Kitab Suci Al-Quran Beserta Sejarah, Asal-usul, Kelebihan dan Kebaikan

Kitab Suci Al-Quran Beserta Sejarah, Asal-usul, Kelebihan dan Kebaikan

Kitab suci Al-Quran – merupakan pedoman hidup bagi umat di dunia. Bahkan banyak sekali ilmuwan beragama lain kagum pada keistimewaanya. Al-Quran lebih dulu menjelaskan sebelum para ilmuwan menemukan hasil penelitianya. Sehingga banyak juga ilmuwan asing yang berpindah ke islam karena kagum dengan isi didalamnya. Ada banyak manfaat yang didapat dari membaca kitab suci Al Quran terutama umat islam diwajibkan untuk membaca dan memahami serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kitab suci yang digunakan sebagai pedoman hidup dalam menempuh kemenangan yang hakiki di dalam dunia maupun di akhirat. Umat islam percaya bahwa kitab suci al quran merupakan sebagai penutup wahyu dari Allah yang terakhir. Untuk di gunakan sebagai aturan untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Kitab suci al quran merupakan bagian dari rukun iman yang wajib kita percaya, bagi umat islam utamanya.

Jika dilihat dari segi bahasa, al quran berasal dari bahasa arab. Yang dalam bahasa indonesia berarti sebuah bacaan maupun sesuatu pedoman yang dibaca secara berulang ulang. Al quran merupakan kitab yang diturunkan melalui salah seorang manusia. Yaitu Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW mendapat wahyu berupa ajaran penting yang yang suci dan berguna pada saat berada di dunia maupun alat ibadah untuk mencari ridho. Serta ganjaran yang nantinya akan menjadi pertimbangan untuk menghapus dosa yang telah dilakukan umat manusia di dunia sebelum menghadapi kematian.

Untuk isi dari surat surat dalam al quran sangatlah suci dan murni karena Allah sendiri yang menjamin. Allah menurunkan kitab ini bukan semata mata sebagai pedoman saja. Namun juga sebagai pelindung dari siksa api neraka. Jika kita membaca surat dalam al quran. Selain kita mendapat ganjaran maka membaca al quran dapat menghindari kita dari pikiran kotor, zina maupun godaan setan yang akan berujung penyesalan.

Sejarah Kitab Suci Al-Quran

Allah SWT telah menurunkan kitab suci yaitu Al quran yang tidak lain adalah sebagai pedoman bagi umat islam. Al quran merupakan satu mukjizat yang membuktikan kerasulan Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai bukti adanya Dzat pencipta yaitu Allah SWT dengan segala kesempurnaan. Dan merupakan tuhan yang yang maha Esa yang berarti hanya satu dan tidak ada duanya di alam ini. Membaca al quran serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu dari ibadah. Al quran telah dinuklikkan secara mutawatir sebagai kitab yang berperingkat atas karena cara penurunannya membuktikan keaslian dari kitab ini.

Cara penurunan kitab suci Al-Quran

Aisyah merupakan istri dari Nabi Muhammad SAW. Beliau telah meriwayatkan sebelum Rasulullah SAW diangklat menjadi Rasul, beliau bermimpi tentang kebenaran ketika Rasulullah sedang menyendiri di Goa Hira’ untuk beribadah kepada Allah SWT selama tiga tahun. Di dalam Goa itu Rasulullah menerima wahyu untuk pertama kalinya.

Banyak cara penyampaian wahyu, mulai dari suara gema, lonceng terkadang juga jelmaan dari malaikat. Yang menyerupai sosok pria yang bersih dan bercahaya. Rasulullah sangat berat untuk menerima wahyu tersebut. Karena suara yang tiba tiba hilang namun itu sebagai pertanda akan datangnya wahyu Allah SWT. Dan ketika Rasulullah bingung kemudian datanglah sosok malaikat tadi yang mengajak Nabi Muhammad SAW untuk berbicara dan Nabi Muhammad SAW pun menerima semua perkataan yang disampaikan malaikat kepadaNya.

Manfaat Kitab Suci Al-Quran bagi umat manusia

Dengan turunnya al quran, telah membawa perubahan baik bagi umat manusia di muka bumi ini. Turunnya al quran sebagai petunjuk menuju jalan yang di ridhoi Allah. Serta menjadi cahaya islam dan mempertebal keimanan. Ayat yang pertama turun ialah surat al ‘Alaq ayat 1-5. Bacalah, dengan menyebut nama Tuhan yang menciptakanmu, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang maha pemurah lagi maha penyayang, yang mengajarkan manusia dengan perantara sebuah kalam. Dia mengajarkan kepada manusia tentang apa yang tidak diketahuinya (al ‘Alaq 1-5).

Surat al ;alaq 1-5 menjelaskan tentang kegelisahan maupun kerisauan yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW melihat realitas umat jahiliyah. Nabi Muhammad SAW sangat risau dengan keadaan bangsa arab yang kesuku sukuan, menuhankan patung dan menyembah berhala serta bermusuhan dengan sesama. Nabi Muhammad akhirnya menepi dan bertadarus hingga akhirnya turun wahyu yang memperkuat hati Nabi Muhammad SAW. Bahwa hanya kepada Allah kita wajib menyembah dan bersandar dari segala sesuatu.

Mengajarkan rasa toleransi

Kitab suci al quran sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari hari. Yang mana kitab ini berfungsi sebagai cahaya bagi pikiran kita agar di mudahkan dalam mempertimbangkan sesuatu. Jika kita rajin membaca al quran maka banyak manfaat yang dapat kita ambil dari kandungan ayat ayat suci dalam al quran. Diantara perilaku yang kita terapkan di dalam lingkungan sudah tertera dalam al quran. Seperti cara menghormati orang lain dan tidak membuat luka hati maupun fisik pada sesama. Selain itu juga mengajarkan kita menggunakan sikap toleransi kepada sesama umat maupun kepada pemeluk agama lain agar mencapai ketentraman dalam hidup.

Al quran juga mengajarkan kepada kita untuk hidup sederhana, jika kita memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang lain, maka penting bagi kita untuk memikirkan nasib orang lain. Sedekah misalnya, jika kita mempunyai makanan yang cukup dan tetangga kita kelaparan. Pasti tetangga tersebut merasa butuh bantuan dari orang lain. Dan kewajiban kita untuk membantu sesama menjadikan kita makhluk sosial yang beradab seperti dalam pancasila..

Menjaga dari kesombongan

Sebagai contoh, yang bertentangan dengan harta misalnya, dalam harta benda yang kita miliki sebenarnya ada sebagian yang bukan hak kita. Sebagian itu merupakan hak bagi anak yatim yang dititipkan bersama harta kita agar kita dapat berfikir lebih opsional. Tentang bagaimana cara kita untuk menjadikan sebagian harta kita menjadi barokah. Yaitu menyumbangkan sebagian harta yang kita miliki kepada orang lain melalui berbagai jalur. Sebenarnya semua harta benda yang kita miliki adalah titipan dari Allah yang semata mata untuk membantu mencukupi kebutuhan hidup dalam bermasyarakatan.

Selain itu, kekayaan juga sebagai cobaan maupun peringatan kepada kita semua agar senantiasa bersyukur kepada Allah dengan di berinya kekayaan. Jika kita lalai akan maksud dari harta itu malah akan membutakan pikiran kita dan menjadi orang yang kikir dan berbuat semena mena kepada orang yang taraf hidupnya berada di bawah kita. Harta bukan ukuran untuk menuju surga, harta merupakan peringatan dan cobaan saja yang dititipkan kepada kita untuk dijaga dan di gunakan sebagaimana mestinya.

Keutamaan Kitab Suci Al-Quran

Adapun beberapa keutamaan dari kitab suci Al Quran yang wajib kita ketahui dan kita pelajari sebagai pegangan dalam kehidupan dan juga sebagai sarana untuk beribadah gar kita dapat memetik sebagian dari amal yang nantinya berguna ketika di alam barzah dan yaumul hisab. Disamping itu, ada juga beberapa keutamaan dari kitab suci al quran, diantaranya:

Kitab suci Al-Quran sebagai cahaya

Adapun keutamaan al quran sebagai cahaya yaitu cahaya yang akan menerangi jalan hidup seseorang dan menuntunnya menuju keselamatan di dunia maupun di akhirat nantinya, ketika manusia sadar akan keutamaan membaca al quran, pasti akan merasa menyesal karena telah membuang waktunya untuk hal yang tidak bermanfaat dan meninggalkan perkara yang amat penting baginya yaitu membaca al quran.

membaca , memahami serta mengamalkan isi dari ayat suci merupakan cahaya al quran dan cahaya iman. Kedua hal tersebut dipadukan oleh Allah ta’ala di dalam firman-Nya yaitu “Dahulu kamu (Muhammad) tidak mengetahui apa itu alkitab dan apa pula iman, akan tetapi kemudian kami jadikan itu sebagai cahaya yang dengannya kami akan memberikan petunjuk siapa saja diantara hamba kami yang kami hendaki.” (QS. Asy Syura; 52)

Baca: Doa Qunut, Penjelasan Qunut dan macam-macam Qunut

Kitab Suci Al-Quran sebagai petunjuk

Allah ta’ala telah berfirman yang artinya. “Alif lam mim. inilah kitab yang tidak ada sedikitpun keraguan padanya. Petunjuk bagi orang orang yang bertaqwa.” (QS. Al Baqarah; 1-2). Allah ta’ala juga berfirman yang artinya. “Sesungguhnya Al Quran ini menunjukkan kepada urusan yang lurus dan memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal salih bawasannya mereka akan mendapatkan pahala yang sangat besar.” (QS. Al Israa’; 9).

Oleh karena itu mengamalkan ayat suci dalam al quran merupakan pintu gerbang hidayah bagi orang-orang yang beriman. Allah telah berfirman yaitu, “Ini adalah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, agar mereka merenungi ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran bagi orang yang mempunyai pikiran.” (QS. Shaad; 29).

Kitab Suci Al-Quran merupakan pintu Rahmat serta Obat

Jika dilihat dari segi bentuk, Al Quran merupakan sebuah buku atau bacaan, namun al quran lebih dari itu, karena al quran merupakan kitab suci yang tidak boleh memegang atau membaca dalam keadaan najis atau kotor, menjadikan kitab ini mempunyai manfaat dan kegunaan yang penting bagi umat. Al Quran merupakan pintu rahmat dari Allah kepada manusia yang mau mengamalkannya, Al Quran juga sebagai obat yang dapat mengobati penyakit hati sperti marah, egois, iri, dengki

Seperti firman Allah yang telah dituliskan yang artinya “Wahai umat manusia! Sungguh telah datang kepada kalian nasehat dari Rabb kalian (yaitu Al Quran). Obat bagi penyakit yang ada di dalam dada (Hati), hidayah serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS. Yunus; 57). Dan dalam firman Allah yang lain telah di tuliskan sebagai berikut, “Dan kami turunkan dari Al Quran itu obat dan rhmat bagi orang yang beriman, akan tetapi ia tidaklah menambah bagi orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al Israa’; 82).

Kitab Suci Al-Quran merupakan perniagaan yang tidak akan merugikan

 

Al Quran disebut sebagai sebuah niaga yang tidak merugian karena dengan adanya al quran dapat menolong umat manusia dari siksa api neraka, sepert ayat berikut, “Wahai orang yang beriman maukah Aku tunjukan kepada kalian suatu perniagaan yang akan menyelamatkan kalian dari siksaan yang sangat pedih. Yaitu kalian beriman kepada Ku dan Rasulmu, dan kalian pun berjihad di jalan Ku dengan harta dan jiwa kalian. Hal itu lebih baik lagi jika kalian mengetahui. Maka niscaya Aku akan mengampuni dosa kalian dan memasukkan kalian kedalam surga yang dibawahnya sungai dan tempat yang baik di surga. Itulah kemenangan yang sangat besar. Dan juga balasan lain yang kalian cintai berupa pertolongan dari Ku dan kemenangan yang dekat. Maka berikanlah kabar yang gembira kepada orang yang beriman.” (QS. ash Shaff; 10-13).

Kitab suci Al-Quran pembawa kemuliaan bagi semua umat

Dari salah seorang muslim bernama Amir bin Watsilah mengatakan bahwa suatu ketika dimana Nafi’ bin Abdul harits bertemu dengan Umar di sebuah wilayah antara mekah dan madinah (Usfan). Pada waktu itu Umar mengangkatnya sebagai gubernur Mekah, maka Umar pun bertanya kepadanya “Siapakah yang kamu angkat sebagai pimpinan bagi penduduk lembah?“. Nafi menjawab “Ibnu Abza” Umar kembali bertanya “Siapa itu Ibnu Abza?” kemudian beliau menjawab “Salah seorang bekas budak yang tinggal bersama kami karena dia merupakan seorang yang menghafal kitab Allah ‘Azza wa jalla dan ahli di bidang fara’idh atau waris.”

Adapun sabda Rasululah yang mengatakan “Sesungguhnya Allah akan mengangkat dengan kitab ini sebagian kaum dan dengannya pula Dia akan menghinakan sebagian kaum yang lain.” (HR. Muslim dalam kitab Sholat al Musafirin [817]). Juga sabda yang lain yaitu “Sebaik baik kalian adalah yang mempelajari al quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari dalam kitab Fadha’il al quran [5027]).

Kitab suci Al-Quran sebuah Hasad yang di perbolehkan

 

Al Quran sebagai hasad ini merupakan sebuah keajaiban dan ilmu yang diberikan oleh Allah sendiri secara langsung bagi orang yang dikehendaki, seperti halnya kepintaran, kekuatan maupun harta kekayaan yang semuanya hanya titipan dan bersifat sementara sedangkan orang orang yang mendapatkan hasad ini termasuk orang yang terpilih. hal ini seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah yaitu,

“Tidak ada hasad kecuali dalam dua perkara; seorang laki-laki yang diberikan ilmu oleh Allah tentang Al Quran sehingga diapun membacanya siang dan malam lalu ada tetangganya yang mendengar hal itu lalu ia berkata, “Seandainya aku diberikan sebagaimana yang diberikan kepada si fulan niscaya aku akan beramal sebagaimana yang dilakukan.”Dan seorang lelaki yang Allah berikan harta kepadanya maka dia pun menghabiskan harta tersebut di jalan yang benar kemudian ada orang yang berkata, “seandainya aku diberikan sebagaimana yang telah diberikan kepada si fulan niscaya aku akan beramal sebagaimana yang dia lakukan.”.” (HR. Bukhari dalam kitab fadha’il Al Quran [5026]).

Kitab suci Al-Quran dapat menentramkan hati

Dalam membaca ayat ayat suci dalam al quran, kita wajib bersih dalam segala hal, badan maupun pikiran. jika kita sering membaca al quran dalam kehidupan sehari hari niscaya kita akan diberikan kemudahan dalam menghadapi masalah dengan hati yang sabar dan tidak mudah emosi, karena kalau kita sering membaca dan dalam melakukan kegiatan sering kita ingat dan mengikuti pedoman yang dikandung dalam sebuah ayat maka hati kita akan merasa tentram, dan sebaliknya jika kita tidak tau menau bahkan meninggalkan kewajiban dalam islam maka akan datang kesulitan yang tidak mudah untuk kita lalui secara terus menerus.

Hal ini seperti firman Allah yang artinya “Orang orang yang beriman dan hati mereka bisa merasa tentram hanya dengan mengingat nama Allah, ketahuilah bahwa hanya dengan mengingat Allah maka hati akan merasa tentram.” (QS. ar Rad; 28).

Kitab suci Al-Quran memberi banyak pahala yang berlipat ganda

Seperti yang kita ketahui bahwa pedoman itu sangatlah penting untuk pegangan dalam hidup bermasyarakatan, pasti kita semua mendambakan pahala yang banyak namun kalau kita tidak mau berusaha untuk meraih tujuan hidup, bagaimana kita dapat menraih pahala yang berlimpah. Membaca al quran menjadi salah satu dari cara untuk mendapatkan pahala jadi semakin banyak kita membaca maka akan semakin banyak pula pahala yang kita dapat. Seperti sabda Rasulullah SAW.

Barangsiapa yang membaca satu huruf dalam kitabullah maka dia akan mendapatkan satu kebaikan. Satu kebaikan itu akan di balas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan bahwa Alif Lam Mim satu huruf. Akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dalam kitab Tsawab al quran [2910], disahkan oleh syaikh al Albani).

Kitab Suci Al-Quran membawa Syafaat

Tentunya kita semua tidak ingin jika kelak di hari kiamat akan mendapatkan tempat di neraka dan menghadapi siksa yang amat sakit. Namun sesuai dengan perbuatan kita tergantung perlakuan kita ketika berada di bumi bagaimana, karena nantinya semua amal maupun dosa akan dipertanggung jawabkan dan di beri ganjaran sesuai perilaku. Jadi masih inginkah untuk memperbanyak dosa?, sesungguhnya membaca surat dalam al quran itu sangatlah baik, selain mendapat pahala juga akan menjauhkan diri kita dari perbuatan dosa, seperti sabda Rasulullah.

Bacalah Al Quran! Sesungguhnya kelak ia akan datang pada hari kiamat untuk memberikan syafaat bagi penganutnya.’ (HR. Muslim dalam kitab Sholat al musafirin [804]).

Jika kita sudah mengetahui tentang kebaikan membaca al quran, tunggu apa lag jangan sia siakan masa depanmu untuk hal yang tidak bermanfaat. Lebih baik luangkan wktu sejenak untuk membaca Al Quran

Sekian Terima Kasih

Kunjungi artikel lainnya disini: https://organicvolunteers.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.