Contoh Teks Editorial / Opini Beserta Pengertian, Kaidah, Struktur

Contoh Teks Editorial / Opini Beserta Pengertian, Kaidah, Struktur

Contoh Teks Editorial atau Opini – Halo sahabat, jumpa lagi dengan saya, kali ini saya akan mengupas tuntas tentang teks editorial atau opini. Mulai dari struktur teks editorial, kaidah teks editorial, dan contoh teks editorial. Mulai daari contoh teks editorial tentang kesehatan, contoh teks editorial tentang sampah, contoh teks editorial tentang penidikan, contoh teks editorial tentang kecelakaan,  dan contoh teks editorial yang lainnya.

Namun sebelum kita masuk ke struktur, kaidah, contoh teks editorial dan yang lainnya, apakah kamu tahu apa itu yang dimaksud dengan teks editorial? Kalau kamu belum tahu mengenai teks editorial, yuk langsung saja simak ulasannya berikut ini.

Pengertian Teks Editorial atau Opini

Yang dimaksud dengan teks editorial ialah teks yang berisi tentang pendapat pribadi seseorang kepada suatu isu atau masalah aktual. Isu itu meliputi masalah politik, sosial maupun masalah ekonomi yang mempunyai hubungan secara signifikan dengan politik.

Walaupun biasanya teks editorial muncul di media masa, tetapi teks editorial tidak selalu harus demikian. Segala bentuk teks yang berisi mengenai fakta dan gagasan ataupun fakta itu dapat dikategorikan sebagai editorial. Biasanya bentuk dari teks editorial ini ialah esai.

Ciri-ciri Teks Editorial atau Opini

Pada umumnya ada tujuh ciri-ciri teks editorial, yakni:

  1. Teks editorial bersifat analisis.
  2. Teks editorial berisi fakta umum dan juga pendapat pribadi penulis.
  3. Teks editorial di tulis dalam perspektif tertentu untuk mengungkapkan kebenaran pendapat sehingga kalau diamati dari perspektif yang berbeda, kebenaran itu dapat bermakna lain atau justru sebaliknya.
  4. Teks editorial bersifat argumentatif sehingga teks ini bisa saja disebut  dengan teks argumentatif atau berisi pemaparan argumen/pendapat/gagasan.
  5. Teks editorial dimulai dari pemaparan umum terlebih dulu lalu di susul dengan pemaparan pendapat. Hal ini dapat terjadi sebaliknya. Untuk lebih jelasnya simak pada bagian penjelasan mengenai struktur teks editorial atau opini.
  6. Teks editorial memakai pemikiran yang logis dalam menyampaikan pendapat.
  7. Teks editorial memakai kaidah kebahasaan tertentu sebagaimana yang akan dijelaskan pada bagian berikutnya.

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial atau Opini

Ada lima kaidah kebahasaan teks editorial, yakni:

  1. Teks editorial memakai kalimat aktif dan pasif.
  2. Teks editorial ditulis dalam bentuk paragraf dan dalam satu teks berisi beberapa paragraf.
  3. Teks editorial cenderung di tulis dalam bahasa formal sebagai penjelasannya dan dapat juga non formal dalam ranah pemaparan fakta lapangan, contohnya teks editorial ini mengambil fakta yang berasal dari ucapan narasumber di lapangan yang ditulis apa adanya (bahasa lisan).
  4. Teks editorial dapat disisipkan kutipan sekaligus catatan kaki atau referensi dengan format tertentu.
  5. Sebagaimana jenis tulisan yang lainnya, teks editorial pastinya memakai adverbia, konjungsi, kata sifat, kata kerja, kata benda, dan juga berbagai jenis tanda baca pada umumnya.

Struktur Teks Editorial atau Opini

Struktur-kata-pengantar
http://keajaibanmenulis.com

Sebenarnya teks editorial ini tidak mempunyai struktur yang pasti sebab pada faktanya teks editorial yang dapat dibaca di mesia massa tidak dapat dikategorikan di dalam satu jenis struktur tunggal. Namun di sekolah pada umumnya diajarkan tentang struktur dasar dari teks editorial yang tersusun menjadi tiga bagian, yaitu:

1. Pernyataan Pendapat

Pernyataan pendapat berisi mengenai pendapat umum yang didapatkan dari fakta/fenomena/yang sedang hangat diperbincangkan.

2. Argumentasi atau Opini

Pada bagian argumentasi ini lebih kental dengan ulasan, analisism dan juga gagasan pribadi penulis dengan sudut pandang tertentu sehingga terasa lebih tajam kalau dibandingkan dengan pendapat umum yang sudah dipaparkan pada bagian sebelumnya.

3. Pernyataan Ulang Pendapat (Penutup)

Bagian pernyataan ulang pendapat ini lebih tepat dikaitkan sebagai penutup. Biasanya disertai dengan pernyataan ulang pendapat penting yang sudah dipaparkan pada bagian sebelumnya.

Dengan begitu, pernyataan pendapat itu kerkesan lebih utama, penting, dan juga bisa diserap dengan gampang oleh pembaca.

Walaupun demikian, sangat banyak teks editorial yang strukturnya tidak runut seperti yang telah disebutkan di atas, adakalanya argumentasi ditulis di awal teks yang disusul dengan pernyataan pendapat. Pernyataan ulang pendapat dan penutup, atau bahkan teks editorial diawali dengan sebuah abstraksi yang memaparkan lerlebih dulu fakta-fakta yang dipakai.

Fungsi Teks Editorial atau Opini

Secara umum ada lima fungsi teks editorial, yakni:

  1. Teks editorial berfungsi untuk sarana edukatif bagi publik pembaca.
  2. Teks editorial yang bermutu dapat menjadi acuan untuk memperbaiki keadaan sosial, politik, budaya, agama, dan juga segala aspek kemanusiaan yang sedang menjadi permasalahan hangat di kalangan masyarakat.
  3. Untuk menyampaikan aspirasi/pendapat kepada publik melalui jalur intelektual yang bersifat dialektis dan tanpa kekerasan.
  4. Tidak jarang teks editorial berisi kritik dan solusi sebagai tindak lanjut dari analisis yang terangkum dlam pernyataan gagasan/pendapat.
  5. Pendapat/gagasan di dalam teks editorial bersifat analitik berdasarkan fakta dan logika pemikiran sehingga teks ini lebih dari sekedar berita.

Cara Membuat Teks Editorial atau Opini

Kalau kamu senang menulis, pasti membuat teks editorial tidaklah sulit sebab pada dasarnya teks editorial ini hanyalah tulisan. Yang membedakan teks editorial dengan teks lain barangkali ialah isi di dalam tulisan itu dan cara menuliskannya.

Ciri utama dari teks editorial ialah gagasan/opini pribadi penulis. Pasti dalam membuat teks editorial, hal yang pertama diperlukan ialah opini.

Lalu darimana datangnya opini tersebut? Pastinya opini tidak langsung muncul tanpa ada sebabnya.

Opini hadir untuk respon kepada suatu fenomena faktual (fakta) tertentu (politik, sosial, pendidikan, budaya, kesehatan, sains, seni, lingkungan, dan yang lainnya).

Maka, alangkah lebih baik lagi kalau dalam mebuat teks editorial, langkah pertama yang harus kita lakukan ialah memetakan/menentukan fenomena faktual yang menjadi pemicu lahirnya opini kita.

Nah, di bawah ini ialah langkah-langkah sederhana mengenai bagaimana cara membuat teks editorial:

  1. Memetakan/menentukan fenomena faktual yang akan kita jadikan sebagai rujukan.
  2. Memetakan/menentukan permasalahan tertentu dalam fenomena faktual itu.
  3. Mencari bacaan mengenai fenomena itu (dapat dari berita dari berbagai sumber dan opini mengenai yang sudah dipublikasikan).
  4. Waktunya untuk berfikir, apa yang sedang kamu pikirkan sesudah memperoleh berbagai jenis wacana itu? tuliskan poin-poin pemikiran kamu.
  5. Pilah dan juga pilih berbagai jenis pemikiran yang sudah kamu tulis dalam poin-poin. Barangkali tidak semuanya akan dipakai.
  6. Contohnya kamu sudah memperoleh satu buah pemikiran yang sudah kamu tulis dalam bentuk kalimat, (contoh: Anggaran yang diajukan DPR untuk membangun sebuah apartemen baru dengan alasan gedung DPR sekarang ini sudah miring adalah sebuah perencanaan yang tidak bijaksana mengingat anggaran yang diajukan itu cukup besar dan juga kebutuhan gedung bukanlah kebutuhan yang penting dan mendesak untuk realisasikan). Setelah itu kamu bisa mencari wacana yang lain dapat mendukung gagasan itu (Contoh: Fakta jika gedung DPR sekarang ini masih dapat difungsikan dengan baik, negara sedang memerlukan banyak anggaran untuk pembangunan di seluruh pelosok tanah air, khususnya pada daerah-daerah yang tertinggal seperti di Indonesia bagian timur, DPR masih mempunyai banyak permasalahan yang lebih penting, mendesak, dan juga belum terselesaikan daripada urusan gedung yang baru, dll).
  7. Saatnya merangkai kalimat menjadi sebuah paragraf, dan juga paragraf menjadi satu rangkaian paragraf utuh di dalam sebuah teks. Pakai struktur teks editorial seperti yang sudah dibahas pada bagian sebelumnya untuk mempergampang kamu menulis teks editorial.
  8. Jangan terburu-buru untuk menyelesaikan teks editorial. Teks editorial yang baik memerlukan waktu yang cukup lama untuk proses penulisannya sebab bagaimanapun juga penulis memerlukan banyak sumber dan juga fakta untuk menguatkan sekaligus untuk mempertajam opininya. Untuk itu, sebaiknya kamu melakukan riset terlebih dulu sebelum memulai menyusun tulisan.

Membandingkan Teks Opini Editorial

Contoh-kata-pengantar
https://medium.com

Di bawah ini ialah dua jenis teks editorial yang berbeda.

Namun sebelum kita membandingkan kedua teks opini editorial ada baiknya jika kita lihat persamaan juga perbedaannya, ada baiknya kita lihat terlebih dulu dua petilan teks editorial di bawah ini:

Ancaman di Jalan Raya

Pernyataan Pendapat

Setiap tahun jumlah kendaraan bermotor di Pulau Jawa selalu mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk juga bertambahnya jumlah permintaan atas kendaraan bermotor baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.

Tiap beberapa tahun sekali jalan raya tidak hanya diperbaharusi aspalnya, tetapi juga diperlebar menginat jumlah kendaraan yang lewat semakin banyak.

Bukan hanya sampai disitu saja, jalan raya yang dahulu dapat dua arah kini sekarang banyak yang dibuat searah mengingat kemacetan yang terjadi sudah sulit untuk ditangani.

Perkara jumlah kendaraan yang semakin bertambah setiap tahunnya tidak hanya berdampak kepada kemacetan saja, tetapi juga berdampak pada peningkatan jumlah kecelakaan yang terjadi di jalan raya.

Secara psikologis, kemacetan yang terjadi membuat para pengendara habis kesabaran dan cenderung ingin saling mendahului agar cepat sampai ke tempat tujuan.

Pada lampu merah terutama, sering dijumpai banyak sepeda motor yang berhenti melebihi batas yang sudah disediakan. Tidak jarang juga sebelum lampu berubah warna menjadi hijau, beberapa kendaraan sudah melaju dahulu. Hal itu pastinya sangat berbahaya dan juga tidak jarang kecelakaan terjadi.

Menurut data yang sudah dihimpun oleh Polri, setiap tahun angka kecelakaan selalu mengalami peningkatan.

Di tahun 2015, korban yang meninggal dunia akbiat dari kecelakaan berjumlah 22.158 jiwa dan di tahun 2016 angka kecelakaan itu naik sekitar tiga persen dari tahun sebelumnya, yaitu 23.683 jiwa.

Sementara itu, jumlah total kecelakaan yang terjadi di tahun 2015 ialah 87.878 kali dan juga di tahun 2016 jumlahnya mencapai 96.6365 kali.

Argumentasi

Pastinya angka itu menimbulkan kerugian yang tidak terkira jumlahnya.

Lalu apa solusi untuk megurangi resiko kecelakaan yang sangat mengerikan tersebut?

Sementara ini pemerintah sudah meningkatkan jumlah dan juga mutu pelayanan transportasi umum seperti kereta, pesawat, dan juga bus.

Tetapi walaupun demikian, alat transportasi darat seperti bus dan juga angkot masih belum menjadi pilihan masyarakat untuk mereka bepergian sebab memang tidak sepraktis dan seekonomis kendaraan pribadi seperti kendaraan motor.

Hal tersebut masih menjadi PR untuk pemerintah untuk mengusahakan keselamatan masyarakat di dalam melakukan mobilitas.

Sebenarnya masyarakat tidak hanya pasif di dalam hal ini saja, sejumlah solusi dan juga pendapatpun sudah disuarakan sebagai kritik, contohnya pemerintah selalu menambah kuota jumlah kendaraan yang dapat dipasarkan di Indonesia dan juga tidak secepatnya memperbaharui dan juga mempercanggih alat transportasi umum.

Bahkan untuk saat ini, untuk memperoleh kendaraan bermotor sangat gampang dengan cara kredit yang bahkan tanpa uang muka.

Hal tersebut sebenarnya terlihat sangat mengerikan sebab minset masyarakat tidak akan pernah berubah dan memilih kendaraan umum sebagai sarana transportasi utama. Meskipun pemerintah berusaha meredam pemakaian kendaraan bermotor dengan cara menaikkan harga bahan bakar dan juga menaikkan taraf pajak, hal itu tidak akan berdampak banyak.

Seharusnya, pemerintah membuat kebijakan yang baru, yaitu mempersulit atau mengurangi pembelian kendaraan bermotor yang diimbangi dengan penambahan jumlah, mutu, juga jalur bagi kendaraan umum sehingga situasinya bisa seperti zaman dulu, yaitu warga pada zaman dahulu lebih memilih kendaraan umum untuk bepergian.

Pernyataan Ulang Pendapat

Kemacetan yang sedang terjadi di jalan raya akibat dari banyaknya jumlah kendaraan yang melintas tidak hanya berdampak sepele.

Ancaman yang terjadi di jalan raya bukanlah mitos jika resiko keselamatan mengendarai kendaraan pribadi untuk bepergian hanyalah mencapai 50 % saja.

Untuk cara berhati-hati saja terkadang hal itu bukanlah menjadi sebuah jaminan, sebab terkadang banyak pengendara yang ugal-ugalan dalam berkendara.

Mudik Macet Khas Lebaran

Pernyataan Pendapat

Lebaran yang terjadi di Indonesia selalu dihiasi dengan kemacetan di berbagai wilayah khususnya di Pulau Sumatra dan Pulau jawa.

Walaupun pemerintah sudah menyediakan berbagai jenis alat transportasi tambahan, namun masih banyak pemudik yang memilih memakai kendaraan pribadi untuk mudik sebab dengan demikian mereka dapat bersilaturahmi kepada sahabatnya, keluarganya dengan gampang tanpa harus memikirkan kendaraan yang lainnya.

Tetapi, resiko kemacetan yang sedang dihadapi juga tidak dapat di anggap remeh. Bukan hanya itu saja, kecelakaan yang terjadi di jalan raya juga menjadi resiko yang sangat menyeramkan.

Lebaran seharusnya menjadi momen yang menyenangkan sebab umat muslim bukan hanya bisa berkumpul dan juga bersilaturahmi dengan keluarga, kerabat, ataupun orang terdekatnya, tetapi juga sebagai media untuk mempererat tali persaudaraan dan tali kasih sayang.

Namun sayang seribu sayang lebaran juga kerapkali diliputi dengan suasana duka yang tak lain sebabnya ialah dengan kasus meninggal yang disebabkan kecelakaan di jalan.

Angka kematian yang terjadi akibat kecelakaan di tahun 2017 dapat dibilang menurun berdasarkan data yang telah dihimpun oleh POLRI. Yang mana pada tahun 2016 berjumlah 1.262 jiwa menjadi 744 jiwa di tahun 2017.

Hal ini menjadi prestasi bagi pemerintah dan polri dalam upaya mengurangi angka kematian yang diakibatkan karena kecelakaan.

Namun kalau hal ini disikapi kembali, apakah setiap tahunnya harus selalu terdapat korban jiwa.

Bagaimanapun juga angka 744 jiwa yang meninggal akibat kecelakaan bukanlah hal yang sepele saja.

Argumentasi

Lalu langkah apa yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk semakin meminimalisir angka kematian yang mengerikaan akibat dari kecelakaan yang terjadi di jalan?

Kalau ditinjau lagi, saat ini banyak masyarakat yang memilih memakai kendaraan pribadi untuk mereka mudik. Pasti alasannya karena mereka ingin dapat bepergian ke rumah kerabatya tanpa harus bingung dengan kendaraan, sarana transportasi yang sudah di sediakan oleh pemerintah tetap kurang memadai.

Dari sini kita dapat mengamati penumpang yang jumlahnya banyak yang terdapat pada kendaraan umum hal itu juga akan beresiko. Ya, apa boleh buat, masyarakat tidak memiliki pilihan yang lainnya.

Mudik pada saat lebaran ialah suatu kewajiban yang wajib dilakukan oleh sebagian besar warga umat muslim.

Sebenarnya budaya mudik ini adalah budaya yang sudah turun temurun yang sudah ada bahkan sudah ada pada masa kolonial Belanda.

Tetapi pada tahun sebelumnya yang namanya lebaran tidak identik dengan kemacetan seperti yang terjadi saat ini. Hal ini karena disamping masyarakat memilih memakai kendaraan umum, kendaraan yang ada pada saat itu tidak begitu banyak seperti saat ini.

Nah bagimanakah dengan mudik yang selanjutnya pada saat jumlah kendaraan dan juga jumlah masyarakat yang bertambah? akankah jalanan muat untuk dilewati semua jumlah kendaraan yang ada saat ini?

Untuk mengatasi hal itu rekayasa lalu lintas, penambahan armada, dan juga pembagian arus juga harus ditingkatkan oleh pemerintah yang mana tujuannya ialah untuk menekan jumlah angka kematian yang diakibatkan karena kecelekaan.

Bagaimanapun juga, disini masyarakat harus dikonsisikan untuk memilih kendaraan umum untuk transportasi mudik. Pasti hal itu juga harus diimbangi dengan kualitas pelayanan, contohnya semua penumpang dapat duduk dengan nyaman, dan yang lainnya.

Pernyataan Ulang Pendapat

Sangat disayangkan kalau lebaran dihiasi dengan kabar duka karena kecelakaan pada saat pergi mudik.

Masyarakatpun juga harus menyadari sepenuhnya jika hal ini sudah semestinya untuk membantu memikirkan solusi untuk mengatasi kecelakaan dan menyelamatkan diri mereka. Langkahnya bisa dilakukan dengan cara mereka harus disiplin dalam berkendara, mematuhi aturan juga melaksanakan himbauan pemerintah juga Polri. Contohnya seperti beristirahat pada saat pemudik merasa lelah..

Kalau kita bandingkan, kedua contoh teks opini editorial tersebut mempunyai berbedaan juga mempunyai persamaan. Di bawah ini analisanya:

Persamaan :
  1. Dua teks itu sama-sama membahas mengenai mobilitas yang terjadi di jalan raya.
  2. Dua teks itu menyinggung mengenai jumlah kendaraan pribadi yang semakin tahun semakin bertambah.
  3. Dua teks itu sama-sama membahas mengenai kecelakaan juga angka kematian yang terjadi akibat kecelakaan yang terjadi di jalan raya.
  4. Dua teks itu sama-sama menyinggung mengenai kurangnya usaha pemerintah di dalam memberikan fasilitas transportasi, khususnya untuk transportasi darat yang memadai, layak, dan nyaman bagi masyarakat.
Perbedaan:
  1. Untuk teks yang pertama membahas tentang kemacetan juga kecelakaan yang terjadi di jalan raya secara umum, sementara untuk teks yang kedua lebih membahas kepada kemacetan dan juga kecelakaan saat arus mudik lebaran.
  2. Teks yang pertama menekankan petingnya usaha pemerintah di dalam meminimalisir jumlah kendaraan pribadi, namun untuk teks yang keduah lebih menekankan pentingnya usaha pemerintah untuk menekan jumlah angka kematian yang diakibatkan karena kecelekaan di jalan.

Read: Contoh Ceramah Singkat, Sholat, Ibu, Sabar, Ilmu Lengkap

Contoh Singkat Teks Editorial atau Opini Tentang Kesehatan

dokter-dan-kesehatan
https://www.freepik.es

Judul: Pelayanan Rumah Sakit dan Mutu  Kesehatan Harus Ditingkatkan

Pada tahun lalu, terdapat sekitar 269 pengaduan mengenai sedikitnya pelayanan kesehatan pada berbagai rumah sakit di Indonesia. Jumlah tersebut yang dilaporkan juga diterima di kemenkes.

Dan yang belum dilaporkan pastinya lebih banyak lagi. Salah satu yang menjadikan mutu pelayanan dokter kurang memuaskan ialah mengenai penanganan kepada pasien.

Dokter banyak yang belum mengetahui penyakit pasien yang sebenarnya sehingga terkadang obat yang diberikan kepada pasien tidak tepat.

Seharusnya pemerintah terutama pada bidang kesehatan selalu meningkatkan mutu para dokter yang ada di seluruh Indonesia secara bertahap.

Contoh Singkat Teks Editorial atau Opini Tentang Pendidikan

anak-sd-berprestasi
https://celebesonline.com

Judul: Cara Meningkatkan Mutu Pendidikan

Pendidikan yang kita kenal saat ini sudah menjadi kebutuhan dasar setiap manusia sebab pendidikan menjadi kunci kemajan daan juga kunci keberhasilan sebuah bangsa. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka kita akan mempunyai kesempatan untuk sejajar dengan bangsa-bangsa besar yang lainnya. tetapi pada kenyataannya kualitas pendidikan di negara kita ini tidak sebaik seperti negara yang lainnya.

Sangat banyak lembaga pendidikan yang perupaya keras untuk menciptakan lulusan-lulusan yang mempunyai kuallitas dan juga daya juang yang tinggi di masyarakat. Hal tersebut tujuannya ialah untuk menghadapi tantangan akan dengan gampang mencari penyelesaian. Usaha untuk meningkatkan tingkat dan juga mutu pendidikan menjadi hal yang sangat penting sebagai cara untuk menghadapi tantangan globalisasi yang sedang terjadi.

Argumentasi

Untuk meningkatkan mutu dan juga kualitas pendidikan maka dilakukan berbagai upaya, diantaranya ialah melakukan diagnisis permasalahan. Dengan mengetahui permasalahan pastinya akan dengan gampang mencari penyelesaian. Usaha untuk meningkatkan tingkat dan juga mutu pendidikan menjadi sangat penting sebagai cara untuk menghadapi sebuah tantangan globalisasi yang sedang terjadi.

Pada zaman teknologi seperti saat ini, seorang guru bukan hanya menjadi satu-satunya sebagai sumber informasi untuk siswanya. Tetapi peran seorang guru sudah berubah dan juga sudah berkembang menjadi seorang motivator, administrator, dan fasilitator. Di samping guru, siswa bisa mencari dan memperoleh sumber materi dari berbagai media seperti media internet.

Tetapi pada dasarnya di dalam keadaan seperti saat ini guru diharapkan bisa memberikan peran aktif sebab pada dasarnya peran guru sebagai pendidik tidak bisa tergantikan. Untuk mencapai tujuan dan juga peran itu maka perlu dilakukan peningkatan kualitas mengajar dan pastinya usaha-usaha yang jelas. Menciptakan usaha yang bisa meningkatkat kualitas pendidik pada dasarnya ialah sebuah tantangan untuk pemerintah.

Contoh Teks Editorial atau Opini Tentang Sampah

buang-sampah-sembarangan-dari-mobil-bisa-dikenai-pasal
https://www.probengkulu.com

Judul: Kebiasaan Membuang Sampah Sembarangan

Pernyataan Pendapat

Kebiasaan membuang sampah secara sembarangan sudah tertanam di benak masyarakat Indonesia sejak mereka masih kecil. Bagaimana tidak, orang tua mereka secara tidak langsung mengajarkan bagamana cara membuang sampah yang tidak benar kepada anak-anak mereka. Misalnya bisa kita lihat orang tua dengan mudahnya melemparkan sampah dapur ke sungai atau depan rumah yang mereka anggap wajar.

Yang lebih parah lagi kebiasaan itu dianggap tidak sebagai sesuatu yang salah. Padahal sampah yang tertumpuk di sungai akibat membuang sampah sembarangan akan menyumbat aliran air dan juga dengan curah hujan sedikit maka banjir banjir tidak dapat dielakan lagi.

Kurangnya kesadaran masyarakat di Indonesia memerlukan waktu yang sangat lama agar kesadaran akan kebersihan di bisa diciptakan.

Argumentasi

Menurut pendapat saya, bukan hanya orang miskin saja yang membuang sampah secara sembarangan, namun orang kaya juga demikian, seperti misalnya kita sering menjumpai botol minuman kosong yang melayang keluar dari pintu kaca mobil di jalan raya.

Yang menjadi pertanyaan di sini ialah, mengapa orang yang memiliki mobil, dapat menjaga kebersihan mobilnya akan tetapi mereka tidak memperdulikan kebersihan di jalan raya? Botol kosong yang mereka buang secara sembarangan, bukan hanya menimbulkan sampah di jalan raya tetapi dampaknya akan membahayakan pengendara lain.

Yang diperlukan sekarang ini ialah kesadaran diri masing-masing untuk hidup sehat dan bersih.

Pernyataan Ulang Pendapat Ulang

Diharapkan untuk pemerintah menyediakan tong sampah gratis untuk semua masyarakat yang tidak mampu dan masyarakat tidak dipungut biaya iuran sampah.

Marilah bagi kita semua, memperbaiki kebiasaan buruk kita, dan mulailah untuk membuang sampah pada tempatnya.

Itulah sedikit ulasan yang kami sampaikan mengenai teks editorial atau opini untuk pembaca beserta pengertian teks editorial, kaidah kebahasaan teks editorial, fungsi teks editorial, ciri-ciri teks editorial, dan contoh teks editorial. Mulai dari contoh teks editorial tentang sampah, contoh teks editorial tentang pendidikan, contoh teks editorial tentang kesehatan, dan contoh teks editorial yang lainnya. Semoga apa yang kami sampaikan kali ini menambah ilmu dan wawasan bagi kamu. Terima Kasih.

Kunjungi artikel lainnya disini: https://organicvolunteers.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.