Cara Budidaya Lele Semua Jenis Dalam Kolam Terpal Maupun Modern

Cara Budidaya Lele Semua Jenis Dalam Kolam Terpal Maupun Modern

Cara Budidaya Lele – Ternak lele supaya berhasil ini dia rahasianya kali ini kami akan memberikan rahasia sukses saya dalam cara budidaya lele, baik lele jenis sangkuriang maupun lele dombo nantinya kalian insyaalloh bisa sukses.

Seiring dengan kemajuan dan ke modernisasi jaman jadi kitapun melakukan pembudidayaan juga harus bisa lebih modern lebih simple namu tidak mengurangi besarnya panen. Nah berikut ini kami akan memberikan ulasan mengenai cara budidaya lele dengan terpal, cara budidaya lele dengan kolam modern. Yuk langsung saja simak informasinya mengenai cara budidaya lele berikut ini.

panen lele

Hay sahabat relawan. Tentunya kalian sudah pada tahu kan dengan yang namanya ikan lele. Di Negara Indonesia kita tercinta ini ada banyak jenis ikan lele guys, nah kali ini kita akan membahas jenis ikan lele, perawatan sampai cara untuk membudidayakannya.

  • Berikut ini adalah jenis – jenis ikan lele yang terdapat di Indonesia

      1. Lele Lokal

lele lokal

      Lele jenis lokal ini asli dari perairan Indonesia. Dengan bahasa latin (Clarias blatrachus). dikenal sejak tahun 1975, lele jenis ini masih banyak digemari masyarakat karena dagingnya gurih dan tidak memiliki banyak lemak. Lele jenis ini juga memiliki patil yang lancip dan berbahaya jika mengenai tangan manusia bisa luka. Kelemahan lele ini jika dibudidayakan yaitu sangat lambat untuk pertumbuhannya sehingga untuk mencapai bobot 500 gram membutuhkan waktu kurang lebih 1 tahun

      2.Lele Dumbo

lele dumbo

Lele jenis dumbo menurut para pakar perikanan adalah lele dari perairan Taiwan. Lele ini diperkenalkan di Indosesia sejak tahun 1985. Ikan persilangan antara Clarias gariepinus dan Clarias fuscus ini memiliki keunggulan yang luar biasa, tidak mustahil di sukai banyak kalangan pembudidaya ikan lele ataupun pengkonsumsi ikan lele. Selain rasanya lezat juga ikan lele jenis ini dapat diperbudidayakan dengan cepat. Kebal dari penyakit juga pertumbuhannya cepat. Tetapi lele jenis ini rasanya masih kalah dengan lele lokal, tekstur dagingnya sedikit agak lembek dan memiliki lemak yang lumayan.

Fakta tentang lele dumbo ini jika stres akan nampak bercak putih pada bagian tubuhnya, dan akan hilang jika kondisi kolam normal kembali.

      3. Lele Sangkuriang

lele-sangkuriang

Lele jenis sangkuriang ini dikembangkan pada tahun 2010, menurut pakar perikanan adalah perbaikan genetika dari lele dumbo yang dilakukan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT). Perbaikan ini diawali penurunan kualitas indukan lele dumbo alias perkawinan dengan kerabatnya sendiri. Perkawinan silang balik ini dilakuklan dengan cara mengawinkan indukan betina generasi ke-2 dengan penjantan generasi ke-6. Yakni sediaan indukan yang ada di BBPBAT.

lele jenis sangkuriang ini ternyata lebih unggul daripada lele dumbo. Tetapi lele jenis ini belum dilepas ke kalangan umum.

      4. Lele Phyton

lele-phyton

      Lele jenis phyton ini menurut pengakuan para pakar, dahulu petani di pandeglang pada bingung karena bibit lele yang dikembang biakkan pada mengalami kematian massal, ternyata benih lele yang di kembang biakkan tidak cocok dengan iklim di desa setempat yang bersuhu dingin. Dan pada akhirnya sekelompok petani melakukan eksperimen untuk menyilangkan indukan lele jenis Thailand dengan lele jenis dumbo F6, dengan hasil lele yang dapat tahan di suhu dingin dan cuaca yang lumayan dingin hingga lele tersebut bertahan 90%.

Lele phyton memiliki kepala mirip seperti ular phyton dan memiliki sungut, tubuh lumayan panjang dan ekor lebih bulat.

faktanya lele jenis pyton ini adalah jenis lele satu-satunya yang dikembangbiakkan di Profinsi Banten yang mampu terhadap cuaua dingin.

      5. Lele Masamo

lele-masamo

    Lele masamo adalah salah satu lele yang di biakkan di pabrik pakan di Mojokerto, Jawatimur. Disebut dari pengembangannya, lele ini adalah hasil gabungan genetik 7 strain lele yang berasal dari berbagai negara. Alhasil lele masamo ini memiliki beberapa keunggulan seperti pertumbuhan yang cepat, tahan terhadap penyakit, dan yang palung menonjol adalah rakus terhadap makanan dan agresif terhadap makan, tapi memiliki efisiensi makan tinggi.

Ciri-ciri lele masamo antara lain yaitu, kepalanya lonjong seprti sepatu pantofel, adanya pola-pola seperti tahi lalat di sekujur tubuhnya, dan mmiliki tonjolan di sekitar kepalanya.

Lele masamo sempat menjadi rebutan calon idukan karena indukan lele jenis ini lebih mahal 2 – 4 dibandingkan dengan lele jenis lainnya.

     6. Lele Mutiara

     Lele mutiara ini akhir-akhir banyak di perbincangakan para petani ikan lele karena kualitas lele ini lebih unggul dari jenis ikan lele sebelumnya. Lele jenis ini dikembang biakkan di Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamadi, Subang, Jawa Barat.

Lele mutiara adalah hasil dari persilangan antara lele dumbo lokal dengan lele mesir, lele phyton dan lele sangkuriang,

Dilansir dari BPPI Subang, lele ini memiliki keunggulan antara lain, laju pertumbuhan 10 – 40% lebih tinggi dari lele jenis lainnya, lama pemeliharaan lebih singkat dari lele jenis lainnya, rasio pakan lebih rendah daripada lele lainnya, daya tahan tubuh lele ini sangat baik atau kebal terhadap penyakit, dan toleransi lingkunganrelatif tinggi.

Faktanya lele jenis mutiara ini diambil dari namanya MUTIARA yaitu singkatan dari Mutu Tinggi Tiada Tara.

  • Berikut ini adalah cara merawat ikan lele yang benar

1. Umur 1 – 4 Hari

Pada dasarnya lele umur 1-4 hari adalah umur yang paling rawan. jika kita salah menjaga akan banyak yang m,ati. maka dari itu kita harus benar-benar bisa nemjaga suhu air di kolam. Karena suhu air sewaktu-waktu akan berubah, jadi untuk menjaga agar tetap menjaga suhu air, kita dapat memberikan kultur plankton pada makanan si lele tersebut, kultur plankton bisa kita dapatkan pada kuning telur ayam.

2. Umur 5 – 15 Hari

Saat lele berusia 5 – 15 hari kita sudah tidak perlu memberi kultur plankton, karena cadangan kuning telur sudah habis, saat usia ini kita dapat memberikan makanan cacing sutra atau cacing darahagar gizinya terpenuhi. tebarkan secara merata di kolam ikan lele dan berikan dengan porsi yang sedikit.

Agar lebih efisien, lakukan pemberian cacing ini dalam waktu 2 hari sekali. dan lakukan penggantian air 50% di kolam agar tidak terjadi stres pada bibit lele.

3. Umur 15 -25 Hari

Saat ikan lele memasuki umur 15 – 25 hari, kita sudah bisa memberikan makanan  berupa pelet lembut atau serbuk. Usahakan pemberian pelet serbuk atau pelet lembut ini 4 kali sehari sebanyak 30% dari banyaknya benih lele. Jangan terlalu banyak memberi makanan. Dikarenakan bisa mengurangi populasi di dalam kolam , dan pisahkan lele dengan ukurannya yang sama. Agar lele dapat tumbuh pesat.

4. Umur 25 – 30 Hari

Saat ikan lele berumur 25 -30 hari, kita sudah bisa memberinya makanan pelet ukuran kecil seperti F-1000. Saat usia i9ni lele sudah nampak jelas kelihatan ukurannya, panjang dan besar. ketika umur sudah mencapai 25 -30 hari kita juga harus melakukan pemisahan berdasarkan ukurannya agar perkembangan lele bisa lebih maksimal.

5. Umur 30 – 40 Hari

Ikan lele berumur 30 -40 hari merupakan dimana ikan lele siap dipanen. Saat usia ini kita tetap harus pisahkan ikan lele berdasarkan ukuran. Lakukan seleksi beberapa kali dalam sehari. Hal ini bertujuan untuk mengontrol kolam agar ikan lele tidak stres. Sedangkan untuk makanan, kita bisa memberikan pelet dengan ukuran F-999. Karena ukuran lele sudah sangat besar, dan makanan yang harus di konsumsi juga harus memiliki kandungan protein yang besar pula.

  • Berikut langkah langkah mengawali cara budidaya lele kusus pembesaran

1. langkah pertama cara budidaya lele yaitu Persiapkan lahan dan tempat

Persiapkan tempat atau kolam jauh jauh sebelum bibit sudah tersedia, karena tempat atau kolam tersebut harus kalian uji coba di isi air dengan ukuran sesuai perkiraan seberapa nantinya mampu menampung jumplah banyaknya lele yang akan diisikan.

2. langkah kedua cara budidaya lele yaitu Persiapkan bibit yang berkualitas

Yang benar benar berasal dari indukan yang sudah cukup umur, jadi jikalau anda tidak memproduksi bibit sendiri atau beli pastikan beli di tempat _ tempat yang terpercaya atau ke teman yang terpercaya,

Karena dengan benar_benar bibit yang super diharapkan nantinya perkembangan serta bobot dan pertumbuhanya lebih cepat dan memuaskan dibanding dengan bibit yang sembarangan.

3. langkah ketiga cara budidaya lele yakni Pemberian pakan yang full nutrisi untuk kebutuhan lele

Untuk pemberian pakan maka anda bisa menggunakan pakan lele yang organik, misalnya bisa berupa bekicot,keong,daun talas dan dan sampah sampah makanan dari warung nasi yang dapat kalian cari gratis dan pemberian maggot black soldier fly karena bisa mendorong pertumbuhan lele dengan lebih maksimal.

Dengan menggunakan system pemberian makan tersebut diharapkan para pembudidaya lele bisa menghemat pakan dan lebih hemat pengeluaran dalam bidang makanan, bahkan penghematan yang sudah saya alami tersebut bisa mencapai hemat 30 %.

4. dan langlah keempat cara budidaya lele yaitu Pemisahan indukan lele

Sebelum kita mencari indukan lele yang bagus, kita harus bisa membedakan indukan lele jantan dan lele betina dulu.

Berikut ciri-ciri ikan lele pejantan dan betina.

  • Ciri – ciri ikan lele jantan

a. Kulit lebih halus daripada indukan ikan lele betina.

b. Perutnya lebih langsing dan panjang bila dibandingkan indukan ikan lele betina.

c. Gerakannya lincah, tulang kepala pendek dan agfak gepeng (depres).

d. Kelamin (Urogenital papilla) agak menonjol, memanjang ke arah belakang, terletak di belakang anus, dan warnanya kemerahan.

e. Warna dada lebih gelap dibandingkan ikan lele betina.

f. Kepala berukuran lebih kecil dibandingkan dengan ikan lele betina.

  • Ciri – ciri ikan lele betina

a. Kepala berukuran lebih besar dibandingkan ikan lele jantan.

b. Perutnya lebih besar dan lunak.

c. Gerakannya lamban, tulang kepala panjang dan agak cembung.

d. Kelamin (urogenital papilla) berbentuk oval (bulat daun) berwarna kemerahan, lubangnya agak lebar dan terletak di belakang anus.

e. Bila dibagian perit distrippingsecara manual dari bagian perut ke arah ekor akan mengeluarkan cairan kekuning-kuningan (ovum atau telur)

5. Pemberian vitamin atau obat pertahanan tubuh

    Untuk meningkatkan hasil panen ikan lele yang maksimal, tentunya kita harus ekstra dalam perawatan bibit lele, untuk itu kita wajib memberikan multivitamin agar benih lele tetap sehat dan tidak mudah terkena penyakit.

Berikut ini macam-macam multivitamin ikan lele yang bisa kita dapatkan di toko ataupun kita bisa membuat sendiri diantaranya :

     1. Viterna plus

 VITERNA_Plus_Vitamin_Ternak

Jenis vitamin untuk ternak ikan sekaligus untuk vitamin ternak hewan lainnya. Yang terbuat dari berbagai bahan organik yang dapat menjadikan pertumbuhan lele lebih cepat besar, berbobot, dapat irit pakan, serta tahan terhadap penyakit berbahaya.

Pemberian vitamin ini cukup mencampur saja pada pakan lele berbentuk pelet. Biasanya vitamin ini dicampurkan dalam air kemudian disemprotkan pada pakan lele.

2. Tambak Organik Nusantara (TON)

ton

   Di dalam kandungan vitamin TON ini terdapat bahan baku unsur lemak. Sehingga akan membantu menjaga kualitas air dalam budidaya ikan lele selalu optimal. tak hanya itu, jenis kandungan protein, karbohidrat, serta asam humat yang larut dalam air menuju tanah dasar akan memberikan fasilitas yaitu dapat menumbuhkan pakan alami ikan lele dan juga dapat menertalisirkan racun yang berbentuk senyawa yang akan menjadikan keadaan air dalam kolam selalu seimbang.

3. Vitamin lele RAJA SIAM

raja siam

    Vitamin RAJA SIAM ini adalah penemuan modern pembudidaya ikan lele, gurami, nila, patin, mujahir dan jenis ikan-ikan lainnya. Yang berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan ikan, menambah nafsu makan, meningkatkan daya tahan tubuh ikan, meningkatkan pakan alami, zoo plankton, ganggang dan jasad renik juga menghemat pakan dan mempercepat panen ikan lele.

Pemberian vitamin ini cukup dengan mencampur dengan pakan lele (pelet) 2-4 tutup botol untuk pakan 1 kg. Berikan 3 kali sehari yaitu pagi jam 9, sore jam 5 dan malam jam 8. usahakan rutin waktu.

 5. Vitamin fermentasi buatan sendiri

    Seperti yang telah kita ketahui bahwa fermentasi adalah pembuatan pakan secara manual dengan bahan-bahan dari organik bisa diambil dari sayur-sayuran, dan kotoran ternak kemudian disimpan rapat-rpat selama semingguan.

Manfaat pakan fermentasi ini dapat disajikan sebagai pakan siap saji atau dapat disimpan sesuai kebutuhan ikan, akan meningkatkan nafsu makan ikan lele, kolam tidak akan meninggalkan bau, dapat dibuat pupuk dari limbah dan kotoran yang didapat dari dalam air kolam.

dan masih banyak vitamin-vitamin ikan lele lainnya

  • Berikut ini adalah pembahasan tentang kolam ikan lele

Usaha ternak lele bisa dikatakan gampang-gampang susah. Maka dari itu kita sebagai pembudidaya ikan lele harus lebih mengutamakan kolam apa yang harus kita buat mengingat tempat dan lokasi yang ada di sekitar kita. untuk itu kita bisa jadikan alternatif pembudidaya dengan kolam yang modern ataupun kolam terpal.

tentunnya kolam modern dan alami ini mempun yai keunggulan yang berbeda pula. berikut pembahasan tentang kolam lele modern dan kolam lele terpal.

A. Berternak lele dengan kolam terpal

terpal

Peternak lele dengan kolam terpal harus mengetahui apa saja yang harus disiapkan.

  1. Hal pertama kita harus menyiapkan terpal untuk kolam lele kita nantinya. Pada umumnya harga terpal per meternya sekitar Rp 9.000,-. Sehingga jika kita ingin membuat kolam ukuran sekitar 10 x 8, maka kita cukup menyiapkan uang sekitar Rp 720.000,- saja.
  2. Selanjutnya, kita bisa menggunakan dasar kolam dengan menggali tanah sesuai dengan kolam yang kita inginkan. Namun, ada baiknya jika kita masih pemula pembudidaya lele, kita cukup membuat kolam dengan ukuran 5×2 meter saja. Karena ini akan meminimalkan kerugian jika gagal panen.
  3. Ketika kita menggali tanah untuk pembuatan dasar kolam, usahakan usahakan tanah tergali dengan kedalaman 70 cm sampai 1 meter. Hasil galian tanah tadi sebaiknya jangan dibuang, jadikan saja tanggul kolam dibagian bibir kolam dengan ketinggian 30 cm sampai 50 cm. hal ini diperlukan agar kolam tidak mudah jebol nantinya ketika hujan dan banjir.
  4. Langkah terakhir yaitu membuat pagar atau reng dari bambu. Susunlah reng-reng tersebut di atas tanggul kolam dengan ketinggian sekitar 35 cm. Untuk bagian sudut sebaiknya gunakan bambu yang utuh.

jadi, jika dihitung  keseluruhan, kolam pertumbuhan lele nantinya akan memiliki ketinggian sekitar 125 sampai 130 cm.

B. Berternak lele dengan kolam modern

Cara berternak lele dengan kolam modern di tahun ini membawa angin segar bagi penggunanya. Tentunya cara kerja kolam lele modern ini memang begitu luar biasa, pasalnya kolam lele tidak kotor dan jorok sepetri halnya kolam lele terpal atau galian tanah biasa. Maka dari itu tak heran kalau masyarakat pembudidaya lele sekarang ini menggunakan kolam lele yang modern dikarenakan memiliki keuntungan yang sangat signifikan diantaranya

  1. Perawatan lele begitu mudah serta sederhana
  2. tidak memerlukan lokasi yang luas. Dengan tempat sempit, kita dapat buka usaha ternak ikan lele
  3. masa panen lele lebih cepat dari pertama benih sampai panen besar siap konsumsi. Yang dapat dipanen kurang lebih 2 bulan sekali
  4. Market pengiriman begitu luas. hal semacam ini dibuktikan dari pesanan konsumen ikan lele di sekitaran rumah. Di luar itu menjamurnya warung-warung yang menjual nasi pecel lele dan juga tidak kalah banyak restorant yag menjual ikan lele.

Nah. Jadi, ketika kita ingin membudidayakan ikan lele, kita harus mewajibkan untuk mempelajari jenis lele, pakan yang tepat dan kolam yang pas buat kita untuk membudidayakan ikan lele tersebut.  begitulah pembahasan tentang budidaya ikan lele. Sekian dari kami, mohon maaf jika ada kata yang kurang menarik ataupun yang kurang tepat. Bagaimana sekarang sudah jelas kan cara budidaya lele dengan kolam terpal maupun cara budidaya lele dengan kolam modern. Semoga bermanfaat dan sukses.

~life for get, life for study~

mas moeyo

Kunjungi artikel lainnya disini: https://organicvolunteers.com

Tinggalkan komentar