih lanjut.

7. Sistem klasifikasi 7 kingdom

Sistem klasifikasi 7 kingdom ini pertama kali dikembangkan oleh Cavailer-Smith pada tahun 1998. 7 kingdom yang dimaksud ini meliputi kingdom Amalia, Plantae, Prostista, Chromista, Eumycota, Eubacteria, dan Archaebacteria. Dasar klasifikasi ini ialah dua kelas utama makhluk hidup yaitu eukariotik dan prokariotik. Setelah itu, organisme ekuariotik terbagi menjadi 5 kingdom yakni Amalia, Plantae, Protozoa (protista), Eumycota dan Chromista. Sedangkan untuk organisme prokariotik terbagi menjadi 2 kingdom yakni Eubacteria dan Archaebacteria.

Dalam klasifikasi 7 kingdom ada dua jenis kingdom baru yaitu kingdom Chromista. Kingdom itu mempunyai anggota yang berasal dari kingdom fungi dan protista yanki Oomycota, Hyphochytriomycota, Bacillariophyta, Xanthopyta, Silicoflagellates, Chysophyta, dan Phaeophyta. Beberapa jenis organisme itu mempunyai perbedaan dengan kingdom asalnya sebab organisme itu mempunyai klorofil A dan klorofil C. Organisme itu juga tidak menyimpan makanan sebagai kanji namun dalam bentuk minyak, dan organisme-organisme itu bisa menghasilkan sel dengan dua flagella yang berlainan. Klasifikasi kingdom ini dianggap lebih sempurna sebab bisa mengklasifikasikan berbagai kingdom menjadi lebih spesifik.

Demikianlah perkembangan sistem klasifikasi makhluk hidup sampai saat ini. Klasifikasi makhluk hidup bisa saja mengalami perubahan sewktu-waktu menginat penemuan spesies-spesies baru masih mungkin bisa terjadi. Di samping itu, penelitian mengenai berbagai makhluk hidup juga terus dilakukan sehingga perubahan juga dapat terjadi untuk menyempurnakan pengetahuannya. Semoga apa yang kami sampaikan ini menambah wawsan dan ilmu anda. Terima Kasih.

Kunjungi artikel menarik lainnya disini: https://organicvolunteers.com

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.