Ekosistem

Ekosistem Beserta Pengertian, Macam-macam, Contoh, dan Komponen

Ekosistem – Hallo para pembaca, artikel yang akan kami sajikan untuk kamu kali ini adalah mengenai ekosistem. Mulai macam-macam, contoh, komponen, dan lainnya lengkap. Namun sebelum kita masuk ke macam, contoh, dan komponen, mari simak dulu pengertiannya. Ini supaya kamu mengerti apa itu yang dimaksud dengan ekoistem. Mari langsung saja simak informasi selengkapnya berikut ini.

Pengertian Ekosistem

Ekosistem
https://santrijawa.com

Yang dimaksud ekosistem ialah penggabungan dari setiap unik di dalam biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik. Yaitu iteraksi antara organisme dengan lingkungan fisik. Sehingga energi akan menuju ke struktur biotik tertentu. Di samping itu, terdapat juga siklus material yang terjadi langsung antara organisme dan anorganisme. Dan juga matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada.

Di dalam sebuah ekosistem ini terdapat organisme yang berkembang di masyarakat bersama dengan lingkungan fisi di suatu sistem. Organisme tersebut akan langsung beradaptasi dengan lingkungan fisik. Akan tetapi sebaliknya. Organisme juga bisa mempengaruhi lingkungan fisik itu untuk kelangsungan hidupnya. Organisme yang terdapat di mikroorganisme tertentu akan menghasilkan suatu sistem kontrol.

Macam-macam

Berikutnya, dapat disadari bahwasannya bumi yang kita tempati ini sangatlah luas. Oleh sebab itu, yang berkembang di atasnya pun juga sangat beragam dan memang sangat banyak sekali macamnya.

Nah, untuk dapat membedakan antara yang satu dengan yang lainnya, maka kamu harus betul-betul memahami macam-macam atau jenis-jenisnya. Macamnya ini meliputi dua hal yaitu ekosistem darat dan air. Sedangkan untuk lebih jelasnya lagi, mari langsung saja simak ulasannya berikut ini.

Ekosistem Darat

Ya, sesuai dengan namanya, pasti ini adalah yang letaknya memang terdapat di daratan atau yang umumnya di tempati oleh manusia. Sedangkan jenis biomanya pasti cukup variatif. Juga karena di daratan banyak sekali jenisnya, mulai hutan tanah lapang, padang pasir, dan yang lainnya. Secara khusus, beberapa dari bioma darat yang sedang dimaksud di sini diantaranya ialah seperti hutan hujan tropis, gurun, taiga dan tundra.

Pembahasan pertama hutan hutan tropis

Nah, mulai dari pembahasan yang pertama tadi, yaitu hutan hujan tropis. Hutan ini, atau yang umumnya memang disebut dengan hutan hujan tropis letanya pasti di kawasan tropis. Yang mana daratan itu mempunyai banyak sekali keanekaragaman hayati.

Sedangkan yang membuatnya di juluki dengan nama hutan hujan tropis ialah tingkat curah hujannya memang cukup tinggi. Sehingga akan menimbulkan hujan. Untuk orang Indonesia sendiri, disini sangat banyak bioma hutan tropis.

Sedangkan yang disebut bioma disini adalah suatu wilayah yang di dalamnya ada tipe iklim dan juga ada jenis-jenis tumbuhan dominan yang sama. Dan ternyata, keadaan yang seperti ini, Indonesia pun menjadi negara biodiversitas kedua di dunia.

Pembahasan kedua gurun

Untuk yang berikutnya akan beralih ke pembahasan mengenai ekosistem gurun. Ini sangat berbeda dari hutan hujan topis, di gurun ini mempunyai curah hujan yang rendah. Sehingga memang akan banyak datang saat-saat panas. Bahkan, untuk medannya sendiri umumnya juga dinilai cukup berbahaya sehingga memerlukan kehati-hatian yang ekstra.

Mengingat akan hal itu, pasti sudah tidak heran lagi kalau yang dapat menempati gurun ini hanya makhluk-makhluk, kelompok, dan juga binatang. Ataupun tumbuhan tertentu yang dapat menempatinya. Dan tidk seluruhnya dapat tinggal di gurun. Beberapa contoh yang masuk ke kriteria ini ialah unta, ular, kaktus, dan yang lainnya.

Pembahasan ketiga taiga dan tundra

Dan untuk yang terakhir sebagai kategori bioma ekosistem darat. Pembahasan yang akan di teruskan pada Taiga dan Tundra. Perlu untuk kamu ketahui terlebih dulu. Bahwa sekali pun namanya di sebut secara bersama, akan tetapi keduanya memang secara definisi berbeda. Walaupun persamaannya pun masih ada. Persamaan dari kedua istilah ini akan ada bioma yang mempunyai tipe iklim yang dingin.

Sedangkan yang membedakan diantara keduanya ialah tumbuhan apa yang bisa tumbuh di sana. Sebab kalau untuk Taiga yang banyak di jumpai ialah jenis tumbuhan yang disebut dengan konifer. Sebab inilah, Taiga dapat disebut juga dengan Konifer. Sebab inilah, taiga dapatt disebut dengan hotal boreal. Dan untuk tundra, yang mendominasi isinya ialah lumut kerak. Hal ini disebabkan karena letaknya yang berada di sekitar kutub, baik itu utara ataupun selatan.

Ekosistem Air

Sesudah banyak membahas mengenai ekosistem darat, kamu juga perlu mengenal mengenai ekosistem air untuk pasangannya. Di dalam hal ini untuk ekosistem air sangat gampang dan simpel. Sebab di dalamnya hanya terdapat kategori yang perlu kamu perhatikan. Untuk yang pertama ialah air tawar dan air laut.

Air tawar, pasti sudah tidak asing lagi, yaitu tak lain ialah air yang hanya mempunyai konsentrasi garam yang tidak lebih dari 1 % atau bahkan kurang dari 1 %. Dan untuk bioma air tawar ini juga dapat di temui mulai dari sungai, danau, maupun rawa.

Sedangkan untuk selain air tawar disini ialah di sebut air laut. Yaitu terdiri dari bioma lautan dan estuari. Bukan seperti air tawar yang memiliki rasa hambar, air laut ini mempunyai konsentrasi garam yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan air tawar. Sedangkan untuk air yang mendominasi permukaan bumi disini ialah air laut. yaitu sebanyak 75 %. Bahkan, sumber air yang ada di bumi pun 97 % nya asalnya dari laut.

Komponen Ekosistem

komponen-ekosistem
https://marlenniadiya.wordpress.com/

Terdapat beberapa pembentukan komponen di dalamnya yang meliputi:

1. Komponen Abiotik

Abiotik atau yang lebih dikenal lagi dengan nama komponen tidak hidup ialah komponen fisik dan kimia, yang sifatnya substrad. Atau kelangsungan hidup dan lingkungan di tempat untuk hidup. Dan sebagian besar komponen abiotik ini bervariasi di dalam ruang dan waktu. Komponen abiotik ini bisa berupa bahan organik, senyawa organik, dan faktor yang lainnya.

Faktor-faktor lain itu akan mempengaruhi distribusi organisme, faktor itu diantaranya adalah:

a. Suhu

Suhu ialah proses biologis yang sudah dipengaruhi oleh suhu. Di samping itu mamalia dan burung adalah makhluk hidup yang mengatur suhu di dalam tubuh.

b. Air

Ketersediaan air bisa mempengaruhi distribusi organisme, contohnya adalah organisme di gurun akan beradaptasi dengan ketersediaan air di padang pasir.

c. Garam

Konsentrasi garam ini juga akan mempengaruhi keseimbangan air di dalam organisme melalui osmosis. Beberapa organisme terestrual juga bisa beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam yang cukup tinggi.

d. Sinar matahari

Insensitas dan juga kualitas cahaya juga akan mempengaruhi proses fotosintesis. Air dapat menyerap cahaya sehingga lingkungan air dan fotosintesis terjadi di sekitar permukaan matahari yang bisa dijangkau. Di padang pasir intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan suhu. Sehingga hewan dan tumbuhan yang hidup di situ dapat mengalami depresi.

e. Tanah dan batu

Terdapat beberapa karakteristik tanah dan batu yang meliputi struktur fisik di tahah, pH. Dan komposisi menineral yang membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada isi sumber dari makanan mereka yang ada di dalam tanah.

f. Iklim

Iklim adalah suatu kondisi cahaya di dalam waktu yang cukup lama di suatu daerah. Iklim mikro ini meliputi global, regional, dan lokal. Iklim mikro ini termasuk di dalam iklim di suatu daerah yang dihuni oleh suatu komunitas tertentu.

2. Komponen Biotik

Biotik ialah suatu istilah yang umumnya dipakai untuk merujuk pada sesuatu yang hidup atau disebut dengan organisme. Komponen biotik adalah komponen yang membentuk di samping komponen abiotik, atau biasa disebut komponen yang tidak bernyawa. Berdasarkan peran, juga fungsinya makhluk hidup bisa dibagi menjadi dua macam. Diantaranya ialah:

a. Heterotof atau konsumen

Komponen heterotof ini terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan organik yang sudah disedikan oleh organisme yang lain untuk makanannya. Komponen heterotof itu disebut dengan komponen makro atau fagrotof. Sebab makanan yang dimakannya lebih kecil.

b. Pengurai atau dekomposer

Pengurai ialah suatu organisme yang mengurai bahan organik, dimana asalnya adalah dari organisme yang telah mati. Pengurai konsumen itu disebut dengan makro atau saprotof, sebab makanan itu dimakan dalam jumlah yang besar. Organisme penyerap akan menyerap sebagian dari dekomposisi dan melepaskan bahan sederhana.

Bahan sederhana itu bisa dipakai kembali menjadi produsen. Selanjutnya diklasifikasikan untuk pengurai yang disebut dengan detrivitor. Detrivitor ialah sejenis hewan yang akan memakan sisa-sisa bahan organik yang telah membusuk. Contohnya ialah kutu kayu.

Terdapat tiga jenis dekomposisi, diantaranya adalah:

1. Aerobik

Aerobik ialah oksigen yang berfungsi untuk akspetor elektron atau oksidan.

2. Aneorobik

Aenorobik ini merupakan oksigen yang tak terlibat, yang mana bahan organiknya berfungsi untuk akspektor elektor atau oksidan.

3. fermentasi

Fermentasi ialah oksidasi aneorobik bahan organik yang juga berfungsi untuk akseptor elekton. Di suatu tempat komponen ini akan berinteraksi dan akan membentuk suatu sistem ekosistem yang teratur. Contohnya saja ekosistem di dalam sebuah akuarium. Ekosistem itu terdiri dari ikan yang menjadi komponen heterotof.

Lalu tanaman air untuk komponen autrotod, dan plankton yang mengambang di air yang berfungsi unuk komponen pengurai. Seangkan yang termasuk dalam komponen abiotik ialah batu, air, pasir, mineral, juga oksigen yang sudah laut di dalam air.

Ciri-ciri Ekosistem

ciri-ciri-ekosistem
https://traviamgz.com

Seperti yang telah diketahui jika di bumi ini terdapat banyak macam dan banyak jenis, pada dasarnya ini dibagi menjadi dua macam. Yakni ekosistem air dan darat. Di bawah ini ciri-ciri darat, yakni:

  1. Yang mempunyai lingkungan fisik yang berupa daratan

Lingkungan fisik yang asalnya dari daratan dan memang terdapat di wilayah daratan. Namun di wilayah itu bukan berarti tidak terdapat perairan sama sekali. Sebab pada ekosistem daratan, kita tetap dapat menemukan perairan. Namun yang lebih dominan ialah wilayah daratannya. Sedangkan pada wilayah perairannya hanya untuk tambahan saja.

3. Mempunyai tiga struktur vegetasi yang dominan di dalam skala luas

Ekosistem daratan ialah gambaran interaksi dari makhluk hidup dengan lingkungan secara umum. Sehingga ini bukan hanya meliputi daerah yang sempit saja. Namun meliputi wilayah yang juga luas, oleh sebab itu ekosistem daratan ini lebih sering dikenal sebagai bioma.

Ekosistem Laut

Ialah jenis ekosistem akuatik yang sudah di dominasi oleh nilai konsentrasi garam yang tinggi. Dan juga pada permukaan yang sangat luas. Untuk buktinya adalah kalau kita memasuki wilayah laut lalu mencicipi airnya maka rasanya akan asin. Keunikan dari ekosistem laut ialah hanya dihuni oleh biota laut saja.

Seperti contohnya hewan yang bersel satu, mamalia, invertebrata, juga beragam tanaman laut. Contohnya adalah terumbu karang dan rumput laut. Di samping itu masih terdapat ciri-ciri khusus dari itu, diantaranya adalah:

1. Mempunyai variasi suhu, yakni perbedaan suhu di antara bagian permukaannya dengan bagian dalam laut atau kedalaman air laut tersebut.

2. Mempunyai tingkat salinitas atau tingkat keasinan dan juga kadar garam yang larut di dalam air laut yang tinggi. Bahkan sampai semakin mendekati garis khatulistiwa maka tingkat salinitasnya akan semakin tinggi.

3. Tidak akan terlalu dipengaruhi oleh keadaan iklim juga cuaca.

4. Didominasi oleh NaCi atau garam hingga mencapai 75 %.

Ekosistem Darat

Adalah yang sebagian besar faktor lingkungannya di dominasi oleh daratan. Ini tempatnya berada di dalam area yang lebih luas, atau biasa disebut bioma. Untuk tipe bioma itu sendiri dipengaruhi oleh iklim yang ada. Sedangkan untuk iklim itu sendiri dipengaruhi oleh letak geografis. Yang mana berada di dalam garis lintang juga ketinggian tempat di permukaan laut.

Terdapat tujuh macam bioma yang ada di daratan atau di muka bumi ini. Diantaranya ialah hutan hujan tropis, padang savana, padang rumput, tundra, gurun, hutan gugur, dan juga taiga. Di bawah ini adalah penjelasan dari beberapa jenis ekosistem darat itu.

1. Hutan tropis

Hutan hujan tropis ini berada di garis khatulistiwa, seperti yang ada di dalam lembah amazon, Amerika Selatan, Asia Tenggara (yakniIndonesia, Malaysia, dan di Thailand), juga lembah sungai Kongo.

2. Padang rumput

Pada umumnya padang rumput ini berasal dari daerah yang mempunyai iklim yang sedang. Contohnya di Hongaria, Amerika Selatan, Australia, dan di Rusia Selatan. Sedangkan di negara kita Indonesia ini padang rumput adanya di Nusa Tenggara. Hewan yang umumnya hidup di padang rumput ini diantaranya ialah reptil, kanguru, burung, singa, chetah, kijang, dan yang lainnya.

3. Savana

Savana atau yang lebih kita kenal dengan nama sabana ini ialah padang rumput yang diselingi oleh pepohonan. Sabana pada umumnya berada di daerah tropis seperti contohnya di Australia Utara, Nusa Tenggara Timur, kenya Afrika, dan di Nusa Tenggara Barat.

Ekosistem Sawah

Ialah salah satu ekosistem buatan yang terdapat di daratan di muka bumi ini. Meskipun tidak seluruh daratan bisa dibuat sedemikian rupa menjadi ekosistem persawahan. Sebab ekosistem persawahan ini mempunyai ciri khas yang dibangun oleh komponen tertentu. yakni komponen abiotik dan komponen biotik.

1. Komponen abiotik

Unsur-unsur alam yang menjadi penyusun ekosistem sawah bisa dikendalikan oleh manusia. Sedangkan untuk yang lainnya dipengaruhi oleh alam. Untuk faktor abiotik sebagai penyusun ekosistem sawah diantaranya yakni:

a. Cahaya

b. Air

c. Sawah

2. Komponen biotik

Unsur biotik yang bisa kita jumpai di ekosistem sawah diantaranya yakni:

a. Hewan

b. Tumbuhan primer

c. Tumbuhan sekunder

Ekosistem Air Tawar

Adalah ekosistem akuatik yang mempunyai konsentrasi garam yang rendah. Untuk asal-usul dari ekosistem air tawar ini ialah sumber mata air yang terdapat di bawah tanah. Dengan kondisi itu maka komponen biotik yang hidup di dalamnya bisa hidup dengan sangat baik. Karakteristik abiotik ini akan berpengaruh pada komponen biotik yang dapat bertahan hidup.

Berdasarkan produksi dari materi organiknya, maka ekosistem air tawar ini dibagi menjadi dua macam, yakni:

1. Danau oligotropik

Oligotropik ini adalah sebutan dari danau yang dalam, namun kekurangan makanan. Ini karena fitoplankton yang terdapat di daerah limnetik tidak produktif.

2. Danau eutropik

Sedangkan eutropik ialah sebutan dari danau yang dangkal dan mempunyai kandungan makanan yang cukup kaya. Hal tersebut disebabkan oleh fitoplanktonnya sangat produktif. Yakni kebalikan dari danau oligotropik.

Ekosistem Sungai

Untuk pengertiannya secara umum adalah seluruh macam interaksi atau hubungan timbal balik dari suatu mahluk hidup. Dan juga lingkungannya yang meliputi kawasan atau melewati daerah sungai. Ekosistem sungai meliputi sepanjang wilayah juga daerah sungai. Yang mana urutannya terdiri atas hulu sungai, badan sungai, hilir sungai, dan juga bahkan muara sungai.

Untuk sepanjang aliran sungai tersebutlah yang disebut dengan ekosistem sungai. Dan juga ekosistem sungai ini termasuk pada jenis ekosistem air tawar. Di hampir daerah dan wilayah Indonesia mempunyai ekosistem sungai. Sebab setiap pulau di Indonesia mempunyai sungai. Beberapa sungai yang sangat terkenal dan menjadi sungai terbesar ialah sungai mahakam, sungai kapuas, sungai musi, dan yang lainnya.

Ekosistem hutan

Untuk yang satu ini ialah jenis yang paling penting keberadaannya di muka bumi ini. Ekosistem hutan ialah hubungan antara beberapa kumpulan di beberapa populasi. Yang mana populasi itu hidup pada permukaan tanah, Dan juga berada di kawasan hutan. Ini sudah membentuk suatu kesatuan ekosistem yang letaknya berada di dalam keseimbangan yang dinamis.

Ini termasuk ke dalam jenis ekosistem yang alamiah atau alami. Yakni yang sering dijuluki sebagai paru-paru dunia. Sebab hutan memang memegang peranan yang penting di dalam mengatur dan menjaga kelangsungan kesehatan makhluk hidup di muka bumi ini. Hutan juga sering dijadikan sebagai parameter untuk melihat apakah bumi ini sedang dalam keadaan sakit atau tidak.

Ekosistem danau

Untuk yang satu ini adalah jenis ekosistem buatan. Ialah jenis ekosistem yang mencakup pada keseluruhan atau lingkup danau dan sekitarnya. Sedangkan untuk pengertian danau itu sendiri ialah sekungan yang ada pada permukaan bumi. Secara garis besarnya bisa disebut jika ekosistem danau ialah hubungan dari beberapa populasi.

Di mana populasi itu hidup pada suatu sekungan yang berisi air yang terdapat di permukaan bumi. Dan juga populasi itu saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. Baik itu secara langsung ataupun secara tidak langsung.

Itulah informasi yang kami sampaikan mengenai ekosistem. Lengkap dengan pengertian, macam-macam, dan lainnya. Semoga yang disampaikan kali ini menambah ilmu dan wawasan bagi kamu.

Jangan lupa untuk mengunjungi artikel lainnya disini: https://organicvolunteers.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.