contoh laporan bulanan

3+ Contoh Laporan Bulanan berbagai Bidang Lengkap

Laporan bulanan merupakan sebuah laporan yang dibuat dengan tujuan untuk memberitahukan segala macam bentuk kegiatan atau hal-hal penting yang perlu mendapatkan pengawasan dan pengecekan oleh pihak tertentu atau menjadi dokumen penting sebuah lembaga, organisasi dan pihak lainnya yang membutuhkan.

Bagi Anda yang sedang bingung mencari referensi untuk membuat laporan tersebut, Anda bisa menyimak beberapa contoh laporan di bawah ini.

Contoh Laporan Bulanan Perpustakaan Sekolah

contoh laporan bulanan

Contoh pertama ini merupakan format laporan yang diperuntukkan untuk perpustakaan sekolah. Sehingga jika Anda adalah anggota perpustakaan sekolah yang bertugas untuk membuat laporan bulanan, maka laporan berikut ini dapat dijadikan referensi.

LAPORAN PERPUSTAKAAN SEMESTER GENAP
SD NEGERI 5 YOGYAKARTA
TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Bulan Januari-Mei 2019

I. Anggota

Guru/Karyawan       : 2 Orang
Siswa kelas I          : –
Siswa kelas II         : –
Siswa kelas III        : –
Siswa kelas IV        : –
Siswa kelas V        : –
Siswa kelas VI        : –

II. Koleksi

NO Jenis Koleksi Jumlah Judul Jumlah Satuan
1 Buku teks 60 1500
2 Buku non teks 70 500
3 Buku referensi 30 140
4 Buku Fiksi 99 331
5 Majalah
6 Peta 1 4
7 Surat kabar
8 Poster 3 3

III. Koleksi Buku Berdasarkan Dewey Decimal Classification

Kelas 000 100 200 300 400 500 600 700 800 900 Fiksi Jumlah
Judul 30 15 5 25 20 15 7 15 15 15 100 362
Jml. Eksemplar 130 100 200 330 360 235 35 298 199 300 350 2.177

Keterangan:

a. 000 = Komputer, informasi dan referensi umum
b. 100 = Filsafat dan psikologi
c. 200 = Agama
d. 300 = Ilmu sosial
e. 400 = Bahasa
f. 500 = Sains dan matematika
g. 600 = Teknologi
h. 700 = Kesenian dan rekreasi
i. 800 = Sastra
j. 900 = Sejarah dan geografi

IV. Kunjungan dan Peminjaman

No. Jenis Anggota Jumlah Pengunjung/semester Jumlah peminjam/semester
1. Guru/Karyawan 53 53
2. Siswa 970 267
  Jumlah 1.203 340

V. Sirkulasi

Jumlah Buku Terpinjam: 40 judul, 370 eksemplar

VI. Tambahan Koleksi

Jumlah tambahan koleksi : 0 judul 0 eksemplar

VII. Keuangan

Saldo bulan lalu     = 0
Penerimaan            = 0
Total pemasukan    = 0
Pengeluaran           = 0
Total pengeluaran   = 0
Saldo – Januari      = 0

VIII. Evaluasi

Indikator yang digunakan untuk mengevaluasi serta mengawasi pencapaian tujuan perpustakaan sekolah SDN 5 Yogyakarta adalah indikator penggunaan. Indikator tersebut dinyatakan dalam jumlah pinjaman per anggota perpustakaan di suatu sekolah, jumlah kunjungan yang diterima perpustakaan, serta pinjaman yang dihitung per jam buka perpustakaan.

Kinerja layanan perpustakaan belum mencapai target dan sasaran yang telah ditentukan sebelumnya. Selain itu tujuan yang telah ditentukan oleh perpustakaan, kurikulum yang berlaku dan sekolah belum tercapai secara maksimal.

Jumlah peminjam tergolong jumlah yang rendah dan kurangnya pengunjung disebabkan oleh minimnya fasilitas nyaman di ruang baca di perpustakaan dan belum dikelola sesuai dengan yang semestinya.

Ruang perpustakaan dirasa masih belum memenuhi aspek estetis sehingga membuat kondisi tidak kondusif dalam memberikan rekreasi, hiburan serta pembelajaran. Hal tersebut juga didukung dengan tidak adanya rak buku yang digunakan untuk mengorganisasikan koleksi referensi dan ketersediaan fasilitas kebersihan untuk perawatan dan pemeliharaan koleksi yang tidak memadai.

Koleksi yang bersifat menghibur seperti buku cerita, novel yang mengedukasi, majalah dan poster belum memadai. Sementara itu, koleksi perpustakaan sekolah sudah seharusnya dapat mencerminkan mindat dan budaya siswa. Hal tersebut dilaksanakan tanpa melewati batas wajar standar etika yang berlaku.

Guna menyempurnakan jasa perpustakaan sekolah bagi seluruh warga sekolah, mulai dari siswa hingga guru serta staf karyawan SD Negeri 5 Yogyakarta, disarankan:

  1. Agar perpustakaan SD Negeri 5 Yogyakarta memperoleh bantuan dana yang dapat digunakan untuk materi perpustakaan, meningkatkan fasilitas dan memastikan seluruh kebutuhan perpustakaan dapat teridentifikasi.
  2. Perpustakaan sekolah harus memiliki sumber daya manusia yang memiliki tenaga dan bermotivasi tinggi serta memiliki pemahaman yangs sebenarnya terkait kebijakan jasa perpustakaan dan jumlahnya mencukupi sesuai dengan kapasitas serta kebutuhan khusus sekolah menyangkut jasa perpustakaan.
  3. Jasa dan fasilitas yang disediakan oleh perpustakaan sekolah seharusnya aktif dalam kegiatan promosi. Sehingga kelompok sasaran dapat menyadari peran utamanya sebagai mitra dalam pembelajaran.  Selain itu juga sebagai pintu gerbang seluruh jenis informasi mengenai pengetahuan yang ada di dunia ini.
  4. Perpustakaan harus mengadakan kegiatan-kegiatan yang bersifat mengedukasi siswa dan sasaran lainnya. Kegiatan yang dimaksud dalam hal ini adalah kegiatan yang menarik minat siswa dan sasaran lainnya, sehingga dapat membuat siswa mengenal lebih baik lagi tentang perpustakaan dan merasa perpustakaan adalah tempat yang nyaman dan aman untuk belajar.

Mengetahui,                                                                              Yogyakarta, 7 Juni 2019

Kepala SD Negeri 5 Yogyakarta                                                 Kepala Perpustakaan

 

 

Drs. Deni Setiawan, M.Pd.                                                         Iana Densiana Cova, M.Pd.

Baca Juga : Laporan Hasil Observasi

Contoh Laporan Bulanan Cleaning Service

contoh laporan bulanan

Berikut ini merupakan salah satu contoh laporan kegiatan unit cleaning service yang bekerja di bawah naungan Rumah Sakit dalam satu bulan. Lebih tepatnya laporan ini merupakan laporan yang dibuat khusus oleh kepala ruangan cleaning service.

LAPORAN KEGIATAN UNIT CLEANING SERVICE
RSU AMANAH BUNDA PACITAN
BULAN AGUSTUS 2018

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Laporan kegiatan bulanan yang dilaksanakan oleh Cleaning Service RSU Amanah Bunda Pacitan. Laporan ini disusun untuk melaporkan seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan oleh unit Cleaning Service. Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengelola seluruh lingkungan RSU Amanah Bunda Pacitan.

Kegiatan pengelolaan tersebut digunakan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial di lingkungan RSU Amanah Bunda Pacitan. Pengendalian infeksi tersebut di rumah sakit meliputi kegiatan pencegahan, penanggulangan dan pemberantasan secara maksimal. Infeksi tersebut dapat terjadi di setiap ruangan yang ada di lingkungan rumah sakit.

Namun, pada umumnya infeksi tersebut dapat terjadi pada pelayanan medis pada pasien yang ditangani. Infeksi tersebut tidak hanya menyebabkan peningkatan morbiditas dan mortalitas saja, tetapi juga dapat menyebabkan kerugian lain seperti, rasa tidak nyaman yang dirasakan oleh pasien, perpanjangan rawat inap, penambahan biaya perawatan, dll.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Cleaning Service RSU Amanah Bunda Pacitan perlu dikelola dengan sebaik-baiknya agar dapat mencapai tujuan dengan tingkat keberhasilan maksimal. Selain itu, kegiatan ini juga sangat memerlukan pemantauan, pengawasan serta adanya evaluasi agar rencana kedepannya dapat diperbaiki secara maksimal.

B. Tujuan

Secara umum, tujuan penulisan laporan bulanan ini adalah untuk melaporkan seluruh kegiatan yang telah dilakukan sepenuhnya oleh unit Cleaning Service Rumah Sakit Umum Amanah Bunda Kabupaten Pacitan kepada Direktur, pihak manajemen Rumah Sakit serta pihak-pihak yang terkait.

Secara khusus laporan ini dibuat untuk mengetahui program kegiatan apa saja yang telah dilaksanakan unit Cleaning Service dalam menjaga kenyamanan pasien, pengunjung rumah sakit dan seluruh staf medis yang berada di rumah sakit dengan kebersihan rumah sakit, merawat dan mencegah berkembangnya infeksi nosokomial di rumah sakit umum Amanah Bunda Pacitan.

Selain itu, laporan ini juga bertujuan untuk melaporkan seluruh kegiatan pemeliharaan lingkungan rumah sakit setiap harinya dalam kurun waktu satu bulan.

II. Rincian Hasil Kegiatan

  1. Menyapu dan mengepel lantai-lantai di setiap ruang yang tersedia di lingkungan rumah sakit dan sepanjang jalan setiap hari dengan frekuensi 2 kali dalam satu hari. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 06.00 WIB dan pukul 13.00 WIB dengan keterangan terencana.
  2. Membersihkan taman-taman yang berada di seluruh area rumah sakit setiap hari. Kegiatan ini dilaksanakan setelah kegiatan menyapu dan mengepel lantai selesai dengan keterangan terencana.
  3. Membersihkan seluruh kamar mandi yang berada di lingkungan rumah sakit. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari pada pukul 09.00 WIB dengan keterangan terencana,
  4. Membersihkan seluruh kipas angin, kotoran yang menempel di setiap fasilitas umum yang ada di rumah sakit, serta dinding keramik tiap ruangan minimal seminggu dua kali. Kegiatan ini dilaksanakan pada waktu yang tidak bisa ditentukan karena sebelum melaksanakannya harus melihat kondisi dan keadaan dengan keterangan terencana.
  5. Membuang dan membakar sampah ke Tempat Pembuangan Akhir setempat yang tidak jauh dari rumah sakit. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari setelah seluruh kegiatan yang telah disebutkan di atas telah selesai.

III. Kesimpulan

Kegiatan pemeliharaan terhadap kebersihan lingkungan Rumah Sakit Umum Amanah Bunda Kabupaten Pacitan yang sudah terjadwal terkadang belum terlaksana secara periodik. Hal tersebut disebabkan oleh adanya kerja tambahan yang tidak direncanakan atau terjadi di luar rencana. Sehingga pekerjaan lainnya akan segera dilaksanakan atau diselesaikan pada hari berikutnya.

IV. Penutup

Demikian laporan hasil kegiatan Unit Cleaning Service RSU Amanah Bunda Pacitan selama bulan Agustus tahun 2018. Semoga laporan ini dapat dijadikan pedoman untuk kegiatan evaluasi untuk rencana kegiatan kedepannya. Untuk itu kami siap menerima kritik dan saran guna menyempurnakan laporan kegiatan ini dalam proses pengabdian di RSU Amanah Bunda Pacitan.

Pacitan, 02 Agustus 2018
Kepala Ruang Cleaning Service

Ahda Akmal Saputra

Contoh Laporan Bulanan Proyek Pembangunan

contoh laporan bulanan

Dibawah ini merupakan contoh laporan bulanan dari sebuah kerja praktek proyek pembangunan jalan yang dapat Anda gunakan sebagai referensi.

LAPORAN BULANAN PROYEK PEMBANGUNAN
|JALAN RAYA POPOH – KABUPATEN TULUNGAGUNG

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Jalan raya merupakan salah satu kebutuhan prasarana dan merupakan salah satu faktor penunjang lancarnya mobilitas perekonomian sekitar. Mengingat masih banyaknya jalan dengan kondisi rusak dan tidak memungkinkan untuk dilalui yang diakibatkan oleh faktor alam ataupun faktor manusia dalam hal berkendara.

Perbaikan dan peningkatan perlu dilaksanakan atau diadakan guna memenuhi kebutuhan lalu lintas yang lebih tinggi. Dalam proses perencanaan sebagai dasar untuk pelaksanaan terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan mulai dari, kenyamanan, keamanan lingkungan dan faktor lain yang mendukung rencana secara detail.

Berbagai peristiwa yang menimpa salah satu daerah di Kabupaten Tulungagung bagian selatan selama ini telah menghambat pembangunan di daerah tersebut. Gangguan keamanan seperti gempa bumi dan tsunami serta kendaraan yang melebihi kapasitas penggunaan jalan telah menyebabkan terpuruknya perekonomian di daerah tersebut.

Sehingga pelaksanaan perbaikan jalan dan pembukaan jalan baru diyakini dapat bermanfaat untuk menggerakan perekonomian daerah sekitar karena akan mempermudah dan mempercepat akses mobilitas penduduk, barang maupun jasa dari satu tempat ke tempat lainnya.

1.2. Lokasi Proyek

Lokasi proyek pembangunan jalan berada di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung yang terletak sekitar 35 Km dari pusat pemerintahan kabupaten Tulungagung. Lokasi ini dapat ditempuh dengan transportasi darat.

Lokasi proyek pembangunan jalan ini berbatasan langsung dengan daerah-daerah berikut:
Timur berbatasan dengan Kecamatan Tanggung Gunung
Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia
Barat berbatasan dengan Desa Besuki
Utara berbatasan dengan Desa Ngentrong

1.3. Keadaan Tanah

Setelah keluarnya hasil test Dynamic Cone Penetration, keadaan tanah di Desa Besole tepatnya di daerah Popoh kurang mendukung untuk pelaksanaan pembangunan jalan. Hal tersebut dikarenakan pembangunan membutuhkan waktu yang lama hanya menggunakan batu susun dan aspal goreng tidak ada pekerjaan urugan pilihan.

1.4. Keadaan Alam dan Lingkungan

Keadaan alam di sekitar lokasi pembangunan jalan pada umumnya merupakan daerah pemukiman warga yang bekerja sebagai nelayan, pegunungan dan terdapat aliran sungai Neyama. Daerah tersebut masih memiliki lingkungan alam yang terawat dan terjaga kealamiannya. Di daerah pembangunan tidak dijumpai adanya pencemaran fisik, baik pencemaran tanah, udara maupun air.

1.5. Tujuan Kegiatan

Tujuan dari kegiatan pembangunan jalan di daerah tersebut ialah untuk meningkatkan sarana jalan raya sebagai fasilitas transportasi darat. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan jasa pelayanan pada masyarakat sekitar yang menggunakan fasilitas jalan. Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian penduduk sekitar.

1.6. Sumber Dana

Dana yang digunakan dalam pelaksanaan pembangunan Jalan Raya Popoh Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung ini berasal dari dana Otonomi Khusu dengan nomor kontrak sebagai berikut:

42/SPKK/PJB/DBC/OTSUS/II/2016, tanggal 14 Februari 2016 dan biaya sebesar Rp3.650.200.000,- (tiga milyar enam ratus lima puluh juta dua ratus ribu rupiah) dengan panjang penanganan 1700 meter.

Pemilik proyek ini adalah Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Tulungagung yang diwakili oleh kegiatan pembangunan jalan dan pengawasan pembangunan dipercayakan kepada PT. Loodiyono Karangrejo Corp. sedangkan proses pelaksanaan pembangunan jalan Raya Popoh dikerjakan oleh PT. Denock Clonho.

BAB II
ORGANISASI KEGIATAN

2.1. Struktur Organisasi

  1. pelaksana kegiatan
  2. konsultan perencana
  3. konsultan pengawas
  4. pelaksana

2.1.1. Pelaksanaan kegiatan

Pelaksanaan kegiatan merupakan salah satu pihak yang memiliki gagasan untuk membangun. Gagasan tersebut dapat dimiliki oleh perorangan (individu) atau badan hukum seperti wakil dari suatu perusahaan (organisasi swasta, dinas, jabatan). Pelaksanaan kegiatan pembangunan jalan raya Popoh Kabupaten Tulungagung diwakilkan kepada Dinas Bina Marga dan Cipta Karya.

Guna memudahkan urusan administrasi dan kelancaran proyek, maka ditunjuklah seorang pejabat Pelaksana Teknis yang memiliki tugas dan tanggung jawab besar dalam pembangunan. Dalam menjalankan kewajibannya, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

  1. Membentuk panitia pelaksana lelang

Pembentukan panitia pelaksana lelang adala tugas dan tanggung jawab Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yang pertama. Pembentukan panitia tersebut bertujuan untuk membantu pemimpin kegiatan dalam melaksanakan pelelangan. Misalnya untuk menentukan konsultan perencana, konsultan pengawas ataupun pelaksana kegiatan.

  1. Menunjuk konsultan perencana

Menunjuk konsultan perencana juga merupakan salah satu tugas dari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan. Konsultan perencana ditunjuk untuk merencanakan jalan yang akan dibangun.

  1. Ikatan perjanjian

Tugas dan kewajiban Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yang terakhir adalah mengadakan ikatan perjanjian atas nama pemilik kegiatan dengan beberapa konsultan dari aspek perencanaan, pengawasan dan pelaksanaan. Ikatan perjanjian tersebut disertai dengan penandatanganan naskah serah terima.

Sedangkan pelaksana pada kegiatan pembangunan Jalan Raya Popoh Kabupaten Tulungagung ini dipercayakan kepada PT. Denock Clonho. Adapun tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan oleh pelaksana adalah sebagai berikut:

  1. Menyiapkan seluruh sarana prasarana sebagai penunjang kelancaran kerja dan pembangunan.
  2. Menyediakan dan menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan pada kegiatan pembangunan. Bahan-bahan tersebut harus sesuai dengan persyaratan yang tercantum di dalam bestek.
  3. Menyediakan tenaga kerja yang berpengalaman dalam bidang pembangunan jalan raya serta peralatan yang diperlukan pada saat pelaksanaan pembangunan.
  4. Melaksanakan seluruh pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawab sesuai dengan gambar bestek dan memenuhi seluruh peraturan yang telah tercantum dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
  5. Melaporkan seluruh kemajuan pekerjaan kepada atasan dan persiapan untuk pengambilan termin.
  6. Menyelesaikan dan menyerahkan pekerjaan dengan tepat waktu sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan dalam kontrak.
  7. Mengadakan pemeliharaan selama kegiatan berlangsung.

2.2. Hubungan Kerja Antar Unsur-unsur Organisasi Kegiatan

Dalam melaksanakan sebuah proyek pembangunan, masing-masing pihak yang berkaitan mempunyai wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan fungsinya seperti yang sudah ditetapkan dalam kesepakatan dan kontrak. Hubungan kerja antara pihak-pihak terkait dengan organisasi yang terlibat dapat dikelompokkan menjadi:

  1. Hubungan kerja secara teknis

Hubungan kerja secara teknis merupakan sebuah hubungan tanggung jawab antara berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan dalam suatu kegiatan tertentu. Sedangkan hubungan kerja yang dimiliki dalam pembangunan jalan raya Popoh ini adalah hubungan segitiga yang melibatkan pemilik kegiatan, perencana, pengawas dan pelaksana.

Dalam hal ini seluruh hal-hal yang berkaitan dengan masalah teknis perencana diserahkan secara langsung oleh pemimpin kegiatan kepada perencana. Sedangkan seluruh hal-hal yang berkaitan dengan teknis pengawasan akan diserahkan kepada pengawas.

Sehingga jika terjadi permasalahan pemimpin kegiatan tidak langsung berhubungan dengan pelaksana melainkan harus melalui pengawas, hal tersebut merupakan peraturan umum dalam hubungan kerja sama secara teknis.

dalam kegiatan pelaksanaan, pengawas memiliki kekuasaan penuh untuk mengingatkan dan menegur pelaksana apabila pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan bestek atau bahkan bertentangan. Teguran tersebut dapat dilayangkan secara tertulis maupun lisan.

Berbeda halnya dengan perencana, perencana dapat menegur atau memerintah pelaksana secara langsung dilapangan maupun melalui media lainnya tanpa melalui pengawas. Hal tersebut dikarenakan diantara perencana dan pelaksana tidak ada hubungan kerja yang dapat mengaitkan satu sama lain.

  1. Hubungan kerja secara hukum

Kedudukan masing-masing pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan secara adalah sama-sama terikat dengan kontrak yang telah ditandatangani. Oleh sebab itu, seluruh pihak harus menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan kapasitas yang tercantum dalam perjanjian yang telah disepakati bersama Pelaksana Pelelangan.

Pelelangan adalah sebuah sistem penawaran yang memberikan kesempatan kepada rekanan yang diundang untuk mengajukan penawaran biaya pekerjaan yang ditawarkan hingga mencapai kesepakatan yang disetujui oleh kedua belah pihak. Melalui persaingan yang sehat tanpa ada celah kecurangan, maka akan diperoleh rekanan yang berkualitas.

Rekanan yang mampu memenuhi syarat administrasi, teknis dan finansial (keuangan) untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Penentuan pelaksanaan kegiatan pada dasarnya dapat dilakukan dengan cara:

  1. Pelelangan umum
  2. Pelelangan terbatas
  3. Pemilihan langsung
  4. Penunjukkan langsung

BAB III
PERENCANAAN PEMBANGUNAN

3.1 Penimbunan

3.3.2. Timbunan Biasa

Sebelum penimbunan dilaksanakan, hal yang perlu disiapkan terlebih dahulu adalah dasar timbunan. Dasar timbunan dalam hal ini adalah tanah dasar atau tanah asli. Tanah asli akan menjadi pondasi pertama dan dasar lapisan penimbunan. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan dasar timbunan lemah ialah air, bahan dasar timbunan jelek dan lereng curam.

Pekerjaan pemadatan dilaksanakan di sepanjang bahu jalan serta badan jalan. Kegiatan ini dilaksanakan dari daerah terlebih dahulu kemudian beralih ke daerah yang lebih tinggi. Pekerjaan ini dilaksanakan dengan menggunakan motor greader untuk meratakan, sedangkan untuk memadatkan menggunakan vibrator compactor roller.

Setelah lapisan pertama dipadatkan secara sempurna, hal berikutnya yang harus dilakukan adalah menyiramnya dengan menggunakan water tank. Hal tersebut dilakukan agar permukaan menjadi padat begitu pula untuk lapisan kedua hingga memperoleh kemiringan 2% untuk badan jalan dan 4% untuk bahu jalan.

3.3.3. Timbunan Pilihan

Timbunan pilihan merupakan jenis timbunan yang digunakan sebagai capping layer atau lapisan penopang. Lapisan ini untuk meningkatkan daya dukung tanah dasar dan juga digunakan di daerah saluran air. Tidak hanya itu, timbunan pilihan juga digunakan untuk area yang serupa dengan saluran air yang mana bahan plastik sulit dipadatkan dengan baik.

Timbunan yang dapat dikategorikan sebagai timbunan pilihan harus memiliki kriteria. Kriteria tersebut antara lain, terdiri dari bahan tanah atau batu yang memenuhi ketentuan dan memiliki CBR paling sedikit 10%. Sedangkan bahan timbunan yang digunakan adalah bahan yang pemadatannya dalam keadaan jenuh atau banjir.

3.2. Penyiapan Badan Jalan

Penyiapan badan jalan merupakan kegiatan atau pekerjaan yang mencakup penyiapan, penggaruan dan pemadatan permukaan tanah dasar.

3.3. Pelebaran Perkerasan dan Bahu Jalan

Penyiapan badan jalan merupakan pekerjaan yang terdiri dari pemasokan, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan bahu jalan pada tanah dasar yang telah disiapkan dan telah mendapatkan persetujuan. Untuk lapis pondasi Agregat kelas B harus digunakan di bawah bahu jalan tanpa adanya laburan aspal sama sekali.

3.4. Perkerasan Berbutir

Pekerjaan perkerasan berbutir merupakan sebuah kegiatan yang meliputi pemasukan, pemrosesan, pengangkatan, penghamparan, pembahasan dan pemahatan pada agregat yang pecah di atas permukan yang telah siapkan. Selain itu, pekerjaan ini juga meliputi beberapa hal seperti Lapis Pondasi Agregat Kelas A.

3.5. Perkerasan Aspal

Perkerasan aspal atau lapisan permukaan merupakan lapisan yang terletak paling atas. Lapis ini terletak diatas permukaan lapisan base course dan merupakan konstruksi lapisan perkerasan jalan raya. Pekerjaan perkerasan aspal meliputi lapis resap pengikat atau prime coat, lapis pengikat aspal beton atau AC-BC.

Lapis resep pengikat merupakan aspal cair yang disemprotkan melalui Asphalt Sprayer ke atas yang merupakan lapisan pengikat. Lapisan ini mengikat lapisan perkerasan dengan lapisan pondasi atas. sedangkan lapis pengikat Aspal Beton merupakan campuran aspal yang digunakan untuk melapisi perkerasan yang terletak pada lapisan atas dari badan jalan.

Beberapa laporan di atas merupakan contoh laporan bulanan dari berbagai bidang yang berbeda.

Anda dapat menggunakan contoh di atas untuk referensi pembuatan laporan. Namun perlu Anda ketahui bahwa setiap bidang memiliki perbedaan, sehingga laporan yang dibuat mungkin saja jauh berbeda.

Maka dari itu jangan lupa untuk memilah-milah mana yang sesuai dan tidak ya –  Laporan Bulanan

 

Leave a Comment