Pengertian Proposal | Cara Membuat, Unsur-unsur, Fungsi Lengkap

Pengertian Proposal | Cara Membuat, Unsur-unsur, Fungsi Lengkap

Pengertian Proposal – Hallo para sahabat, kali ini yang akan dibahas mengenai proposal. Apa itu proposal? Ya, jika kamu bertanya-tanya mengenai pengertian proposal, dengan membaca artikel ini adalah cara yang tepat untuk menjawab rasa penasaran kamu mengenai pengertian proposal. Disini kami bukan hanya memberikan informasi mengenai pengertian proposal saja, melainkan beserta sistematika proposal, tujuan, proposal, fungsi proposal, unsur-unsur proposal, dan yang lainnya lengkap. Untuk mempersingkat waktu, langsung saja simak informasi selengkapnya berikut ini.

Pengertian Proposal

Wanita-sedang-mengetik
https://www.shutterstock.com

1. Pengertian Proposal Secara Umum

Yang dimaksud dengan proposal ialah Suatu rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kegiatan dalam bentuk tulisan dan dijelaskan secara sistematis dan terperinci. Pada biasanya proposal dijadikan untuk pedoman kerja atau acuan di dalam pelaksanaan kegiatan yang direncakan.

Secara etimologi kata proposal ini berasal dari bahasa inggris, yakni Propose yang artinya adalah pengajuan / mengajukan atau permohonan. Suatu pihak memberikan proposal untuk menawarkan ide, gagasan, maupun rencana untuk pihak lain supaya memperoleh dukungan. Dukungan itu bisa berupa izin, persetujuan, dana, dan yang lainnya.

2. Pengertian Proposal Menurut Para Ahli

  • Pengertian Proposal Menurut Jay : Dirinya mengatakan bahwa yang dimaksud dengan proposal ialah suatu alat bantu manajemen standar supaya manajemen organisasi bisa berfungsi secara efektif dan efisien.
  • Pengertian Proposal Menurun Hasnun Anwar : Dirinya berkata bahwa yang dimaksud proposal ialah suatu rencana yang disusun untuk kegiatan tertentu.

Tujuan Proposal

Secara umum tujuan dibuatnya proposal ini ialah untuk memperoleh izin atau persetujuan dari suatu pihak tentang rencana atau rancangan yang akan dilakukan. Disamping itu, proposal juga sering dibuat untuk permohonan dana / sponsorship melalui kerjasama dengan pihak yang lain.

Disamping penjelasan tentang rincian kegiatan yang akan dilaksanakan, pada biasanya di dalam proposal juga tertera tentang dana yang akan diperlukan di dalam pelaksanaannya. jadi, secara keseluruhan isi daripada proposal itu harus bisa dimengerti oleh pihak yang lain yang ingin dimintai izin/persetujuan atau dana.

Unsur-unsur Proposal

Unsur-unsur di dalam proposal adalah sebagai berikut ini:

1. Pendahuluan / Latar Belakang Masalah

Pendahuluan di dalam proposal berisi tentang latar belakang masalah yang akan menjadi dasar diadakannya suatu kegiatan. Oleh sebab itu, latar belakang menguraikan dengan sangat jelas dan singkat pokok permasalahan.

Latar belakang masalah ini harus berdasarkan isi dan juga tujuan proposal. Latar belakang juga menunjukkan pentingnya akan permasalahan itu untuk secepatnya diselesaikan. Kamu juga perlu untuk tahu jika ada juga proposal yang tidak mencantumkan latar belakang. Namun, di dalam proposal itu dicantumkan dasar pemikiran.

2. Masalah / Perumusan Masalah

Masalah yang sedang diungkapkan harus berhubungan dengan objek penelitian atau kegiatan. Untuk penetapan masalah harus berdasarkan apa yang digambarkan di dalam bagian pendahuluan, dasar pemikiran atau latar belakang.

3. Tujuan

Tujuan ini mengungkapkan langsung ditujukan untuk siapa kegiatan itu dilakukan.

4. Sasaran

Sasaran mengungkapkan maksud diadakannya kegiatan atau acara.

5 Pelaksanaan / Teknik Pelaksanaan

Teknik pelaksanaan ialah cara menyelesaikan permasalahan yang sedang diajukan di dalam proposal. Teknik permasalahan ini disampaikan untuk meyakinkan penerima proposal jika permasalahan itu bisa diselesaikan secara logis dan tepat.

6. Jadwal Pelaksanaan

Jadwal pelaksaan ini dibuat berdasarkan jenis kegiatan, waktu, dan orang yang menangani kegiatan. Jadwal kegiatan memberikan gambaran mengenai kegiatan dari awal sampai akhir.

7. Anggaran

Anggaran ialah biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan yang diungkapkan di dalam proposal. Bagian ini menyediakan anggaran yang dibutuhkan secara objektif, efisien, dan logis. Artinya adalah, biaya disesuaikan dengan keperluan dan kondisi yang dibutuhkan.

8. Penutup

Penutup berisi tentang rangkuman, kesimpulan, dan juga harapan kepada apa yang disampaikan. Di samping itu, penutup juga berisi tentang tanggal penyusunan proposal, tempat, dan juga tanda tangan juga nama penanggung jawab proposal.

Fungsi Proposal

pengertian-proposal
https://froschlearning.co.uk

Proposal dibuat pasti terdapat fungsi dan tujuannya, baik untuk pihak pembuat proposal ataupun untuk pihak yang menerima proposal. Di bawah ini ialah beberapa fungsi proposal:

1. Pada bidang usaha atau bisnis, proposal ini berfungsi untuk gambaran dan proyeksi di dalam mendirikan suatu usaha.

2. Pada bidang penelitian umum, proposal ini berfungsi untuk dasar untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan sosial, agama, budaya, ekonomi, dan bidang yang lainnya.

3. Proposal berfungsi untuk memberikan sebuah informasi mendetail mengenai suatu kegiatan pada saat mengajukan dana untuk pelaksanaan kegiatan, contohnya seminar, perayaan, pelatihan, dan yang lainnya.

4. Pada suatu proyek, Proposal berfungsi untuk dasar melakukan tender, baik itu dari lembaga pemerintah ataupun swasta.

Bentuk-Bentuk Proposal

Berdasarkan bentuknya, proposal bisa dibagi menjadi 3, yakni:

1. Proposal Formal

Proposal formal umumnya dilengkapi dengan 3 bagian utama, yaitu:

  1. Pendahuluan (sampul, kata pengantar, halaman judul, ikthisar, daftar isi, dan lembar pengesahan).
  2. Isi proposal (pembatasan masalah, latar belakang, tujuan, ruang lingkup, susunan panitia, waktu, dan biaya).
  3. Data pelengkap proposal (tabel, lampiran, daftar pustaka, dan yang lainnya).

2. Proposal Semi Formal

Proposal semi formal biasanya tidak selengkap proposal formal tetapi masih berbentuk baku. Dalam proposal semi formal ini umumnya ada informasi tentang masalah, saran, pemecahan, dan permohonan.

3. Proposal Non Formal

Proposal non formal umumnya hampir sama dengan proposal semi formal dan disampaikan di dalam bentuk surat atau memorandum. Dalam proposal non formal juga ada beberapa hal seperti saran, pemecahan, masalah, dan permohonan.

Jenis-jenis Proposal

Biasanya proposal bisa dibedakan dalam 4 jenis. Mengacu untuk pengertian proposal di atas, di bawah ini ialah beberapa jenis proposal itu:

1. Proposal Penelitian

Jenis proposal ini biasanya dipakai dalam bidang akademi. Misalnya proposal penelitian untuk membuat tesis, skripsi, dan yang lainnya. Proposal ini dibuat untuk pengajuan kegiatan penelitian.

2. Proposal Kegiatan

Proposal kegiatan ini adalah proposal untuk melakukan suatu kegiatan. Isi dari proposal kegiatan ini ialah pengajuan rencana kegiatan, baik yang sfatnya individu ataupun kelompok, contohnya pentas seni dan budaya.

3. Proposal Bisnis

Proposal bisnis ialah proposal yang berkaitan dengan dunia bisnis, baik perseorangan ataupun kelompok. Misalnya ialah proposal pendirian suatu usaha, proposal kerjasama antar perusahaan, dan yang lainnya.

4. Proposal Proyek

Untuk jenis proposal proyek ini pada biasanya digunakan dalam dunia bisnis yang mana isi proposal itu mengenai rangkaian rencana kegiatan. Misalnya ialah proposal suatu proyek pembangunan.

Syarat-syarat Menyusun Proposal

Adapun kalau menyusun suatu proposal maka harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut ini:

  • Proposal harus mempunyai struktur ataupun logka yang sangat jelas dan gampang untuk dimengerti.
  • Hasil dari kegiatan proposal harus terstruktur.
  • Rumusan jenis kegiatan yang dilakukan harus ditulis secara jelas dan detail juga harus benar-benar dikerjakan.
  • Kalau terdapat anggaran dana yang dibutuhkan, maka anggaran dana yang di butuhkan harus realistis dengan kegiatan itu.

Sistematika Penulisan Proposal

Wanita-sedang-mengetik
https://www.shutterstock.com

1. Proposal Penelitian

Sistematika penulisannya ialah sebagai berikut ini:

1. Latar belakang

Pada bagian latar belakang ini berisikan pemikiran-pemikiran mengenai permasalahan yang akan di teliti dan alasan-alasan kenapa permasalahan yang dikemukakan di dalam tulisan ini diambil dan perlu untuk dilakukan penelitian. Dalam bagian ini juga penulisannya harus dilakukan scara sistematis dari secara umum ke khusus. Untuk bagian latar belakang ini penulis harus menjelaskan kenapa dapat tertarik untuk melakukan penelitian kepada permasalahan ini.

2. Batasan Masalah

Batasan-batasan dalam suatu penelitian sangat diperlukan agar ruang lingkup permasalahan yang diteliti tidak meluas dan melebihi batas. Batasan-batasan ini contohnya seperti batasan pengumpulan data-data, batasan analisis, batasan anggaran dana, dan yang lainnya.

3. Rumusan Masalah

Penulis harus merumuskan secara jelas permasalahan yang sedang ditelitinya, uraikan secara sistematis konsep untuk menjawab permasalahan yang sedang diteliti, hipotesis yang akan diuji, dugaan sementara yang akan dilakukan pembuktiannya, dan permasalahan yang akan dicarikan cara pemecahannya. Di dalam merumuskannya bisa menjelaskan definisi, asumsi, dan ruang lingkup batasan kegiatan dari penelitian. Uraian permasalahan yang diteliti tidaklah diharuskan selalu dalam bentuk suatu pertanyaan saja.

Baca: Contoh Proposal | Kegiatan Pameran, Sekolah, Pramuka Lengkap

4. Tujuan Penelitian

Pada bagian tujuan penelitian ini bisa dikatakan sebagai sasaran yang ingin di capai dalam peneletian yang dilakukan sesuai permasalahan yang di teliti. Tujuan penelitiaan biasanya di bagi menjadi 2 macam, yakni:

  • Tujuan Umum, yakni tujuan yang secara keseluruhan mengapa melakukan penelitian itu.
  • Tujua Khusus, yakni uraian secara menyeluruh dari masing-masing tujuan penelitian, baik itu tentang variabel independen ataupun variabel dependen dan gabungan dari kedua variabel itu.

5. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian adalah apa saja yang dapat diperoleh dari penelitian yang dilakukan. Manfaat penelitian ini harus ditulis berdasarkan dari segi keilmuan, manfaat untuk diri sendiri, ataupun untuk objek yang diteliti.

6. Tinjauan Pustaka

Bagian tinjauan pusaka ini berisikan dasar pemikiran dan dasar-dasar teori yang ada kaitannya dengan permasalahan yang diteliti. Biasanya meliputi definisi-definisi variabel dan perumusan penelitian dan yang lainnya.

7. Metode Penelitian

Bagian metode penelitian biasanya berisikan rancangan penelitian, variabel penelitian, definisi operasional variabel, tempat dan waktu penelitian, populasi, dan sampel penelitian, jenis dan sumber data penelitian, teknik pengumpulan data, etika penelitian kalau manusia yang dijadikan untuk objek penelitian, pengolahan data, analisis data, sampai bahan-bahan yang di inputkan.

8. Objek Penelitian

Objek penelitian adalah sifat keadaan dari suatu benda, orang atau keadaan yang menjadi pusat perhatian pada saat penelitian. Sifat keadaan itu dapat berupa perilakunya, kegiatan, pendapat, keadaan, dan yang lainnya.

9. Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian kuantitatif, teknik pengumpulan data bisa dengan melakukan survey, interview, dan eksperimen.

Kalau penelitian kualitatif maka bisa dilakukan metode pengumpulan data dengan beberapa cara, contohnya seperti:

  • Wawancara, yakni teknik mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan untuk orang yang ada hubungannya dengan objek penelitian dengan maksud untuk memperoleh data berupa jawaban.
  • observasi, yakni mengamati dan melihat secara langsung objek yang diteliti, dengan harapan dapat memperoleh data-data untuk penelitian.
  • Review dokumen. yakni mencari data yang dibutuhkan untuk penelitian melalui dokumen-dokumen tertulis seperti video, gambar, dan yang lainnya.

10. Metode Analisis Data

Sesudah data terkumpul maka untuk yang berikutnya adalah dilakukan analisis data. Metode analisis data kualitatif prosedur-prosedurnya sangat jelas sekali, ketajaman dalam analisis data kualitatif tergantung dalam kebiasaan-kebiasaan peneliti di dalam melakukan penelitian, kalau peneliti telah terbiasa dengan penelitian kualitatif maka hasil dari penelitian akan sangat mendalam dan juga sangat konkrit. Sementara untuk analisis data kuantitatif tidak terlalu mendalam seperti analisis data kualitatif, untuk bagian ini tergantung penulis memakai metode yang dipakai.

11. Hasil yang Diharapkan

Pada bagian ini biasanya menguraikan kontribusi penelitian di dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, pemecahan permasalahan yang bisa membangun atau mengembangkan objek yang diteliti.

12. Daftar Pustaka

Pada bagian daftar pustaka ialah sumber-sumber materi yang menjadi referensi di dalam menusun proposal dan disusun sesuai abjad nama penulis materi.

2. Sistematika Penulisan Proposal Kegiatan

1. Latar Belakang

Pada bagian ini berisi berbagai macam dan juga kondisi secara umum yang melatarbelakangi kegiatan itu perlu diadakan.

2. Dasar Pemikiran

Pada bagian ini berisi dasar-dasar yang dipakai untuk pelaksanaan kegiatan itu, contohnya seperti berdasarkan program Karang Taruna, Berdasarkan Pprogram Desa, dan yang lainnya.

3. Nama Kegiatan

Pada bagian ini berisi nama dari kegiatan yang akan dilaksanakan, seperti “Perayaan HUT RI” atau “Kompetisi Bola Voli Antar RT” dan yang lainnya.

4. Tujuan Kegiatan

Pada bagian ini berisi tujuan-tujuan yang akan dicapai dari kegiatan itu, kalau terlaksanakan.

5. Target Kegiatan

Pada bagaian ini berisi uraian-uraian yang detail dari Tujuan Kegiatan.

6. Manfaat Kegiatan

Pada bagian ini berisi mengenai manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan itu kalau terlaksanakan.

7. Jenis Kegiatan

Bagian ini menjelaskan mengenai bentuk dari kegiatan itu. Contohnya jenis kegiatan seperti perayaan, perlombaan, pelatihan, dan yang lainnya.

8. Waktu dan Tempat Kegiatan

Pada bagian ini berisi waktu kapan kegiatan itu dilaksanakan, cantumkan seperti hari, tanggal, bulan, tahun dan juga jam berapa dilaksanakannya. Untuk tempat, menunjukkan dimana tempat kegiatan itu dilaksanakan.

9. Jadwal Kegiatan

Jadwal kegiatan harus dibuat sesuai dengan perencanaan yang sudah disusun sebelumnya. Kalau jadwal kegiatannya banyak dapat ditulis secara terlampir.

10. Pelaksana dan Organisasi Kerja

Bagian ini berisi siapa saja yang menjadi panitia atau pelaksana kegiatan itu, dapat juga di tulis secara terlampir.

11. Sasaran

Pada bagian ini berisi siapa saja yang menjadi peserta atau partisipan di dalam kegiatan itu.

12. Anggaran Dana Kegiatan

Berisi mengenai total anggaran dana yang diperlukan pada kegiatan itu. Untuk rinciannya biasanya ditulis secara terlampir.

13. Penutup

Biasanya berisi ucapan syukur atas tersusunnya proposal kegiatan itu, harapan yang diinginkan dari kegiatan itu dan mohon dukungan dari berbagai pihak juga ditutup dengan lembar pengesahan.

Itulah sedikit informasi yang bisa disampaikan mengenai proposal. Mulai pengertian proposal, ciri-ciri proposal, tujuan proposal, unsur-unsur proposal, fungsi proposal, bentuk-bentuk proposal, dan yang lainnya. Semoga yang disampaikan kali ini menambah wawasan dan ilmu bagi kamu. Terima Kasih.

Kunjungi artikel menarik lainnya disini: https://organicvolunteers.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.