mitos-burung-perkutut-dmy

Jenis Burung Perkutut | Bertuah, Masuk rumah, Pembawa Rezeki

Jenis Burung Perkutut – Sebelum kita menuju inti dari judul di atas, kita akan membahas terlebih dahulu sedikit tentang burung perkutut. Di Indonesia burung perkutut masih tergolong banyak peminatnya walaupun tidak sebanyak jaman dulu.  Burung perkutut adalah salah satu jenis burung berkicau yang memakan serangga dan juga biji-bijian. Bahkan burung yang memiliki kicauan unik dan merdu ini memiliki kontes nasional di setiap tahun. Jika burung ini sudah memenangkan kontes perlombaan, maka harga burung ini akan berubah dari ratusan ribu menjadi ratusan juta.

Jika melihat harga jualnya yang sudah menang di pelombaan yang begitu tinggi, maka sudah bisa di ketahui kalau burung ini adalah burung berkelas atas, yang pastinya bukan hewan peliharaan bagi yang berkantong tipis. Dan oleh karena itu burung perkutut ini kadang juga dijadikan simbolis status sosial untuk seseorang. Dengan mempunyai burung perkutut yang sudah menjadi juara, maka sudah bisa di pastikan jika dia adalah salah satu orang yang sudah sukses dalam urusan uang.

Namun selain fakta di atas tadi, masih ada sisi lain tentang burung perkutut yang belum banyak diketahui oleh orang. Dalam kepercayaan Jawa kuno atau juga disebut Kejawen yang sudah dipercaya turun temurun, burung perkutut ini memiliki mitos yang mengarah ke dunia mistis. Berikut ini adalah pembahasan tentang kepercayaan orang Jawa kuno,

Table of Contents

– Burung perkutut dalam kepercayaan Jawa kuno

Dalam kepercayaan orang Jawa kuno. Seorang pria dewasa masih belum di anggap sebagai laki-laki sejati apabila tidak mempunyai burung perkutut sebagai hewan peliharaan. Karena pada jaman dulu kehidupan seseorang menjunjung tinggi prinsip adat. Sehingga hal tersebut memiliki hubungan erat dengan prinsip pakem adat kehidupan yang mereka anut yang berbunyi “Limo Wasto”

Limo wasto berasal dari bahasa Jawa yang memiliki arti limo= lima atau angka lima. Sedangkan Wasto itu yang berarti nama. Jadi limo wasto jika di artikan adalah, lima nama yang wajib di miliki orang Jawa dewasa jaman dulu, untuk menjadi seorang laki-laki sejati atau menjadikan kehidupan seorang lelaki menjadi sempurna kala itu. Limo wasto sendiri mencakup lima nama yaitu Wismo (rumah atau tempat tinggal), Curigo (keris atau senjata andalan), Kukilo (burung peliharaan), Turonggo (kuda atau kendaraan), Gongso (gamelan atau gong) dan Garwo (istri atau pendamping hidup).

Nah kelima hal yang harus dimiliki seorang laki-laki jawa di atas tadi, perkutut merupakan unsur yang mewakili kukila atau burung. Jadi untuk pria Jawa yang kehidupannya sudah mapan, wajib hukumnya untuk memelihara burung perkutut agar di anggap sebagai pria sejati. Selain dari pengertian di atas masih ada lagi beberapa mitos lain tentang burung perkutut, yang kali ini akan Lintas duniamaya kupas satu persatu tentang judul di atas tadi. berikut adalah penjelasan,

– Jenis-jenis Burung Perkutut

Burung yang memiliki nama latin Geopelia striata ini pada umumnya banyak di jumpai pada area hutan di dataran rendah. Untuk di Indonesia persebarannya meliputi wilayah pulau Jawa, Nusa Tenggara, Sumatra dan Bali. Namun di setiap daerahnya, masing-masing memiliki type yang berbeda-beda. Berikut ini akan kita bahas jenis-jenis burung perkutut berdasarkan pulau tempat kelahirannya. Berikut penjelasannya,

1. Jenis burung perkutut Jawa

Burung-perkutut-jawa-dmy
https://id.wikipedia.org

Jenis perkutut Jawa ialah salah satu burung kicau dari suku Columbidae dari Genus Geopelia. Perkutut Jawa ini adalah salah satu burung yang memakan biji-bijian dan juga pemakan serangga. Menurut kepercayaan orang Jawa, burung perkutut Jawa ini sangat penting keberadaanya, karena kicauan burung ini mampu memikat hati semua orang. Kicauan burung ini mampu membawa kita ke imajinasi, yang seolah-olah membawa kita ke jaman dulu.

Selain dari kicauannya yang mampu memikat hati, burung ini juga di percaya mampu mendatangkan rejeki untuk siapapun yang memeliharanya. Jadi tidak heran jika masih banyak orang tua ataupun pemuda masyarakat Jawa, khususnya para penggemar burung kicau yang masih memelihara perkutut Jawa ini.

2. Burung perkutut Bangkok

perkutut-bangkok-dmy

Sudah banyak dikenal oleh masyarakat kita, jika burung perkutut Bangkok mempunyai suara yang besar dan ngebass. Namun untuk burung perkutut yang biasa ditangkap dari hutan, disebut burung perkutut lokal dan dia cenderung memiliki suara yang kecil. Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena karena burung perkutut Bangkok asal mulanya juga berasal dari tanah Jawa, yang di kembang biakan oleh masyarakat Bangkok. Dan untuk sekarang hampir semua penghuni kandang ternak yang berada di Indonesia adalah keturunan dari perkutut yang telah di datangkan dari Bangkok.

3. Burung perkutut Maungeus

burung-perkutut-maungeus-dmy

Burung perkutut ini, juga termasuk jenis burung perkutut belang yang asalnya dari Sumba, Sumbawa serta dari Pulau Timor. Burung yang biasa di sebut dengan sebutan perkutut Sumba ini, jika di lihat sepintas, mirip dengan burung perkutut Jawa. Namun ada ciri dasar yang membedakan antara perkutut Jawa dan perkutut Sumba, yaitu terlihat warna kuning pada bagian sekitar mata dan ada garis melintang pada bagian bawah tubuhnya.

– Awal mula terjadinya burung perkutut menjadi burung gaib dan bertuah

Burung-Perkutut-bertuah-dmy-01

Kebanyakan orang mungkin akan bingung mengapa jenis burung perkutut ini memiliki tempat yang istimewa tersendiri di dalam kehidupan masyarakat Jawa. Tentunya burung mungil ini memiliki sejarah sehingga menjadi burung yang di percaya memiliki tuah. Menurut cerita dan berita yang kita kumpulkan dari masyarakat luas, ada beberapa versi tentang terciptanya burung perkutut sehingga menjadi hewan yang di percaya gaib dan bertuah. Berikut ulasannya,

1. Awal mula terjadinya perkutut menjadi hewan gaib dan bertuah versi kerajaan Majapahit

Awal mula burung perkutut bisa menjadi hewan yang di anggap gaib dan bertuah adalah berawal dari kerajaan Majapahit. Kala itu, burung perkutut adalah hewan yang prestisius, hanya dari kalangan ningrat dan Raja-Raja saja yang boleh memiliki burung perkutut. Dan Prabu Brawijaya adalah salah satu ningrat yang memelihara burung perkutut.

Namun burung perkutut yang di miliki oleh Prabu Brawijaya ini bukanlah perkutut biasa yang seperti pada umumnya. Konon perkutut peliharaan beliau itu adalah jelmaan dari seorang pangeran dari kerajaan Pajajaran yang bernama Joko Mangu. Dari cerita yang sudah turun temurun, Joko Mangu di kutuk oleh seorang yang berniat jahat menjadi seekor burung perkutut. Sebelum dia terbunuh, dia berhasil melarikan diri dari kerajaan Pajajaran dengan wujud seekor perkutut. Singkat cerita, burung ini akhirnya sampai di kerajaan Majapahit dan akhirnya bertemu dengan prabu Brawijaya dan menjadi peliharaannya.

Semenjak  saat itu perkutut jelmaan Joko Mangu terus bersama Prabu Brawijaya. Bahkan saat Prabu Brawijaya memutuskan untuk hijrah ke Ngayogyakarta. Di dalam hijrah beliau inilah konon tuah dari perkutut Joko Mangu banyak membantu Raja Majapahit dalam mempersatukan Raja-Raja tanah Jawa. Nah dari sinilah awal mula munculnya mitos gaib tentang burung perkutut, yang konon mampu memberikan tuahnya kepada si pemilik asalkan ada kecocokan batin.

2. Awal mula terjadinya perkutut menjadi hewan gaib dan bertuah versi masyarakat pesisir selatan Jawa

Versi yang kedua berasal dari masyarakat pesisir selatan Jawa. Masyarakat percaya jika burung perkutut yang bertuah berasal dari pesi sebilah keris yang patah. Tidak banyak informasi yang menjelaskan bagaimana dan jenis keris apa sehingga bisa menjadi perkutut. Namun informasi yang kita dapatkan, jika memelihara perkutut yang memiliki pamor dan juga bertuah, maka itu sama dengan merawat sebilah keris yang bertuah atau beryoni.

Dalam bahasa Jawa, burung biasa di sebut dengan sebutan bahasa kasarnya adalah manuk, sedangkan bahasa halusnya adalah peksi. Hal ini berkaitan erat antara pesi dan peksi. Hal inilah  yang membuat pamor/mathi burung perkutut dan pamor/mathi keris memiliki kesamaan. Dan tidak hanya pamornya, bahkan mulai dari nama, tangguh serta tuahnya juga sama. Untuk contohnya antara tangguh perkutut dan keris juga sama antara lain tangguh Mataram, Pajajaran, Majapahit, Demak dan lainnya.

Sedangkan untuk ciri mathi atau katuranggan perkutut juga sama dengan ciri mathi pada keris. Misalnya adalah, Pendaringan kebak, banyu mili, udan mas dan lainnya. Sedangkan untuk mengetahui jenis pamor / katurangganya juga hampir sama dengan cara mengetahui pamor pada keris, yaitu dengan membaca bentuk pola pada bilah keris begitupun dengan burung perkutut, juga melihat pola pada bagian bulunya.

Read: Jenis Bambu Bertuah, Gambar, Khasiat, Cara Merawat dan Menggunakanya

Ciri-ciri perkutut bertuah

Satu contoh kesamaan tuah antara perkutut dan keris dengan pamor udan mas, yaitu sama-sama memiliki tuah untuk melancarkan rezeki. Namun jika membicarakan tentang tuah/yoni pada perkutut, maka saat mau membelinya jangan sampai terkecoh dengan ciri mathi atau pamornya. Pasalnya perkutut juga sama dengan keris, walaupun memiliki ciri mathi/pamor/katuranggan belum tentu burung tersebut memiliki tuah gaib. Hal ini juga bisa di jumpai pada keris kamardikan atau baru, walaupun dengan bentuknya yang yang bagus dengan pamor yang terlihat begitu indah, belum tentu keris tersebut memiliki tuah/yoni. Karena hal ini berkaitan dengan proses pembuatannya, yang jika keris kamardikan tidak menggunakan ritual-ritual berbeda dengan keris yang sepuh.

Begitupun dengan perkutut, walaupun memiliki pamor / katuranggan juga belum tentu memiliki tuah / yoni. karena sering kita jumpai pada perkutut ternakan yang memiliki pamor namun tidak ada tuahnya sama sekali. Hal ini terjadi karena proses lahirnya burung perkutut ternakan ke dunia masih ada campur tangan manusia. Jadi pamor atau ciri mathi pada burung tersebut tidak terjadi secara alami, sehingga walaupun pamornya terlihat bagus namun burung perkutut tersebut tidak bertuah sama sekali.

Perkutut yang benar-benar bertuah yang hidup di alam liar sama seperti halnya keris. Dia akan memilih sendiri orang yang di percaya mampu untuk menjadi sebagian dari dirinya. Tidak hanya sampai di situ saja, perkutut bertuah juga nayuh seperti halnya keris. Mungkin dari kesamaan-kesamaan ciri itulah sehingga menguatkan bukti Jika sebenarnya perkutut menurut kepercayaan orang pesisir Jawa adalah jelmaan dari pesi keris yang sangat ampuh dan hanya bisa di miliki oleh orang yang memiliki jiwa spiritual tinggi atau masih ada keturunan Raja.

– Katuranggan jenis burung perkutut bertuah pembawa keberuntungan

Burung-Perkutut-Bertuah-dmy

Selain seperti yang sudah kita bahas di atas bahwa kicauan burung perkutut mampu membuat orang menjadi tenang, sudah di percaya oleh masyarakat luas, khususnya orang Jawa, bahwa burung perkutut khususnya yang memiliki tuah, di percaya jika tuahnya mampu mendatangkan keberuntungan. Namun selain mendatangkan keberuntungan ada juga burung perkutut yang tuahnya di percaya bisa mendatangkan petaka untuk yang memeliharanya. Dibawah ini adalah nama perkutut yang tuahnya di percaya mampu mendatangkan keberuntungan. Berikut ulasannya,

01. Katuranggan jenis perkutut daringan atau pendaringan kebak

Burung perkutut ini memiliki ciri garis hitam pada bagian leher yang saling menyambung tanpa putus. Mitos yang beredar, perkutut daringan merupakan burung bertuah yang konon mampu mendatangkan keuntungan dan keselamatan untuk sekeluarga, yang terutama adalah untuk suami dan istri.

02. Katuranggan jenis perkutut Lurah

Burung perkutut ini memiliki ciri garis hitam pekat pada leher bagian belakang, serta bulu-bulu sayapnya berwarna agak merah kecokelatan. Mitos yang beredar perkutut Lurah mampu membawa banyak rezeki bagi pemiliknya.

03. Katuranggan jenis perkutut songgo Ratu

Burung perkutut ini memiliki ciri berjambul, serta pada bagian kakinya berwarna agak sedikit gelap. Mitos yang beredar serta menurut cerita yang sudah turun temurun, Perkutut songgo Ratu merupakan perkutut peliharaan putra Raja Bali. Bagi siapapun yang mempunyai burung ini, konon derajat serta pangkatnya akan naik dan mampu memberikan kesan berwibawa bagi pemiliknya.

04. Katuranggan jenis perkutut pandowo mijil

Burung perkutut ini mempunyai ciri pada bagian bulu ekornya yang berjumlah 15 lembar. Mitos yang beredar tentang burung perkutut pandawa mijil, konon mampu membuat pemiliknya bisa lebih berwibawa.

05. Katuranggan jenis perkutut widaksono gasti

Burung ini mempunyai ciri pada waktu manggung, saat manggung biasanya berdurasi lumayan lama, yang di sertai dengan suara halus dan merdu. Dari mitos yang beredar, bagi siapapun yang memiliki perkutut widaksana gasti, konon akan mudah dalam mencapai cita-citanya serta mitosnya perkutut ini juga mampu mendatangkan rezeki.

06. Katuranggan jenis perkutut sri mangupel

Burung perkutut ini memiliki ciri terletak pada ibu jarinya. Ibu jari perkutut sri mangupel berwarna putih, atau selain itu kedua kukunya yang berwarna putih. Mitos yang beredar barang siapa yang memelihara perkutut ini maka seluruh keluarganya akan selalu diberi kesehatan serta cita-citanya banyak terkabulkan.

07. Katuranggan jenis perkutut purnomo sidhi

Burung perkutut ini mempunyai ciri pada warna bulunya. Yaitu berwarna agak kemerah-merahan seperti permata. Dari mitos yang beredar, perkutut purnomo sidhi bisa menjunjung tinggi kewibawaan serta bisa mendapatkan kehormatan bagi pemiliknya

08. Katuranggan jenis perkutut rupo cahyo

Burung perkutut ini juga mempunyai ciri pada bulunya, yaitu agak mengkilat dan bercahaya. Dari mitos yang beredar luas, perkutut ini konon mampu mendatangkan kedamaian serta kegembiraan bagi pemiliknya.

09. Katuranggan jenis perkutut condro sabdo

Burung ini mempunyai ciri pada pundaknya, yaitu bulu pada pundaknya berwarna putih. Dari mitos yang beredar luas, Jika ada yang memelihara perkutut dengan ciri seperti yang di sebutkan tadi, maka pemiliknya akan mudah memikat seseorang dan mampu membuat suasana yang gembira pada keluarga.

10. Katuranggan jenis perkutut misti kanya

Burung ini mempunyai ciri pada sebagian badan atau bisa juga seluruh badannya berwarna putih. Dari mitos yang beredar luas, perkutut ini konon baik untuk dipelihara oleh para pemimpin, karena burung ini kabarnya mampu memberikan keselamatan bagi pemeliharanya.

11. Katuranggan jenis perkutut songgo bhuono

Burung ini memiliki ciri pada bulu punggungya yang berwarna putih, namun bulu tersebut hanya satu helai saja. Dari mitos yang beredar, konon burung ini mampu mendatangkan rezeki bagi pemiliknya. Akan tetapi ada satu pengecualian, yaitu, jangan ada bulu ekor yang tidak sejajar satu sama lain, misal tidak lurus. Atau lebih mudahnya jangan sampai ada bulu ekor yang tidak normal.

12. Katuranggan jenis perkutut satrio kinayungan

Burung perkutut ini memiliki ciri pada bulu kepalanya yang berwarna putih. Namun hanya satu helai saja yang warnanya putih. Dari mitos yang beredar, perkutut ini mampu menaikkan derajat atau pangkat serta menaikkan kewibawaan.

13. Katuranggan jenis perkutut udan mas

Burung ini memiliki ciri pada bulunya yang berwarna coklat muda atau krem. Serta pada bulunya yang melingkar agak berwarna kekuning-kuningan. Dari mitos yang beredar burung ini konon mampu mendatangkan keselamatan serta mampu mendatangkan rezeki bagi pemiliknya.

14. Katuranggan jenis perkutut muncis

Burung ini memiliki ciri pada bentuk badannya yang memiliki ukuran agak kecil dan cenderung memanjang. Muncis sendiri dalam bahasa Jawa memang artinya adalah kecil. Dari mitos yang beredar, konon perkutut ini baik untuk peliharaan pemimpin, karena mampu mendatangkan kedamaian batin.

15. Katuranggan jenis perkutut mercu jiwo

Burung ini memiliki ciri pada bagian matanya yang berwarna kuning. Serta pada bulu bagian pantat juga berwarna kuning. Dari mitos yang beredar, perkutut ini mempunyai pengaruh yang sangat besar buat kehidupan seseorang. Burung perkutut ini baik untuk dipelihara para raja atau pemimpin.

16. Katuranggan jenis perkutut mercuci

Burung perkutut ini mempunyai ciri pada bagian matanya yang berwarna kuning dan cenderung lebih sipit atau wayang bambangan. Dari mitos yang beredar, perkutut jenis ini mampu mendatangkan banyak rezeki untuk pemiliknya serta mudah di akrabi oleh banyak orang.

17. Katuranggan jenis perkutut mineb gedong / gedong mineb

Burung perkutut ini mempunyai ciri waktu manggung, yaitu manggungnya menyertai saat terbenamnya matahari. Dari mitos yang beredar, barang siapa yang memiliki perkutut dengan ciri tersebut, konon hidupnya akan berkecukupan serta akan mudah sukses dalam usaha berdagang.

18. Katuranggan jenis perkutut gedong mengo

Burung ini juga mempunyai ciri pada manggungnya seperti gedong mineb. Hanya yang membedakan adalah waktunya saja. Gedong mengo umumnya manggung pada saat menyongsong terbitnya matahari. Dalam bahasa jawa mengo berarti terbuka, jadi siapapun yang memiliki perkutut dengan ciri tersebut akan selalu terbuka pintu rezekinya serta mampu memberikan keselamatan buat yang memeliharanya.

19. Katuranggan jenis perkutut gendowo sabdo

Burung perkutut ini memiliki ciri pada suara manggungnya, yaitu bersuara keras dan merdu. Perkutut ini juga bisa di pakai sebagai media untuk memikat perkutut lain. Di yakini sudah sejak lama jika perkutut ini mampu membawa ketenangan untuk seluruh keluarga, serta bisa mendatangkan rezeki.

20. Katuranggan jenis perkutut wisnu murti

Burung ini memiliki ciri pada kaki, mata dan paruh yang berwarna hitam. Dari mitos yang beredar, perkutut ini konon mempunyai pengaruh kewibawaan untuk pemiliknya. Biasanya burung perkutut ini di pelihara oleh seorang Raja atau pemimpin.

21. Katuranggan jenis perkutut wisnu wicitra

Burung ini memiliki ciri pada warna bulunya yang berwarna kehitam-hitaman. Dari mitos yang beredar di masyarakat, perkutut ini tuahnya mampu memberikan keselamatan dan mendatangkan rezeki untuk pemeliharanya.

22. Katuranggan jenis perkutut Kusuma Wicitra

Burung ini mempunyai ciri pada paruh dan sisik kaki yang warnanya agak keputih-putihan. Dari mitos yang beredar, barang siapa yang mempunyai perkutut dengan ciri tersebut, maka dia akan mudah dalam menggapai yang dia inginkan, serta akan berlimpah rezeki. Nah itu tadi adalah pembahasan tentang katuranggan jenis perkutut  bertuah pembawa keberuntungan.

23. Katuranggan jenis perkutut banyu mili

Burung perkutut ini memiliki ciri pada bagian leher sampai bagian anus nampak seperti belahan yang sangat jelas dan tidak terputus. Dari mitos yang beredar, perkutut ini bisa mendatangkan rejeki bak air yang mengalir atau dalam bahasa Jawa adalah di sebut banyu mili. Namun selain itu semua, ada juga perkutut yang tidak baik untuk di pelihara. Berikut penjelasannya,

– Katuranggan jenis burung perkutut bertuah pembawa petaka atau kesialan yang tidak baik dipelihara

Burung-Perkutut-Buntel-Mayit-dmy

Selain katuranggan jenis perkutut yang membawa keberuntungan. Maka ada juga perkutut yang di percaya jika tuahnya akan membawa petaka atau kesialan bagi pemiliknya. Nah mungkin ini juga salah satu tentang letak keadilan tuhan, ada siang dan malamnya, ada baik dan ada buruk. Burung jenis ini umumnya memiliki ciri kecacatan pada bulunya. Dan ada juga yang berkicau atau manggung tidak karuan, salah satu yang terparah adalah perkutut yang hanya manggung pada waktu tengah malam saja.

Jika anda memiliki perkutut dengan ciri tersebut maka segera lepaskan saja. Karena perkutut tersebut benar-benar tidak baik untuk di pelihara. Berikut ini adalah katuranggan jenis yang tidak baik untuk di pelihara. Berikut rangkumannya,

1. Katuranggan jenis burung perkutut buntel mayit

Buntel mayit adalah berasal dari bahasa Jawa yang buntel artinya bungkus sedangkan mayit adalah mayat. Jadi buntel mayit artinya adalah bungkus mayat atau kain kafan. Dan perkutut ini di namakan demikian, karena berkaitan dengan ciri-cirinya yang terletak pada bulunya yaitu pada masing-masing sayapnya ada satu helai bulu yang berwarna putih. Dari mitos yang beredar, burung jenis ini bisa mendalangkan malapetaka. Yang pada intinya akan menyengsarakan pemiliknya, suatu misal adalah kecelakaan, dan sebagainya.

2. Katuranggan jenis burung perkutut brahma labuh geni

Brahma labuh geni juga berasal dari bahasa jawa yang berarti brahma adalah dewa dalam tokoh pewayangan dan labuh adalah membela atau pembela sedangkan geni adalah api. Jadi brahma labuh geni jika di artikan adalah dewa pembela api. Nama untuk perkutut ini juga berkaitan dengan ciri-ciri warna bulunya yang kemerah-merahan tidak merata. Dari mitos yang beredar, perkutut ini bisa mendatangkan huru hara dalam keluarga dan bisa di jauhkan dari rezeki.

3. Katuranggan jenis burung perkutut brahma suku

Burung perkutut ini memiliki ciri pada bulunya yang juga berwarna kemerah-merahan, namun biasanya merata tidak seperti brahma labuh geni yang tidak merata. Dari mitos yang beredar, perkutut ini sering mengundang penyakit.

4. Katuranggan jenis burung perkutut wisnu tinundang

Burung perkutut ini memiliki ciri pada bulunya yang kehitam-hitaman dan tidak merata. Dari mitos yang beredar luas, bagi siapa saja yang memiliki perkutut jenis ini, konon dia akan sulit untuk menggapai sesuatu, misalnya adalah cita-cita.

5. Katuranggan jenis burung perkutut brahma kukup

Burung ini memiliki ciri pada bulunya yang berwarna keputih-putihan dari kepala sampai ekornya. Mitos yang beredar, barang siapa yang memiliki perkutut dengan ciri seperti yang sudah disebutkan tadi dia akan selalu di datangi kesialan hidup yang bermacam-macam bentuknya.

6. Katuranggan jenis burung perkutut kelabang kapipit

Kapipit berasal dari bahasa Jawa yang artinya adalah terjepit atau terpepet. Begitu juga dengan perkutut jenis ini, dia memiliki ciri pada bulu sayap di bagian dalam, yang jika di rentangkan akan nampak bulu yang berwarna putih. Dari mitos yang beredar, jika memelihara perkutut dengan ciri seperti ini, pemilik akan mengalami sengketa rumah tangga yang tidak pernah ada habisnya.

7. Katuranggan jenis burung perkutut lembu rawan

Burung ini memiliki ciri pada bagian bulunya yang tidak tumbuh dengan sempurna atau brumbung. Dari mitos yang beredar luas, bagi siapapun yang memiliki jenis perkutut dengan ciri seperti yang sudah disebutkan tadi konon akan selalu mendapatkan kesulitan dan jauh dari rezeki.

8. Katuranggan jenis burung perkutut durga nguwuh

Burung ini memiliki ciri pada saat manggung atau berkicau, perkutut durga nguwuh akan manggung pada waktu tengah malam. Dari mitos yang beredar siapapun yang memiliki perkutut yang hanya manggung pada malam hari, pemiliknya akan sering sakit-sakitan, kekacauan berumah tangga serta selalu kekurangan.

9. Katuranggan jenis burung perkutut durga ngerik

Burung ini memiliki ciri pada manggungnya yang terus terusan tidak mengenal waktu siang atau malam. Dari mitos yang beredar, barang siapa yang memelihara perkutut ini maka seluruh keluarganya akan berantakan dan di jauhkan dari rezeki.

10. Katuranggan jenis burung perkutut bromo

Untuk perkutut jenis yang satu ini benar-benar tidak boleh di pelihara orang jawa bilang memelihara perkutut jenis ini bisa kuwalat. Perkutut bromo memiliki ciri pada pangkal lidahnya yang terlihat totol-totol hitam sampai ke tenggorokannya. Mitos yang beredar, siapapun yang memelihara burung ini akan sakit-sakitan dan akirnya meninggal. Karena konon burung ini meminum darah dari pemiliknya tersebut.

Nah itu tadi adalah pembahasan tentang katuranggan perkutut serta mitos-mitosnya. Sekarang kita akan menuju pembahasan yang berikutnya tentang burung perkutut yang masuk rumah. Berikut pembahasannya,

– Mitos tentang burung perkutut masuk rumah

Pada dasarnya perkutut yang hidup di alam liar sangat peka terhadap suara-suara, walaupun malam hari perkutut tidak pernah tidur. Jadi untuk menangkap perkutut sangatlah susah. Apalagi mendekati pemukiman warga, itu sangatlah tidak mungkin bagi perkutut liar. Hal ini di karenakan perkutut liar tergolong burung yang sangat penakut. Kesimpulannya perkutut liar tidak mungkin akan berani memasuki rumah.

Jika ada perkutut yang masuk rumah maka itu bukan kebetulan. Namun orang Jawa jaman dulu percaya jika ada perkutut masuk rumah itu adalah sebuah pertanda ada sesuatu. Hal ini mengetahui bahwa perkutut adalah burung yang tergolong gaib. Jika ada perkutut yang masuk rumah, kita lihat dulu burung tersebut temasuk katuranggan baik atau katuranggan buruk. Jika katuranggan baik maka keluarga tersebut akan segera mendapatkan kabar baik. Satu misal adalah mendapatkan jodoh atau akan mendapat rezeki, misalnya adalah anak.

Begitu juga sebaliknya, jika yang datang berjenis katuranggan buruk, maka yang akan datang juga kabar buruk. Satu misal adalah kematian atau akan ada kehancuran rumah tangga. Namun hal ini sulit untuk membuktikannya, namun karena ini memang sudah cerita yang turun menurun jadi itu terserah anda mau percaya atau tidak. Dan berikutnya yang akan kita bahas adalah pesugihan dengan media burung perkutut. Berikut penjelasannya,

 – Perkutut sebagai media / alat untuk pesugihan

Ternyata kegaiban perkutut tidak hanya untuk keberuntungan dan pembawa petaka saja. Burung yang manggungnya mampu menenangkan hati ini, juga memiliki kegaiban yang lebih mengejutkan lagi. Untuk orang yang menekuni dunia supranatural, pastinya kata pesugihan bukan hal yang mengagetkan lagi, dan dari sekian banyak jenis nama pesugihan, ternyata ada satu jenis pesugihan yang ada hubungannya dengan burung perkutut. Pesugihan tersebut biasa di kenal dengan sebutan “pesugihan kutut manggung“, yang jika di artikan adalah pesugihan perkutut bernyanyi.

Dari kabar yang beredar pesugihan jenis ini bisa melancarkan bisnis, jabatan dan tentunya mendatangkan kekayaan secara gaib. Namun pesugihan ini lumayan rumit untuk menjalaninya, yaitu dengan ritual tertentu dan ada mantranya sendiri yang harus di hafalkan. Dan untuk syarat utamanya juga harus memelihara perkutut yang memiliki jambul. Tidak sampai disitu saja konon pesugihan kutut manggung juga ada pantangannya, yaitu tidak boleh mengecat atau mewarnai kandang dengan warna merah. Tetapi jika berhasil dan perkutut ini rajin berkicau maka pemiliknya akan semakin kaya, maka dari itu pesugihan ini di namakan pesugihan kutut manggung.

– Kata penutup

Nah kawan itu tadi adalah penjelasan tentang burung perkutut. Semoga artikel ini bisa membantu anda, dan jika anda tertarik dengan artikel kami silahkan kunjungi https://organicvolunteers.com di situ anda bisa menemukan informasi seputar kesehatan, pendidikan, olahraga, teknologi, mistis dan masih banyak lagi yang lainnya. Baiklah kawan saya rasa cukup sekian dulu perjumpaan kita. Saya selaku editor mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kesamaan dan kesalahan kata atau penulisan, karena saya juga manusia biasa yang tak pernah luput dari dosa. Akhir kata sampai jumpa lagi dan Wabilahi Taufiq Wal Hidayah Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.

SEKIAN

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.